N-Ace inhalation/nebulize

N-Ace inhalation/nebulize adalah obat yang digunakan untuk mengobati penyakit-penyakit pada saluran pernafasan yang ditandai dengan hipersekresi dahak/mukus, misalnya, bronkitis akut atau kronis, emfisema paru, mucoviscidosis dan bronchieactasis. N-Ace inhalation/nebulize mengandung Acetylcysteine, obat yang termasuk agen mukolitik, yaitu obat yang berfungsi mengencerkan dahak. Berikut ini adalah informasi lengkap N-Ace inhalation/nebulize yang disertai tautan merk-merk obat lain dengan nama generik yang sama.

pabrik


Fahrenheit

golongan


N-Ace inhalation/nebulize hanya bisa diperoleh dengan resep dokter

kemasan


N-Ace inhalation/nebulize dipasarkan dengan kemasan sebagai berikut :

  • 5 ampul 3 mL

kandungan


Setiap kemasan N-Ace inhalation/nebulize mengandung zat aktif (nama generik) sebagai berikut :

  • Acetylcysteine 100 mg/mL

Sekilas tentang zat aktif (nama generik)


Acetylcysteine adalah obat yang berfungsi mengencerkan dahak pada penyakit saluran pernafasan dimana terjadi banyak lendir atau dahak. Obat ini digunakan sebagai terapi pada orang dengan kondisi paru-paru tertentu seperti cystic fibrosis, emfisema, bronkitis, pneumonia, atau tuberkulosis. Obat ini adalah agen mukolitik yang juga dikenal sebagai N-acetylcysteine atau N-acetyl-L-cysteine (NAC). Obat Ini tersedia dalam bentuk sediaan intravena, sediaan oral (misalnya tablet), atau nebulasi/inhalasi.

Sebagai agen mukolitik, Acetylcysteine bekerja dengan cara memecah serat asam mukopolisakarida yang membuat dahak lebih encer dan mengurangi adhesi lendir pada dinding tenggorokan sehingga mempermudah pengeluaran lendir pada saat batuk.

Obat ini bisa juga digunakan untuk mengatasi kasus toksisitas paracetamol. Untuk tujuan ini, Acetylcysteine bekerja dengan cara bertindak sebagai agen hepatoprotektif dengan mengembalikan glutathione hati, berfungsi sebagai pengganti glutathione, dan meningkatkan konjugasi sulfat beracun dari paracetamol.

Indikasi


Kegunaan N-Ace inhalation/nebulize (Acetylcysteine) adalah untuk pengobatan kondisi-kondisi berikut :

  • N-Ace inhalation/nebulize (Acetylcysteine) digunakan untuk mengobati penyakit-penyakit pada saluran pernafasan dimana terjadi banyak lendir atau dahak, seperti : emfisema, radang paru kronis, bronkiektasis, eksaserbasi bronkitis kronis dan akut, bronkitis asmatik, asma bronkial yang disertai kesukaran pengeluaran dahak, serta penyakit radang rinofaringeal.

Kontra indikasi


  • Jangan menggunakan obat ini untuk pasien yang memiliki riwayat alergi / hipersensitivitas.

Efek Samping N-Ace inhalation/nebulize


Berikut adalah beberapa efek samping N-Ace inhalation/nebulize (Acetylcysteine) yang umum terjadi :

  • Efek samping N-Ace inhalation/nebulize (Acetylcysteine) yang relatif ringan yaitu gangguan pada saluran pencernaan misalnya mual, dan muntah.
  • Efek samping yang lebih serius tetapi kejadiannya jarang misalnya bronkospasme, angioedema, ruam, pruritus, hipotensi, kulit kemerahan, bengkak pada wajah, dispnea, sesak nafas, sinkop, berkeringat, arthralgia, penglihatan kabur, gangguan fungsi hati, asidosis, kejang dan kadang-kadang demam.
  • Pada sediaan inhalasi efek samping yang bisa terjadi misalnya hemoptisis, rhinorrhoea, dan stomatitis.

Perhatian


Hal-hal yang perlu diperhatikan pasien selama menggunakan N-Ace inhalation/nebulize (Acetylcysteine) adalah sebagai berikut :

  • Pasien yang menderita asma bronkial harus dipantau terhadap kemungkinan terjadinya bronkospasme. Jika bronkospasme terjadi, pengobatan harus segera dihentikan.
  • Sediaan inhalasi/nebulasi dapat memperburuk batuk pada pasien yang menderita asma bronkial akut.
  • Penggunaan N-Ace inhalation/nebulize (Acetylcysteine), terutama pada awal pengobatan, dapat mencairkan sekresi bronkus dan secara bersamaan meningkatkan volumenya. Jika pasien tidak mampu untuk meludah, perlu untuk membersihkan saluran udara dengan drainase postural atau akhirnya oleh bronchosuction untuk menghindari retensi sekresi.

Penggunaan N-Ace inhalation/nebulize oleh ibu hamil


FDA (badan pengawas obat dan makanan amerika serikat) mengkategorikan Acetylcysteine kedalam kategori B dengan penjelasan sebagai berikut :

penelitian pada reproduksi hewan tidak menunjukkan resiko pada janin dan tidak ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada wanita hamil / Penelitian pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin, tapi studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada wanita hamil tidak menunjukkan resiko pada janin di trimester berapapun.

Penelitian pada hewan tidak selalu bisa dijadikan dasar keamanan pemakaian obat terhadap wanita hamil. Belum adanya penelitian klinis yang memadai dan terkendali dengan baik pada ibu hamil membuat pemakaian obat-obat yang mengandung Acetylcysteine selama kehamilan tetap harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.

Interaksi obat


Berikut adalah interaksi dengan obat-obat lain jika digunakan secara bersamaan :

  • Penggunaan bersamaan dengan antibiotik tetracycline harus diberi jarak minimal 2 jam.
  • Penggunaan bersamaan dengan gliserol trinitrat (nitrogliserin) dapat menyebabkan peningkatan efek vasodilatasi dan aliran darah.

Dosis N-Ace inhalation/nebulize


N-Ace inhalation/nebulize (Acetylcysteine) diberikan dengan dosis sebagai berikut :

N-Ace inhalation/nebulize nebulize

  • 1 amp 1-2 kali sehari.

Note :

  • Durasi terapi 5-10 hari.

Informasi dosis Acetylcysteine (berbagai formulasi)


Acetylcysteine diberikan dengan dosis sebagai berikut :

  • Sediaan oral (sebagai mucolytic)

Dosis dewasa : lozenges (tablet hisap), granul atau tablet effervescent, 600 mg/hari sebagai dosis tunggal atau dibagi 3 dosis.

Dosis anak usia 1 bulan – 2 tahun : 2 x sehari 100 mg.

Dosis anak usia 2-7 tahun : 2 x sehari 200 mg.

Dosis anak usia > 7 tahun : Sama seperti dosis dewasa.

  • Sediaan oral (Untuk menangani kasus keracunan paracetamol)

Dosis dewasa : Larutan 5% : Awalnya, 140 mg / kg dilanjutkan dengan 70 mg / kg setiap 4 jam.

Dosis anak : Sama seperti dosis dewasa.

  • Sediaan intravena (Untuk menangani kasus keracunan paracetamol)

Dosis dewasa : Awalnya, 150 mg / kg (maks : 16.5 g) dalam 200 mL pengencer selama 60 menit, dilanjutkan dengan 50 mg / kg (maks : 5.5 g) dalam 500 mL pengencer selama 4 jam berikutnya, kemudian 100 mg / kg ( max : 11 g) dilarutkan dalam 1 L pengencer selama 16 jam berikutnya.

Dosis anak dengan berat badan <20 kg : Awalnya, 150 mg / kg dalam 3 mL / kg pengencer selama 60 menit, dilanjutkan dengan 50 mg / kg dilarutkan dalam 7 mL / kg pengencer selama 4 jam, kemudian 100 mg / kg dalam 14 mL / kg pengencer selama 16 jam.

Dosis anak dengan berat badan 20-40 kg : Awalnya, 150 mg / kg dalam 100 mL pengencer selama 60 menit, dilanjutkan dengan 50 mg / kg dalam 250 mL pengencer selama 4 jam, kemudian 100 mg / kg dalam 500 mL pengencer selama 16 jam.

Dosis anak dengan berat badan > 40 kg : Sama seperti dosis dewasa.

  • Sediaan endotracheal (sebagai mucolytic)

Dosis dewasa : larutan 10 % atau 20 % diberikan 1-2 mL setiap jam.

Dosis anak : Sama seperti dosis dewasa.

  • Sediaan inhalasi / nebulasi (sebagai mucolytic)

Dosis dewasa : larutan 10 % : 3-4 x sehari 6-10 mL, bisa ditingkatkan sampai 2-20 mL setiap 2-6 jam. Larutan 20 % : 3-4 x sehari 3-5 mL, bisa ditingkatkan sampai 1-10 mL setiap 2-6 jam.

Dosis anak : Sama seperti dosis dewasa.

  • Sediaan untuk mata kering karena produksi lendir yang abnormal

Dosis dewasa : Larutan 5% : 1 atau 2 tetes ke mata yang terkena 3 – 4 x sehari.

Terkait