Asam Urat : Gejala, Penyebab dan Cara Mengobatinya Secara Tepat

Penyakit asam urat adalah penyakit dengan gejala-gejala seperti rasa panas dan pembengkakan pada persendian yang disertai dengan rasa sakit/nyeri yang tidak tertahankan. Penyakit ini disebabkan oleh kadar asam urat tinggi dalam darah.

Meski bukan merupakan penyakit berbahaya, jika terus dibiarkan dalam jangka waktu yang lama tanpa penanganan serius, penyakit asam urat bisa berdampak sangat buruk. Banyak juga diantaranya yang mendapatkan komplikasi penyakit mematikan akibat lambannya penanganan. Tentu tak ada yang ingin hal itu terjadi, maka dari itu sebaiknya diketahui, dideteksi, dan dikenali beragam penyebabnya sejak dini. Hal ini sebagai salah satu upaya antisipasi agar penyakit ini bisa ditangani dengan benar sejak dini sebelum sampai pada tahap komplikasi.

Berdasarkan catatan sejarah, penyakit asam urat merupakan salah satu penyakit yang paling tua di dunia. Pasalnya, penyakit ini ternyata sudah dikenal sejak 2000 tahun yang lalu. Pada jaman dahulu penyakit ini sering menyerang orang-orang kelas bangsawan atau menengah atas. Bahkan, penyakit ini dalam beberapa literatur sering disebut sebagai ‘penyakit raja-raja’. Hal itu terjadi karena penyakit ini sering diasosiasikan dengan makanan-makanan enak dan lezat, yang pada jaman itu hanya bisa dinikmati kaum bangsawan.

Pengertian Asam Urat

Asam urat (uric acid) adalah senyawa turunan purin (C5H4N4O3) dengan rasio plasma antara 8,3 mg/dL (~494µmol/L) (1 mg/dL = 59,48 µmol/L). Senyawa yang secara normal sudah ada di dalam tubuh kita. Setelah terbentuk, senyawa ini akan dibuang melalui ginjal. Kadar asam urat normal dalam darah sekitar 2.4 – 6 mg / dl (pada wanita) dan 3.4 – 7 mg / dl (pada pria). Angka ini bisa bervariasi tergantung dari nilai baku masing-masing laboratorium.

Jika kadar asam urat tinggi atau melebihi nilai normal di atas, senyawa ini akan mengkristal dan menumpuk di dalam dan di sekitar persendian dalam bentuk kristal monosodium urat. Jika penumpukkan dibiarkan dalam jangka waktu lama apalagi sampai bertahun-tahun makaakan menyebabkan peradangan pada sendi dan jaringan di sekitarnya dan menimbulkan rasa sakit terutama jika digerakkan. Kondisi peradangan sendi inilah yang disebut penyakit asam urat atau gout arthritis. (Baca juga Asam Urat : Kenali Gejala, Penyebab, Obat dan Cara Pencegahannya)

Fakta Tentang Penyakit Asam Urat

Ada beberapa fakta yang wajib diketahui tentang penyakit ini. Beragam fakta tersebut didapat dari hasil penelitian ilmiah yang dilakukan oleh para ahli serta pakar kesehatan dunia.

Berikut ini beberapa fakta sebagaimana dirilis oleh situs kesehatan dunia healthcentral.com :

  • Banyak obat bisa menyebabkan peningkatan kadar asam urat, seperti hydrochlorothiazide, aspirin, dan beberapa antibiotik.
  • Penggunaan alkohol meningkatkan risiko terkena penyakit asam urat.
  • Selain menyebabkan arthritis, asam urat dapat merusak ginjal.
  • Semua manusia beresiko mengidap penyakit asam urat, tetapi jarang terjadi pada wanita yang belum menopause dan pria yang belum menginjak dewasa.

Sementara itu, penelitian dari Rumah Sakit Nasional Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta beberapa waktu lalu menunjukan bahwa penderita penyakit ini semakin meningkat dari tahun ke tahun. Bahkan memiliki kecenderungan penyakit ini mulai banyak diderita pada usia muda.

Gejala Penyakit Asam Urat

Setiap orang yang mengidap penyakit, tentu akan memiliki gejala tertentu. Begitupun juga dengan penyakit asam urat yang mana terdapat beberapa gejala tertentu. Adapun gejala-gejala tersebut bisa dijadikan sebagai salah satu informasi penting untuk mengenalinya sejak dini. Dengan mengenalinya sejak awal, maka bisa dilakukan langkah preventif ataupun pengobatan yang tepat. (Baca Gejala Asam Urat Dan Cara Mengatasinya Dengan Tepat)

Ada beragam pendapat dan informasi tentang apa saja gejala dari penyakit ini, berikut adalah di antaranya :

  • Sering mengalami nyeri sendi : penyakit asam urat memang biasanya menyerang bagian sendi, baik itu pada bagian kaki, pergelangan tangan, pergelangan kaki, sikut, lutut dan persendian lainnya.
  • Terjadi peradangan dan memar : bagian sendi yang mulanya terasa sakit itu kemudian menjadi bengkak, dan memerah.
  • Terjadi penurunan mobilitas sendi : ini terjadi ketika penyakit ini sudah memasuki tahapan selanjutnya yang lebih parah.

Perkembangan gejala penyakit ini sangat cepat dan bisa memburuk dalam beberapa jam pertama. Nyeri sendi bisa berlangsung selama 3-10 hari. Nyeri akan segera diikuti adanya pembengkakan yang disertai rasa seperti panas terbakar dan kulit kemerahan. Kondisi ini membuat penderita mengalami kesulitan bergerak karena sendi-sendi menjadi kaku disertai nyeri yang hebat.

Manifestasi lain biasanya berupa tofi. Tofi adalah benjolan-benjolan kecil berwarna putih yang biasanya terdapat di daun telinga, dan jari-jari tangan atau kaki.

Saat gejala mulai menurun, bengkak pada persendian perlahan mulai menghilang. Pembengkakan ini akan meninggalkan bekas berupa kulit seperti bersisik, mengelupas, dan terasa gatal.

Faktor Penyebab Asam Urat yang Harus Diwaspadai

Penyakit ini disebabkan oleh dua hal, pertama kelebihan produksi di dalam tubuh akibat asupan sumber-sumber purin yang tinggi dari makanan. Kedua, laju pembuangan melalui ginjal yang tidak berjalan normal.

Terdapat beberapa faktor tertentu yang menjadi penyebab kemunculan penyakit ini. Beberapa faktor tersebut adalah :

  • Gaya hidup : asupan makanan yang mengandung banyak purin seperti daging, makanan laut, makanan dan minuman yang mengandung pemanis (fruktosa), dan konsumsi alkohol.
  • kondisi tubuh penderita : Obesitas ( kelebihan berat badan), penderita penyakit-penyakit seperti hipertensi, diabetes, sindrom metabolik, penyakit jantung dan ginjal.
  • Penggunaan obat tertentu : pengguna obat-obat seperti diuretic tiazid, niacin, aspirin dosis rendah, obat imunosupresif siklosporin dan tacrolimus.
  • Faktor genetika : Adanya riwayat keluarga yang pernah menderita penyakit asam urat diketahui berpengaruh sangat tinggi terhadap kerentanan seseorang menderita penyakit ini.
  • Faktor resiko lain adalah usia dan jenis kelamin. Umumnya penyakit ini lebih sering menyerang pria daripada wanita, tetapi saat memasuki usia menopause resiko terserang penyakit ini meningkat pada wanita.

Pengobatan Asam Urat

Jika masih ringan, penyakit ini biasanya bisa reda dengan sendirinya. Namun untuk mencegah memburuknya penyakit dan mencegah komplikasi penyakit yang lebih berat, penanganan yang tepat harus dilakukan.

Karena pada dasarnya penyakit ini tidak bisa disembuhkan, pengobatan hanya bertujuan untuk mengurangi rasa sakit dan peradangan serta mengontrol kadar asam urat di dalam darah untuk mencegah terjadinya komplikasi.

Ada beberapa cara mengobati asam urat yang bisa anda lakukan. Hal ini sangat tergantung dari tingkat keparahan penyakit yang anda derita.

A. Metode Pengobatan Asam Urat Alami

Jika penyakit ini masih taraf ringan, anda bisa memilih pengobatan asam urat secara alami. Pengobatan secara alami ini memiliki kelebihan dibanding dengan metode lainnya, bahkan ini lebih disarankan oleh para ahli. Pengobatan secara alami bisa dilakukan dengan mengonsumsi atau menggunakan beberapa bahan alami dan aman. Beberapa cara pengobatan asam urat secara alami yang bisa dilakukan :

  • Banyak minum air putih
  • Perbanyak vitamin C
  • Konsumsi cuka madu
  • Konsumsi jus lemon atau buah cherry
  • Pilih makanan bersifat basa
  • Obati dengan obat herbal asam urat. Produk-produk obat herbal asam urat itu biasanya mengandung ekstrak Sambiloto (Andrografis paniculata), Temulawak (Curcuma xanthorriza), Tempuyung (Sunchus arvensis), Lada (Piper nigrum) dan Rumput teki (Cyperus rotundus).

B. Pengobatan Asam Urat Secara Medis

Ceritakan pada dokter gejala-gejala yang anda alami seperti di persendian mana anda merasakan nyeri, sejak kapan dan seberapa sering anda mengalami nyeri, dan hal-hal lain yang diperlukan. Dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan untuk memastikan anda benar menderita penyakit asam urat. Jika diperlukan pemeriksaan laboratorium juga dilakukan.

Setelah dipastikan anda menderita penyakit asam urat, dokter akan memberikan penanganan yang diperlukan. Jika dibutuhkan terapi dengan obat asam urat, beberapa obat berikut lazim digunakan :

  • Untuk membantu menghilangkan gejala, obat-obat penghilang rasa sakit (analgetic) dan antiradang (anti inflamasi) berikut lazim digunakan : NSAID (ibuprofen, naproxen, celecoxib, piroxicam, diclofenac, asam mefenamat, dan nsaid lainnya), kortikosteroid, dan colchicine. Salah satu merk obat yang mengandung asam mefenamat misalnya mefinal.
  • Untuk membantu menurunkan kadar asam urat dalam darah : allopurinol atau Probenecid.

Pencegahan


Obat-obatan memang sangat membantu penanganan penyakit ini, tetapi obat-obatan hanya bisa mengurangi gejala dan mengontrol kadar asam urat dalam darah, namun tidak menyembuhkan.

Cara terbaik untuk menghindari penyakit ini dan mencegah terjadinya komplikasi adalah dengan cara hidup sehat. Berikut adalah cara-cara yang bisa dilakukan :

1. Membatasi asupan makanan tinggi purin

Makanan-makanan seperti jeroan, ikan sarden, daging merah (daging sapi, babi dan kambing), dan makanan laut (tuna, udang, kerang dan lobster) dibatasi maksimal 113 – 170 gr/hari. Batasi juga konsumsi sayur-sayuran seperti daun singkong, bayam, kangkung dan melinjo karena kandungan purin pada sayuran ini cukup tinggi. Kacang-kacangan juga diketahui mengandung purin yang tinggi sehingga sebaiknya juga dibatasi.

2. Makanan yang mengandung asam lemak jenuh yang tinggi

Makanan yang digoreng, bersantan, berisi margarine atau mentega sebaiknya dihindari karena asam lemak jenuh bisa menurunkan kemampuan ginjal mengeluarkan asam urat dari dalam tubuh. Konsumsi lemak sebaiknya tidak lebih dari 15 % dari total kalori.

3. Kurangi asupan karbohidrat sederhana

Makanan yang mengandung karbohidrat sederhana, seperti roti putih, kue, permen, dan makanan yang mengandung pemanis fruktosa, sebaiknya dikurangi. Sangat dianjurkan untuk memilih jenis karbohidrat kompleks seperti nasi, singkong, roti dan ubi tidak kurang dari 100 gram per hari.

4. Sebaiknya anda tidak mengkonsumsi alkohol

Sebaiknya jangan mengkonsumsi minuman beralkohol terutama bir karena alkohol akan meningkatkan kadar asam laktat dalam darah. Asam laktat menghambat pengeluaran asam urat dari tubuh.

5. Batasi asupan makanan yang mengandung protein hewani yang tinggi

Makanan seperti hati, otak, paru dan limpa sebaiknya dibatasi. Karena protein hewani dapat meningkatkan kadar asam urat dalam darah. Asupan protein yang baik adalah protein nabati, misalnya yang berasal dari susu, keju dan telur dengan jumlah berkisar antara 50 – 70 gram / hari 0.8 – 1 gram / kg BB / hari.

6. Asupan cairan yang cukup

Sangat disarankan bagi anda untuk mengkonsumsi cairan minimal 2.5 liter atau 10 gelas sehari. Konsumsin cairan yang cukup akan membantu proses pembuangan asam urat melalui urin. Cairan tidak harus air putih, tetapi bisa berupa teh, kopi, atau buah-buahan yang mengandung air yang banyak misalnya semangka, melon, blewah, nanas, belimbing, dan jambu air. Harus diingat tidak semua buah-buahan baik bagi penderita penyakit ini. Buah-buahan seperti alpukat dan durian sebaiknya dibatasi karena buah-buahan ini mempunyai kandungan lemak yang tinggi.

Penyakit asam urat adalah penyakit yang sangat berkaitan dengan gaya hidup. Oleh karena itu cara mengatasinya selalu berkaitan dengan mengubah pola hidup kita. Dengan sedini mungkin membiasakan pola hidup sehat, akan meminimalisir seseorang menderita penyakit ini.