Acamprosate

Acamprosate adalah obat yang digunakan untuk menangani ketergantungan terhadap alkohol. Acamprosate digunakan sebagai obat tambahan dalam program konseling untuk membantu orang yang baru saja berhenti minum alkohol. Untuk meningkatkan efektivitas penggunaan obat ini, anda harus benar-benar mempunyai niat untuk berhenti meminum alkohol atau menjalani program detoksifikasi.

Acamprosate mempengaruhi zat kimia dalam otak yang tidak seimbang pada orang yang kecanduan alkohol. Mekanisme kerja obat ini adalah mengembalikan keseimbangan GABA dan glutamat neurotransmiter dengan mengurangi transmisi glutamatergic dan modulasi hipereksitabilitas neuronal.

Indikasi


Kegunaan Acamprosate adalah untuk pengobatan ketergantungan alkohol. Pengobatan dengan Acamprosate adalah salah satu bagian dari suatu program yang komprehensif. Program ini meliputi konseling, detoksifikasi, dan dukungan psikososial.

Kontra indikasi


  • Jangan menggunakan Acamprosate untuk pasien yang memiliki riwayat alergi/hipersensitif.
  • Merupakan kontraindikasi untuk pasien dengan gangguan ginjal berat (kliren kreatinin (CrCl) ≤30 mL / menit).
  • Kontraindikasi juga untuk penderita gangguan hati berat.
  • Sebaiknya tidak digunakan untuk ibu menyusui.

Efek Samping


Berikut adalah beberapa efek samping Acamprosate yang mungkin terjadi :

  • Efek samping yang paling umum dari penggunaan obat ini adalah diare.
  • Efek samping ringan yang lain misalnya sakit kepala, insomnia, mual, muntah, asthenia, sakit perut, pruritus, ruam makulopapular, depresi, dan impotensi.
  • Beberapa efek samping yang serius misalnya denyut jantung tidak teratur, dan tekanan darah rendah atau tinggi.
  • Bisa juga terjadi reaksi alergi/ hipersensitivitas termasuk urtikaria, angioedema dan anafilaksis.

Perhatian


Hal-hal yang perlu diperhatikan pasien selama menggunakan obat ini adalah sebagai berikut :

  • Acamprosate dikeluarkan melalui ginjal dan tidak boleh diberikan kepada orang-orang dengan gangguan ginjal parah (kliren kreatinin kurang dari 30 ml / menit). Untuk penderita gangguan ginjal ringan-sedang (kreatinin antara 30 ml / menit dan 50 ml / menit), perlu dilakukan penurunan dosis.
  • Pasien ketergantungan alkohol, termasuk pasien yang diobati dengan Acamprosate, harus dipantau kemungkinan mengalami gejala depresi atau bahkan berpikir bunuh diri. Keluarga dan pengasuh pasien harus waspada dan melaporkan setiap gejala-gejala penarikan alkohol kepada dokter.
  • Hati-hati menggunakan obat ini untuk pasien berusia lanjut (> 65 tahun).
  • Penggunaan Acamprosate dapat menyebabkan penurunan kemampuan mental. Sebaiknya tidak melakukan pekerjaan-pekerjaan yang memerlukan konsentrasi atau pekerjaan yang berpotensi bahaya seperti mengemudi atau mengoperasikan mesin.
  • Keamanan dan kemanjuran belum ditetapkan pada pasien anak berusia kurang dari 18 tahun.

Penggunaan oleh wanita hamil


FDA (badan pengawas obat dan makanan amerika serikat) mengkategorikan Acamprosate kedalam kategori C dengan penjelasan sebagai berikut :

Penelitian pada reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin dan tidak ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada manusia, namun jika potensi keuntungan dapat dijamin, penggunaan obat pada ibu hamil dapat dilakukan meskipun potensi resiko sangat besar.

Hasil studi pada hewan tidak selalu bisa dijadikan ukuran keamanan penggunaan obat pada manusia. Oleh karena penelitian secara klinis yang terkendali dengan baik belum dilakukan, penggunaan obat-obat yang mengandung Acamprosate oleh ibu hamil harus dikonsultasikan dengan dokter.

interaksi obat


Berikut adalah interaksi dengan obat-obat lain jika digunakan secara bersamaan :

  • Terjadi peningkatan konsentrasi plasma jika digunakan secara bersamaan dengan naltrexone.

Dosis Acamprosate


Acamprosate diberikan dengan dosis berikut :

  • Dosis dewasa (18-65 tahun, berat badan ≥60 kg) : 3 x sehari 666 mg.
  • Dosis dewasa (18-65 tahun, berat badan <60 kg) : 666 mg saat sarapan, 333 mg pada tengah hari dan 333 mg pada malam hari.
  • Pengobatan harus dimulai sesegera mungkin setelah periode penarikan alkohol.
  • Lanjutkan pengobatan meski terjadi kekambuhan. Durasi pengobatan direkomendasikan selama 1 tahun.

Penyesuaian dosis :

  • Orang lanjut usia > 65 tahun : Tidak direkomendasikan.
  • Gangguan ginjal ringan-sedang CrCl 30-50 mL / menit : Dosis awal 3 x sehari 333 mg.
  • Gangguan ginjal berat CrCl <30 mL / menit : Kontraindikasi.
  • Gangguan hati ringan : Tidak ada penyesuaian dosis.
  • Gangguan hati berat : Kontraindikasi.