Carbocysteine

Carbocysteine adalah obat yang digolongkan sebagai agen mukolitik, yaitu obat yang berfungsi mengencerkan dahak sehingga lebih mudah dikeluarkan. Obat ini sering digunakan untuk meringankan gejala Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) dan bronkiektasis.

Carbocysteine bekerja dengan cara mengurangi hiperplasia sel goblet (sel yang memproduksi lendir). Lendir yang dihasilkan di bawah pengaruh Carbocysteine mempunyai kandungan sialomucin yang lebih tinggi dan kandungan fucomucin yang lebih lebih rendah. Sialomucin mempengaruhi sifat rheologi lendir. Di samping itu, juga mampu mengurangi radang pada bronkus dan bronkospasme. Pada pengobatan bronkitis kronis, obat ini mampu mengurangi kekentalan lendir.

Carbocysteine diserap dengan baik di saluran pencernaan. Obat ini mencapai konsentrasi puncak kira-kira setelah 2 jam penggunaan. Obat ini mampu menembus ke dalam jaringan paru-paru dan lendir pada saluran pernafasan.

Obat ini biasanya dipasarkan dalam bentuk sediaan Carbocysteine capsul 375 mg, syrup 100 mg/5 ml, dan syrup 250 mg/5 ml. Sediaan-sediaan obat yang mengandung Carbocysteine hanya bisa didapatkan dengan resep dokter.

Merk-merk obat yang mengandung Carbocysteine


Carbocysteine

Rhinathiol Syrup salah satu merk obat yang mengandung Carbocysteine

Berikut beberapa merk obat yang mengandung Carbocysteine :

Indikasi


Kegunaan Carbocysteine adalah untuk membantu pengobatan penyakit-penyakit pada sistem pernafasan dengan ciri-ciri adanya lendir yang kental dan berlebihan. Penyakit-penyakit yang bisa diobati dengan obat ini misalnya :

  • Bronkitis akut dan kronis
  • Bronkiektasis
  • Infeksi sinus
  • Radang tenggorokan
  • Tracheitis
  • Otitis media supurative (glue ear)
  • Dan Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK)

Kontra indikasi


  • jangan menggunakan obat ini untuk pasien yang memiliki riwayat hipersensitif/alergi terhadap  Carbocysteine .
  • Tidak boleh diberikan kepada penderita ulkus peptikum yang aktif.
  • Tidak boleh digunakan bersamaan dengan antitusif (penekan batuk) atau obat-obatan yang mempunyai aksi mengeringkan sekresi bronkial.

Efek Samping


Obat ini umumnya bisa ditoleransi dengan baik, terutama jika digunakan pada dosis yang dianjurkan. Berikut adalah beberapa efek samping Carbocysteine yang mungkin terjadi :

  • Efek samping yang relatif ringan yaitu gangguan pada saluran pencernaan misalnya mual, muntah, nyeri lambung dan nyeri pada ulu hati. Efek samping ini biasanya akan hilang jika dilakukan pengurangan dosis.
  • Efek samping yang lebih serius tetapi kejadiannya jarang misalnya reaksi alergi seperti kulit kemerahan, bengkak pada wajah, sesak nafas dan kadang-kadang demam. Pada beberapa orang yang sangat peka, reaksi alergi obat ini bisa menyebabkan sindrom Stevens-Johnson  dan eritema multiforme.

Perhatian


Hal-hal yang perlu diperhatikan pasien saat menggunakan obat ini adalah sebagai berikut :

  • Keamanan pemakaian obat ini untuk ibu menyusui belum diketahui dengan jelas. Oleh karena itu, pemakaian selama menyusui sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter.
  • Penggunaan obat sebaiknya dilakukan setelah makan atau bersama makanan untuk mengurangi potensi ketidaknyamanan pada saluran pencernaan.
  • Orang-orang yang mempunyai riwayat penyakit ulkus peptik harus hati-hati menggunakan obat ini.
  • keamanan penggunaan obat ini pada anak usia di bawah 2 tahun belum dipastikan.
  • Meskipun pada pengujian yang dilakukan pada mamalia obat ini tidak menunjukan efek teratogenik (mengakibatkan kecacatan janin), penggunaan Carbocysteine selama kehamilan tidak dianjurkan, terutama pada trimester pertama.

Penggunaan oleh ibu hamil


Meskipun pada pengujian yang dilakukan pada mamalia obat ini tidak menunjukan efek teratogenik (mengakibatkan kecacatan janin), penggunaan Carbocysteine selama kehamilan tidak dianjurkan.

Interaksi obat


Berikut adalah data interaksi jika digunakan bersamaan dengan obat lain :

  • Carbocisteine merupakan antagonis terhadap preparat yang mengandung pholcodine linctus.

Dosis Carbocysteine


Carbocysteine diberikan dengan dosis berikut :

Sediaan tablet/capsul

  • Dosis awal : 3 x sehari 2 capsul. Selanjutnya 4 x sehari 1 capsul.

Sediaan syrup 250 mg/5 ml :

  • Dewasa, dosis awal : 4 x sehari 15 ml (1 sendok makan). Selanjutnya dikurangi sampai 4 x sehari 10 ml (½ sendok makan).
  • Anak-anak : Untuk anak-anak sebaiknya dipilih sediaan syrup 100 mg/5 ml syrup. Namun jika tidak tersedia, syrup ini bisa diberikan dengan mengatur dosis 20 mg/kg berat badan/hari. Dibagi dalam beberapa kali pemberian.

Sediaan syrup 100 mg/5 ml :

  • Anak-anak usia 5-12 tahun : 3 x sehari 1 sendok takar (5 ml)
  • Anak-anak usia 2-5 tahun : 2 x sehari 1 sendok takar (5 ml)

Terkait