Magnesium hydroxide

Magnesium hydroxide, Mg(OH)2 adalah senyawa anorganik. Senyawa ini adalah komponen umum dari antasida dan obat pencahar. Senyawa ini juga bisa digunakan sebagai antiperspirant dalam sediaan deodorant.

Sebagai antasida, obat ini menetralkan kelebihan asam lambung sehingga bisa meredakan mulas, maag, dan dispepsia. Biasanya dikombinasikan dengan Aluminium hydroxide, untuk mengurangi efek samping diare. Sebagai obat pencahar, kekuatan osmotik suspensi magnesium menarik cairan dari tubuh dan mempertahankan cairan yang sudah dalam lumen usus, melembungkan usus, sehingga merangsang saraf dalam dinding usus, merangsang peristaltik dan mengakibatkan evakuasi isi kolon.

Efek samping dari Magnesium hydroxide adalah diare yang bisa mengakibatkan tubuh kekurangan kalium. Efek lainnya adalah, senyawa ini bisa mengganggu penyerapan asam folat dan zat besi.

Kegunaan


Kegunaan Magnesium hydroxide adalah untuk mengobati gangguan pada saluran pencernaan yang disebabkan oleh peningkatan asam lambung, seperti mulas, sakit perut, maag, atau gangguan pencernaan yang terkait asam lambung lainnya.

Magnesium adalah mineral yang penting bagi banyak sistem dalam tubuh terutama otot-otot dan saraf. Magnesium juga meningkatkan jumlah air dalam usus yang dapat menyebabkan meringankan sembelit (mempermudah buang air besar).

Kontraindikasi


Jangan digunakan untuk orang-orang yang mempunyai riwayat hipersensitif terhadap senyawa ini.

Efek samping


Berikut adalah beberapa efek samping Magnesium hydroxide yang mungkin terjadi :

  • Efek samping pada saluran pencernaan adalah terjadinya diare. Efek samping ini kadang-kadang cukup parah sehingga bisa menyebabkan kekurangan cairan dan elektrolit.
  • Efek samping lain yang mungkin terjadi gejala hypermagnesemia misalnya hipotensi, mual, muntah, perubahan EKG, depresi pernafasan, depresi mental dan koma. Efek samping ini umumnya hanya terjadi pada penderita gangguan ginjal dan penggunaan obat dalam jangka waktu panjang.

Perhatian


Hal-hal yang harus diperhatikan saat menggunakan obat-obat yang mengandung Magnesium hydroxide adalah sebagai berikut :

  • Penderita myasthenia gravis atau penyakit neuromuskuler lainnya harus berhati-hati saat menggunakan obat ini.
  • Penggunaan Magnesium hydroxide oleh penderita gangguan ginjal dapat menyebabkan terjadinya akumulasi magnesium yang dapat menyebabkan keracunan magnesium. Oleh karena itu penderita gangguan ginjal harus hati-hati menggunakan obat ini.
  • Jangan menggunakan obat ini untuk jangka waktu panjang karena meningkatkan potensi terjadinya efek samping.
  • Jangan digunakan untuk anak usia di bawah 2 tahun kecuali atas petunjuk dokter.

Penggunaan Magnesium hydroxide oleh wanita hamil


Magnesium dapat melintasi plasenta dan diketahui bahwa konsentrasi serum pada janin setara dengan yang ada pada ibu. Meskipun demikian, obat-obat antasida yang mengandung Magnesium hydroxide memiliki risiko yang rendah terhadap keamanan janin.

Interaksi dengan obat lain


Berikut adalah data interaksi jika Magnesium hydroxide digunakan secara bersamaan dengan obat-obat lain :

  • Obat-obat antasida seperti Magnesium hydroxide dapat menurunkan penyerapan Allopurinol.
  • Obat-obat antasida dapat mengurangi efek terapeutik bisacodyl.
  • Jika digunakan secara bersamaan, efek toksik garam magnesium meningkat, di sisi lain efek hipotensi obat-obat golongan calsium Channel Blocker juga meningkat.
  • Antasida dapat menurunkan konsentrasi plasma captopril.
  • Antasida dapat menurunkan bioavailabilitas obat-obat yang termasuk kortikosteroid (Oral). Beri jarak setidaknya 2 jam.
  • Antasida dapat menurunkan konsentrasi plasma itraconazole dan ketoconazole. Beri jarak setidaknya 1-2 jam.

Dosis


Berikut adalah pengaturan dosis Magnesium hydroxide :

  • Dosis dewasa sebagai antasida

Syrup Magnesium hidroksida 400 mg / 5 ml : 4 x sehari 5 – 15 mL. Maksimal 60 mL/hari.

Tablet Magnesium hidroksida 311 mg / tablet : 2 – 4 tablet setiap 4 jam. Maksimal 4 x pemberian/hari. Tablet harus dikunyah.

  • Dosis dewasa sebagai Pencahar

Syrup Magnesium hidroksida 400 mg / 5 ml : 30 – 60 mL / hari. Obat diberikan 1 x sehari pada waktu tidur atau dalam dosis terbagi.

Syrup Magnesium hidroksida 800 mg / 5 ml : 15 – 30 mL / hari. Obat diberikan 1 x sehari pada waktu tidur atau dalam dosis terbagi.

Syrup Magnesium hidroksida 1.200 mg / 5 ml : 10 sampai 20 mL / hari. Obat diberikan 1 x sehari pada waktu tidur atau dalam dosis terbagi.

Tablet : Magnesium hidroksida 311 mg / tablet : 8 tablet / hari. Obat diberikan 1 x sehari pada waktu tidur atau dalam dosis terbagi. Tablet harus dikunyah.

Terkait