Bdm syrup

Bdm syrup adalah obat yang digunakan sebagai obat untuk pengobatan penyakit termasuk gangguan rematik, penyakit kulit, kondisi alergi, persalinan prematur untuk mempercepat pengembangan paru-paru bayi, penyakit Crohn, bahkan kanker. Bdm syrup mengandung betamethasone, obat yang termasuk golongan kortikosteroid. Berikut ini adalah informasi lengkap Bdm syrup yang disertai tautan merk-merk obat lain dengan nama generik yang sama.

pabrik


Guardian pharmatama

golongan


Harus dengan resep dokter

kemasan


Bdm syrup dipasarkan dengan kemasan sebagai berikut :

  • Botol 60 ml syrup

kandungan


tiap kemasan Bdm syrup mengandung zat aktif (nama generik) sebagai berikut :

  • (Betamethasone 0.25 mg + Dexclorpheniramine maleat 2.0 mg) / 5 ml syrup

Sekilas tentang zat aktif (nama generik)


Betamethasone adalah obat steroid jenis glukokortikoid yang digunakan untuk pengobatan sejumlah penyakit termasuk gangguan rematik, penyakit kulit, kondisi alergi, persalinan prematur untuk mempercepat pengembangan bayi, penyakit Crohn, bahkan kanker seperti leukemia. Betamethasone bekerja dengan cara mencegah dan mengendalikan peradangan (inflamasi) dengan mengendalikan laju sintesis protein, menekan migrasi leukosit polimorfonuklear dan fibroblast, dan membalikkan permeabilitas kapiler dan stabilisasi lisosom.

Betamethasone tersedia dalam beberapa bentuk senyawa, diantaranya betamethasone dipropionat, natrium fosfat dan valerate. Obat ini bisa juga digunakan secara kombinasi dengan clotrimazole, asam salisilat, dan kombinasi 3 obat dengan clotrimazole dan gentamicin. Kombinasi-kombinasi ini digunakan untuk mengatasi gangguan pada kulit seperti dermatitis dan psoriasis.

Indikasi Bdm syrup


Kegunaan Bdm syrup (betamethasone) adalah untuk pengobatan kondisi-kondisi berikut :

  • Bdm syrup (betamethasone) digunakan untuk mengobati kondisi alergi yang parah seperti asma, angioedema, dermatitis atopik, dermatitis kontak, reaksi hipersensitivitas obat, dan rhinitis alergi.
  • Gangguan rematik : Bdm syrup (betamethasone) digunakan sebagai tambahan untuk terapi jangka pendek arthritis gout (asam urat) akut, karditis rematik akut, ankylosing spondylitis, psoriatic arthritis, dan rheumatoid arthritis.
  • Bdm syrup (betamethasone) bisa digunakan untuk persalinan bayi prematur untuk membantu pengembangan paru.
  • Kortikosteroid seperti Bdm syrup (betamethasone) juga digunakan untuk mengobati phimosis (kulup ketat) pada laki-laki.
  • Penyakit kulit seperti dermatitis dan psoriasis.
  • Gangguan endokrin : hiperplasia adrenal kongenital, hiperkalsemia yang terkait dengan kanker, tiroiditis non supuratif.
  • Hematologi : Acquired (autoimun) anemia hemolitik, Diamond-Blackfan anemia, aplasia sel darah merah murni.
  • Neoplastik : Untuk manajemen paliatif pada leukemia dan limfoma.
  • Sistem saraf : eksaserbasi akut multiple sclerosis, edema serebral terkait dengan tumor otak primer atau metastasis atau kraniotomi.
  • Mata : Penyakit Oftalmia simpatis, arteritis temporal, uveitis dan kondisi peradangan mata yang tidak responsif terhadap kortikosteroid topikal.
  • Penyakit ginjal : Untuk menginduksi diuresis atau remisi proteinuria pada sindrom nefrotik idiopatik atau yang disebabkan lupus eritematosus.
  • Penyakit pada saluran pernafasan : Berylliosis, TBC paru-paru fulminan, pneumonia eosinofilik idiopatik, sarkoidosis simptomatik.
  • Untuk pengobatan dermatomiositis, polymyositis, dan lupus eritematosus sistemik.
  • Bersama dengan fludrocortisone untuk insufisiensi adrenocortical.

Kontra indikasi


  • jangan digunakan untuk pasien yang memiliki riwayat hipersensitif pada betamethasone dan obat golongan kortikosteroid lainnya.
  • Pemberian vaksin hidup atau dilemahkan merupakan kontraindikasi pada pasien yang menggunakan dosis imunosupresif dari obat-obat kortikosteroid.
  • Kortikosteroid dosis tinggi, tidak boleh digunakan untuk pengobatan cedera otak traumatis yang berhubungan dengan mata. Penggunaan kortikosteroid dapat menyebabkan katarak subkapsular posterior, glaukoma dengan kemungkinan kerusakan pada saraf optik, dan dapat meningkatkan pembentukan infeksi okular sekunder karena bakteri, jamur, atau virus.
  • Penggunaan kortikosteroid oral tidak dianjurkan dalam pengobatan optik neuritis dan dapat menyebabkan peningkatan risiko episode baru.
  • Kortikosteroid tidak boleh digunakan dalam aktif okular herpes simpleks.
  • Obat ini tidak boleh diberikan untuk pasien yang mendapat terapi penghambat MAO, bayi baru lahir dan prematur, penderita infeksi jamur sistemik, bayi yang sedang diimunisasi, dan pasien penderita tukak lambung.

baca efek samping Bdm syrup, dan hal-hal yang harus diperhatikan saat menggunakan obat ini di halaman berikutnya…