betagentam tetes mata

Betagentam tetes mata adalah obat yang digunakan sebagai obat untuk pengobatan penyakit mata terutama karena alergi akut dan kronis yang disertai radang. Betagentam tetes mata mengandung betamethasone dihydrogen phosphate disodium, obat yang termasuk golongan kortikosteroid dan gentamicin sulfate, obat yang termasuk antibiotik golongan aminoglikosida. Berikut ini adalah informasi lengkap betagentam tetes mata yang disertai tautan merk-merk obat lain dengan nama generik yang sama.

pabrik


Sanbe farma

golongan


Harus dengan resep dokter

kemasan


Betagentam tetes mata dipasarkan dengan kemasan sebagai berikut :

  • Botol 5 ml tetes mata

kandungan


tiap kemasan betagentam tetes mata mengandung zat aktif (nama generik) sebagai berikut :

  • (Betamethasone dihydrogen phosphate disodium 1 mg + gentamicin sulfate 5 mg) / ml tetes mata

Sekilas tentang zat aktif (nama generik)


Betamethasone adalah obat steroid jenis glukokortikoid yang digunakan untuk pengobatan sejumlah penyakit termasuk gangguan rematik, penyakit kulit, kondisi alergi, persalinan prematur untuk mempercepat pengembangan bayi, penyakit Crohn, bahkan kanker seperti leukemia. Betamethasone bekerja dengan cara mencegah dan mengendalikan peradangan (inflamasi) dengan mengendalikan laju sintesis protein, menekan migrasi leukosit polimorfonuklear dan fibroblast, dan membalikkan permeabilitas kapiler dan stabilisasi lisosom.

Betamethasone tersedia dalam beberapa bentuk senyawa, diantaranya betamethasone dihydrogen phosphate disodium dan gentamicin sulfate, dipropionat, dan valerate. Obat ini bisa juga digunakan secara kombinasi dengan clotrimazole, asam salisilat, dan kombinasi 3 obat dengan clotrimazole dan gentamicin. Kombinasi-kombinasi ini digunakan untuk mengatasi gangguan pada kulit seperti dermatitis dan psoriasis.

Gentamicin adalah antibiotika golongan aminoglikosida yang digunakan secara luas terutama untuk mengobati infeksi-infeksi yang disebabkan oleh bakteri gram negatif, seperti  Pseudomonas, Proteus, Serratia, dan Staphylococcus. Gentamicin juga digunakan untuk septikemia (keracunan darah oleh bakteri patogenik dan atau zat-zat yang dihasilkan oleh bakteri tersebut), meningitis (radang selaput otak), infeksi saluran kemih, saluran pernafasan, saluran pencernaan, kulit, tulang, dan jaringan lunak. Gentamicin tidak digunakan untuk infeksi yang disebabkan oleh Neisseria gonorrhoeae, Neisseria meningitidis atau infeksi bakteri Legionella pneumophila (karena berisiko pasien akan mengalami shock dari lipid A endotoksin  yang ditemukan dalam organisme bakteri gram negatif tertentu). Gentamicin juga berguna melawan Yersinia pestis dan Francisella tularensis.

Indikasi


Kegunaan betagentam tetes mata (betamethasone dihydrogen phosphate disodium dan gentamicin sulfate) adalah untuk pengobatan kondisi-kondisi berikut :

  • Alergi akut dan kronis yang disertai radang (inflamasi).
  • Infeksi eksternal pada bola mata dan adneksanya yang disebabkan oleh organisme yang sensitif terhadap gentamicin.
  • Peradangan mata yg responsif terhadap pengobatan dengan kortikosteroid.

Kontra indikasi


  • jangan digunakan untuk pasien yang memiliki riwayat hipersensitif pada betamethasone dan obat golongan kortikosteroid lainnya.
  • Jangan memberikan obat ini untuk penderita yang mengalami reaksi hipersensitivitas terhadap gentamicin atau antibiotika golongan aminoglikosida lainnya.
  • Kortikosteroid tidak boleh digunakan dalam aktif okular herpes simpleks.
  • Jangan digunakan untuk penderita infeksi yang disebabkan oleh bakteri, virus, jamur, infeksi TB atau infeksi purulen pada mata.
  • Jangan digunakan untuk penderita glaukoma atau keratitis herpes.
  • Jangan digunakan bersama lensa kontak.
  • Hindarkan juga pemakaian antibiotik ini untuk bayi prematur ataupun bayi baru lahir.

Efek samping betagentam tetes mata


Berikut adalah beberapa efek samping betagentam tetes mata (betamethasone dihydrogen phosphate disodium dan gentamicin sulfate) yang mungkin terjadi :

  • Reaksi hipersensitivitas seperti ruam kulit, kesulitan bernafas, dan reaksi alergi lainnya.
  • Efek samping lainnya misalnya, iritasi pada mata, dan penglihatan kabur.
  • Kortikosteroid dosis tinggi, tidak boleh digunakan untuk pengobatan cedera otak traumatis yang berhubungan dengan mata. Penggunaan kortikosteroid dapat menyebabkan katarak subkapsular posterior, penebalan dan perforasi kornea, glaukoma dengan kemungkinan kerusakan pada saraf optik, dan dapat meningkatkan pembentukan infeksi okular sekunder karena bakteri, jamur, atau virus.

Baca dosis, efek obat terhadap wanita hamil, dan hal-hal yang harus diperhatikan selama menggunakan obat ini di halaman berikutnya…