varicillin

Ini adalah review terhadap obat dengan merk varicillin. di bagian akhir review ini juga disertakan tautan untuk mengetahui merk obat-obat lain dengan kandungan yang sama dengan varicillin.

pabrik


varia sekata

golongan


harus dengan resep dokter

kemasan


varicillin dipasarkan dengan kemasan sebagai berikut :

  • dos 12 x 10 kapsul 250 mg
  • botol 50 kapsul 250 mg
  • 15 x 10 kapsul 500 mg
  • botol 50 kapsul 500 mg

kandungan


setiap kemasan varicillin mengandung zat aktif sebagai berikut :

  • Ampicillin trihidrat setara ampicillin anhidrat 250 mg/ kapsul
  • Ampicillin trihidrat setara ampicillin anhidrat 500 mg/ kapsul

Sekilas tentang zat aktif (nama generik) :


Ampicillin adalah antibiotik golongan beta laktam termasuk keluarga penisillinum yang mempunyai spektrum luas, aktif terhadap bakteri gram negatif maupun gram positif. Ampicillin adalah bakteriocidal yang bekerja dengan cara menghambat secara irreversibel aktivitas enzim transpeptidase yang dibutuhkan untuk sintesis dinding sel bakteri. Secara spesifik ampicillin menghambat tahap tiga-tahap akhir dari proses sintesis dinding sel bakteri yang merupakan awal dari kehancuran sel bakteri tersebut.

Indikasi


  • Kegunaan varicillin (ampicillin) adalah untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh bakteri yang peka terhadap ampicillin seperti infeksi saluran nafas : otitis media akut, faringitis yang disebabkan streptococcus, faringitis, sinusitis.
  • ampicillin adalah antibiotik pilihan pertama untuk pengobatan infeksi-infeksi yang disebabkan enterococcus seperti endocarditis dan meningitis.
  • Varicillin (ampicillin) digunakan juga untuk pengobatan gonore, infeksi kulit dan jaringan lunak,  Infeksi saluran kemih, infeksi Salmonella dan shigela .
  • Selengkapnya lihat pada dosis.

Kontra indikasi


Penggunaan antibiotik varicillin (ampicillin) harus dihindari pada pasien dengan riwayat pernah mengalami reaksi hipersensitivitas pada ampicillin dan antibiotik beta laktam lainnya seperti penicillin dan cephalosporin.

Efek Samping


  • kebanyakan efek samping yang muncul dari pemakaian obat-obat dengan zat aktif ampicillin adalah mual, muntah, ruam kulit, dan antibiotik kolitis.
  • Efek samping yang jarang seperti angioedema dan Clostridium difficile diarrhea.
  • Perawatan medis harus segera diberikan jika tanda-tanda pertama dari efek samping muncul karena jika seseorang mengalami reaksi hipersensitivitas terhadap varicillin (ampicillin), dapat mengalami shock anafilaktik yang bisa berakibat fatal.

Perhatian


  • Hati-hati memberikan varicillin (ampicillin) pada penderita dengan fungsi hati dan ginjal yang rusak terutama pada pemakaian obat dalam jangka waktu panjang.
  • Hentikan pemakaian varicillin (ampicillin) jika terjadi super infeksi yang biasanya terjadi pada saluran pencernaan (umumnya disebabkan Enterobacter, Pseudomonas, S.aureus Candida)
  • Antibiotik golongan penicillin termasuk ampicillin telah diketahui ikut keluar bersama air susu ibu (ASI). Oleh karena itu, jika varicillin (ampicillin) digunakan untuk ibu menyusui, perlu dikonsultasikan dengan dokter. Untuk menghindari efek sensitivitas varicillin (ampicillin) terhadap bayi, penggunaan antibiotik ini harus dilakukan dengan jarak yang cukup dengan saat menyusui.

Toleransi terhadap kehamilan


Penelitian pada reproduksi hewan tidak menunjukkan resiko pada janin dan tidak ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada wanita hamil / Penelitian pada hewan telah menunjukkan efek buruk , namun studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada ibu hamil tidak menunjukkan resiko untuk janin pada trimester berapapun.

interaksi obat


Berikut adalah interaksi obat-obat yang mengandung ampicillin dengan obat-obat lainnya :

  • Ampicillin jika diberikan bersamaan dengan allopurinol dapat meningkatkan reaksi hipersensitivitas.
  • obat antikoagulan warfarin dan obat probenezid dapat meningkatkan kadar ampicillin dalam plasma sehingga meningkatkan efek farmakologi ampicillin.
  • Ampicillin dapat menurunkan efektivitas obat kontrasepsi oral.

Dosis varicillin


varicillin (ampicillin) diberikan dengan dosis :

  • dewasa dan anak 20 kg atau lebih : 250-500 mg setiap 6 jam secara oral.
  • Infeksi saluran pernafasan : 250-500 mg tiap 6 jam selama 5-10 hari.
  • Bronkitis kronik 250 mg tiap 6 jam selama 1 minggu atau lebih.
  • sistisis : 500 mg tiap 8 jam selama 10 hari atau lebih.
  • infeksi sistemik : 250-500 mg tiap 6 jam selama 5-10 hari.
  • infeksi saluran pencernaan 500-750 mg tiap 6-8 jam selama 5 hari.
  • gonore : 2-3.5 gram + probenezid 1 gram sebagai dosis tunggal.
  • anak < 20 kg : 50-100 mg/kg BB/hari dalam dosis bagi setiap 6 jam.
  • dosis lazim ampicillin, klik di sini.

dosis tinggi dapat diberikan untuk infeksi yang lebih berat. sediaan oral sebaiknya diberikan 1/2-1 jam sebelum makan untuk memaksimalkan penyerapan obat. Untuk pasien dengan fungsi ginjal yang buruk, monitor kadar obat dalam plasma dan urine harus dilakukan.

Terkait


Jika informasi ini berguna, bagikan ke teman-teman anda