kemolexin

Ini adalah review terhadap obat dengan merk kemolexin. Di bagian akhir review ini juga disertakan tautan merk – merk obat lain dengan nama generik yang sama dengan kemolexin.

pabrik  


phyto kemo agung

golongan


obat keras

kemasan  


  • dos 10 x 10 kapsul 250 mg

kandungan     


  • cefalexin monohidrat setara cefalexin 250 mg / kapsul

Sekilas tentang zat aktif (nama generik)


cefalexin adalah antibiotik yang memiliki spektrum luas, aktif terhadap bakteri gram negatif mapun gram positif yang termasuk golongan antibiotik cephalosporin generasi pertama. cefalexin adalah antibiotik beta laktam, termasuk bakteriocidal yang bekerja dengan cara menghambat sintesis lapisan peptidoglikan dinding sel bakteri.

Indikasi kemolexin


  • Kegunaan kemolexin (cefalexin) adalah untuk mengobati sejumlah infeksi bakteri seperti : Otitis media, faringitis yang disebabkan oleh streptokokus, infeksi tulang dan sendi, pneumonia, selulitis, dan infeksi saluran kemih
  • kemolexin (cefalexin) digunakan juga untuk mencegah bacterial endocarditis dan pencegahan infeksi saluran kemih berulang
  • kemolexin (cefalexin) adalah antibiotic alternatif untuk pasien yang resisten terhadap antibiotic golongan penicillin

Kontra indikasi 


Penggunaan antibiotik kemolexin (cefalexin) harus dihindari pada pasien dengan riwayat mengalami reaksi hipersensitivitas pada kemolexin (cefalexin) dan antibiotik golongan cephalosporin lainnya.

Efek Samping kemolexin


  • Efek samping yang paling umum dari kemolexin (cefalexin), seperti cephalosporin oral yang lain, adalah gangguan pencernaan termasuk mual, muntah, dan diare.
  • Reaksi hipersensitivitas termasuk ruam kulit, urtikaria, demam, gatal, bengkak, kesulitan bernapas, kulit merah, melepuh, bengkak dan mengelupas
  • Pseudomembranous colitis dan Clostridium difficile  telah dilaporkan pada penggunaan kemolexin (cefalexin)
  • Jika tanda – tanda reaksi alergi terjadi segera hentikan pemakaian kemolexin (cefalexin) dan menghubungi pihak medis karena dapat terjadi shock anafilaksis yang bisa berakibat fatal
  • Kebanyakan obat antibiotik termasuk kemolexin (cefalexin) dapat menyebabkan diare, yang bisa saja merupakan tanda dari infeksi baru. Jika diare terjadi sangat berat misalnya berair atau memiliki darah di dalamnya, segera hubungi dokter Anda. Jangan menggunakan obat untuk menghentikan diare kecuali atas petunjuk dokter

Perhatian  


  • Hati-hati memberikan kemolexin (cefalexin) pada penderita dengan fungsi hati dan ginjal yang rusak terutama pada pemakaian obat dalam jangka waktu panjang.
  • Pemakaian oleh ibu menyusui secara umum aman tetapi pemakaiannya tetap harus hati – hati dan telah dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter

Toleransi terhadap kehamilan


penelitian pada reproduksi hewan tidak menunjukkan resiko pada janin dan tidak ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada wanita hamil / Penelitian pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin, tapi studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada wanita hamil tidak menunjukkan resiko pada janin pada trimester berapapun .

interaksi obat 


  • Probenesid menghambat sekresi kemolexin (cefalexin) sehingga meningkatkan konsentrasi obat ini dalam tubuh dan meningkatkan potensi terjadinya efek samping
  • Jika kemolexin (cefalexin) diberikan bersamaan dengan metformin dapat meningkatkan konsentrasi metformin dalam plasma sehingga meningkatkan efek farmakologinya
  • kemolexin (cefalexin) juga diketahui berinteraksi dengan obat diabetes, sehingga pemberian obat – obat ini secara bersamaan dengan kemolexin (cefalexin) sebaiknya dihindari

Dosis kemolexin


kemolexin (cefalexin) diberikan dengan dosis :

  • Dosis lazim dewasa untuk pencegahan(profilaksis) bacterial Endokarditis : 2 g secara oral sebagai dosis tunggal 1 jam sebelum operasi
  • Dosis lazim dewasa untuk Cystitis : 250 mg oral setiap 6 jam atau 500 mg oral setiap 12 jam selama 7 – 14 hari
  • Dosis lazim dewasa untuk Otitis Media : 500 mg secara oral setiap 6 jam selama 10 – 14 hari
  • Dosis lazim dewasa untuk Faringitis : 250 mg oral setiap 6 jam atau 500 mg oral setiap 12 jam
  • Dosis lazim dewasa untuk infeksi kulit atau jaringan lunak : 250 mg oral setiap 6 jam atau 500 mg oral setiap 12 jam
  • Dosis lazim dewasa untuk Osteomielitis : 500 mg secara oral setiap 6 jam, Terapi harus dilanjutkan selama sekitar 4 sampai 6 minggu, tergantung pada sifat dan tingkat keparahan infeksi. Osteomyelitis kronis mungkin memerlukan tambahan dua bulan terapi antibiotik ini
  • Dosis lazim dewasa untuk Prostatitis : 500 mg oral setiap 6 jam selama 14 hari
  • Dosis lazim dewasa untuk Pielonefritis : 500 mg secara oral setiap 6 jam selama 14 hari
  • Dosis lazim dewasa Infeksi Saluran Pernapasan bagian atas : 250 – 500 mg secara oral setiap 6 jam selama 7 – 10 hari
  • Dosis lazim dewasa untuk Infeksi Bakteri : 250 – 500 mg secara oral setiap 6 jam pengobatan harus dilanjutkan selama kurang lebih 7 – 21 hari, tergantung pada sifat dan tingkat keparahan infeksi.
  • Dosis lazim pediatric untuk Otitis Media : 12.5 – 25 mg / kg secara oral setiap 6 jam
  • Dosis lazim pediatric untuk Faringitis : Selama 1 tahun : Faringitis streptokokus : 12.5 – 25 mg / kg secara oral setiap 12 jam
  • Dosis lazim pediatric untuk infeksi kulit atau jaringan lunak : 12.5 – 25 mg / kg secara oral setiap 12 jam
  • Dosis lazim pediatric untuk pencegahan (profilaksis) bacterial Endokarditis : Sebagai alternatif pada pasien alergi penicillin : 50 mg / kg (maksimum 2 g) secara oral dalam dosis tunggal, 1 jam sebelum operasi

 Terkait


 Jika informasi ini berguna, bagikan ke teman – teman anda