Gejala Asam Urat Dan Cara Mengatasinya Dengan Tepat

Gejala asam urat secara umum mirip dengan gejala penyakit-penyakit rematik lainnya. Namun ada beberapa Gejala asam urat yang khas, yang membedakannya dengan penyakit rematik lainnya. Gejala-gejala ini harus mendapatkan perhatian serius dari penderita untuk mencegah penyakit ini menjadi semakin parah. Dengan mengetahui gejala asam urat dan cara mengatasinya dengan tepat, kita bisa mencegah penyakit ini berkembang semakin parah dan menyebabkan komplikasi penyakit lain.

Apa itu penyakit asam urat


Sebelum membicarakan gejala asam urat dan cara mengatasinya dengan tepat, kita bahas sedikit mengenai apa itu penyakit asam urat. Penyakit asam urat adalah penyakit yang disebabkan tingginya kadar asam urat dalam darah. Asam urat adalah suatu senyawa yang secara normal sudah ada di dalam tubuh kita. Senyawa ini adalah produk akhir dari proses metabolisme senyawa purin. Setelah terbentuk, zat ini akan dibuang melalui ginjal. Kadar asam urat normal dalam darah sekitar 2.4 – 6 mg / dl (pada wanita) dan 3.4 – 7 mg / dl (pada pria). Angka ini bisa bervariasi tergantung dari nilai baku masing-masing laboratorium.

Jika kadar asam urat tinggi atau melebihi nilai normal di atas, senyawa ini akan mengkristal dan menumpuk di dalam dan di sekitar persendian dalam bentuk kristal monosodium urat. Jika penumpukkan dibiarkan dalam jangka waktu lama apalagi sampai bertahun-tahun maka kristal ini akan membentuk gumpalan keras yang disebut tofi, yang menyebabkan peradangan pada sendi dan jaringan di sekitarnya dan menimbulkan rasa sakit terutama jika digerakkan. Kondisi peradangan sendi inilah yang disebut penyakit asam urat atau gout arthritis.

Gejala Asam Urat Dan Cara Mengatasinya Dengan Tepat


gejala asam uratGejala asam urat yang paling umum adalah berupa radang akut yang terjadi berulang dengan ciri-ciri sendi kemerahan, panas, dan bengkak. Gejala lain seperti kelelahan dan demam tinggi tetapi gejala ini termasuk jarang. Serangan biasanya terjadi pada malam hari karena suhu tubuh manusia biasanya lebih rendah pada malam hari.

Gejala asam urat bisa terjadi pada semua persendian dalam tubuh, namun peradangan paling sering menyerang sendi metatarsalphalangeal pada jempol kaki, pergelangan kaki, lutut, mata kaki, jari tangan, dan pergelangan tangan.

Perkembangan gejala penyakit ini sangat cepat dan bisa memburuk dalam beberapa jam pertama. Rasa nyeri pada sendi bisa berlangsung selama 3-10 hari. Nyeri akan segera diikuti adanya pembengkakan yang disertai rasa seperti panas terbakar dan kulit kemerahan. Kondisi ini membuat penderita mengalami kesulitan bergerak karena sendi-sendi menjadi kaku disertai nyeri yang hebat.

Manifestasi lain dari penyakit asam urat biasanya berupa tofi. Tofi adalah benjolan-benjolan kecil berwarna putih yang biasanya terdapat di daun telinga, dan jari-jari tangan atau kaki.

Saat Gejala asam urat mulai menurun, bengkak pada persendian perlahan mulai menghilang. Pembengkakan ini akan meninggalkan bekas berupa kulit seperti bersisik, mengelupas, dan terasa gatal.

Obat yang digunakan untuk meredakan gejala asam urat


Meskipun gejala asam urat biasanya bisa reda dengan sendirinya, namun penanganan yang tepat untuk mencegah memburuknya penyakit dan mencegah komplikasi penyakit yang lebih berat harus dilakukan.

Hal yang harus anda lakukan untuk mendiagnosa gejala asam urat dan cara mengatasinya dengan tepat adalah dengan menemui dokter. Ceritakan pada dokter gejala-gejala yang anda alami seperti di persendian mana anda merasakan nyeri, sejak kapan dan seberapa sering anda mengalami nyeri, dan hal-hal lain yang diperlukan. Dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan untuk memastikan anda benar menderita penyakit asam urat. Jika diperlukan pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui kadar asam urat dalam darah juga dilakukan.

Setelah dipastikan anda menderita penyakit asam urat, dokter akan memberikan penanganan yang diperlukan. Jika dibutuhkan terapi dengan obat asam urat, beberapa obat berikut lazim digunakan :

  • Untuk membantu menghilangkan gejala, obat-obat penghilang rasa sakit (analgetic) dan antiradang (anti inflamasi) berikut lazim digunakan : NSAID (ibuprofen, naproxen, celecoxib, piroxicam, diclofenac, asam mefenamat, dan nsaid lainnya), kortikosteroid, dan colchicine. Salah satu merk obat yang mengandung asam mefenamat misalnya mefinal.
  • Untuk membantu menurunkan kadar asam urat dalam darah : allopurinol atau Probenecid.

Selain obat-obat kimia, di pasaran juga tersedia beberapa obat herbal asam urat. Produk-produk obat herbal asam urat itu biasanya mengandung ekstrak Sambiloto (Andrografis paniculata), Temulawak (Curcuma xanthorriza), Tempuyung (Sunchus arvensis), Lada (Piper nigrum) dan Rumput teki (Cyperus rotundus).

Cara mencegah timbulnya gejala asam urat yang lebih parah


Meskipun obat asam urat sangat membantu penderita terutama dalam mengurangi gejala dan mengontrol kadar asam urat dalam darah, namun obat tidak menyembuhkan. Cara terbaik yang bisa anda lakukan untuk mencegah kambuhnya penyakit dan mencegah terjadinya komplikasi adalah dengan cara hidup sehat. Berikut adalah cara-cara yang bisa anda dilakukan :

  • Membatasi asupan makanan tinggi purin seperti jeroan, ikan sarden, daging merah (daging sapi, babi dan kambing), dan makanan laut (tuna, udang, kerang dan lobster) dibatasi maksimal 113 – 170 gr/hari. Batasi juga konsumsi sayur-sayuran seperti daun singkong, bayam, kangkung dan melinjo karena kandungan purin pada sayuran ini cukup tinggi. Kacang-kacangan juga diketahui mengandung purin yang tinggi sehingga sebaiknya juga dibatasi.
  • Makanan yang mengandung asam lemak jenuh yang tinggi seperti makanan yang digoreng, bersantan, berisi margarine atau mentega sebaiknya dihindari karena asam lemak jenuh bisa menurunkan kemampuan ginjal mengeluarkan asam urat dari dalam tubuh. Konsumsi lemak sebaiknya tidak lebih dari 15 % dari total kalori.
  • Kurangi asupan karbohidrat sederhana seperti roti putih, kue, permen, dan makanan yang mengandung pemanis fruktosa. Sangat dianjurkan untuk memilih jenis karbohidrat kompleks seperti nasi, singkong, roti dan ubi tidak kurang dari 100 gram per hari.
  • Sebaiknya anda tidak mengkonsumsi alkohol terutama bir karena alkohol akan meningkatkan kadar asam laktat dalam darah. Asam laktat menghambat pengeluaran asam urat dari tubuh.
  • Asupan makanan yang mengandung protein hewani yang tinggi seperti hati, otak, paru dan limpa sebaiknya dibatasi. Karena protein hewani dapat meningkatkan kadar asam urat dalam darah. Asupan protein yang baik adalah protein nabati, misalnya yang berasal dari susu, keju dan telur dengan jumlah berkisar antara 50 – 70 gram / hari 0.8 – 1 gram / kg BB / hari.
  • Sangat disarankan bagi anda untuk mengkonsumsi cairan minimal 2.5 liter atau 10 gelas sehari. Konsumsin cairan yang cukup akan membantu proses pembuangan asam urat melalui urin. Cairan tidak harus air putih, tetapi bisa berupa teh, kopi, atau buah-buahan yang mengandung air yang banyak misalnya semangka, melon, blewah, nanas, belimbing, dan jambu air. Harus diingat tidak semua buah-buahan baik bagi penderita penyakit ini. Buah-buahan seperti alpukat dan durian sebaiknya dibatasi karena buah-buahan ini mempunyai kandungan lemak yang tinggi.

Dengan menangani gejala asam urat dan mengatasinya dengan tepat, kemungkinan penyakit ini kambuh dengan tingkat keparahan yang lebih berat bisa dihindari. Patuh kepada terapi yang dianjurkan dokter dan berusaha hidup secara sehat akan banyak membantu anda.