tidifar

Ini adalah review terhadap obat dengan merk tidifar. Di bagian akhir review ini juga disertakan tautan merk-merk obat lain dengan nama generik yang sama dengan tidifar.

pabrik


Ifars

golongan


Harus dengan resep dokter

kemasan


tidifar dipasarkan dengan kemasan sebagai berikut :

  • Dos 10 x 10 tablet 200 mg
  • Dos 10 x 10 tablet 400 mg

kandungan


tiap kemasan tidifar mengandung zat aktif (nama generik) sebagai berikut :

  • Cimetidine 200 mg / tablet
  • Cimetidine 400 mg / tablet

Sekilas tentang zat aktif (nama generik)


Cimetidine adalah obat yang digolongkan sebagai antagonis reseptor histamin H2 (histamin H2-receptor antagonist). Cimetidine berfungsi sebagai obat untuk penyakit-penyakit yang disebabkan oleh kelebihan produksi asam lambung, seperti sakit maag dan tukak lambung. Obat ini bekerja dengan cara menghambat kerja reseptor histamin H2, yang sangat berperan dalam sekresi asam lambung. Penghambatan kerja reseptor H2 menyebabkan produksi asam lambung menurun baik dalam kondisi istirahat maupun adanya rangsangan oleh makanan, histamin, pentagastrin, kafein dan insulin.

Indikasi


Kegunaan tidifar (cimetidine) adalah untuk pengobatan kondisi-kondisi berikut :

  • Tidifar (cimetidine) digunakan dalam pengobatan gastroesophageal reflux disease (GERD), suatu penyakit akibat terjadinya iritasi karena kelebihan asam lambung dimana penderita mengalami sensasi seperti terbakar di area dada dan kerongkongan.
  • Untuk mengobati tukak lambung dan tukak usus duabelas jari.
  • Obat ini juga berguna untuk menangani erosif esophagitis, meskipun efektivitasnya lebih rendah daripada obat-obat golongan penghambat pompa proton seperti omeprazole atau lansoprazole.
  • Untuk pengobatan zollinger ellison syndrome, penyakit langka karena adanya tumor pankreas atau usus duabelas jari melepaskan hormon sehingga terjadi kelebihan sekresi asam lambung.
  • Pada pengobatan penyakit maag, antagonis H2 seperti tidifar (cimetidine) lebih baik daripada antasida, misanya durasi kerja yang lebih lama, efektivitas lebih tinggi, termasuk jika digunakan sebagai pencegahan (profilaksis) kambuhnya maag dengan cara digunakan sebelum makan.

Kontra indikasi


  • jangan digunakan untuk pasien yang memiliki riwayat hipersensitif pada cimetidine atau obat golongan antagonis reseptor H2 lainnya.

Efek samping tidifar


Secara umum obat ini bisa ditoleransi dengan baik, meskipun dibandingkan dengan anatagonis reseptor H2 yang lebih baru seperti ranitidine efek sampingnya lebih banyak. Berikut adalah beberapa efek samping tidifar (cimetidine) yang mungkin terjadi :

  • sakit kepala, pusing, dan mengantuk.
  • Efek samping pada saluran kardiovaskular seperti takikardia, bradikardia, hipotensi, perpanjangan interval QT, telah dilaporkan pada penggunaan antagonis reseptor H2. Efek ini lebih sering terjadi pada penggunaan secara intravena. Sedangkan penggunaan secara oral maupun infus, efek samping ini lebih jarang terjadi.
  • Meskipun jarang, diskrasia darah kadang terjadi pada pemakaian obat ini. Jika pasien yang memakai obat ini mengalami demam, menggigil, sakit tenggorokan, mudah memar, dan gejala lain dari diskrasia darah, pemakaian obat ini sebaiknya dihentikan.
  • Efek pada organ hati sangat secara umum jarang. Jika ciri-ciri toksisitas hati terjadi seperti demam, ruam, eosinofilia, dan ciri-ciri hipersensitivitas lainnya terjadi, segera hentikan pemakaian obat ini.
  • Hati-hati menggunakan tidifar (cimetidine) pada pasien yang pernah mengalami toksisitas hati akibat pemakaian antagonis reseptro H2 lain seperti famotidine.
  • Reaksi hipersensitivitas akibat pemakaian obat ini sangat jarang, namun jika terjadi pertolongan medis harus segera diberikan karena bisa menyebabkan syok anafilaksis yang berakibat fatal.
  • Efek pada ginjal yang diketahui terjadi setelah pemakaian obat ini adalah terjadinya peningkatan serum kreatinin. Peningkatan kadang bisa mencapai 20 %. Pasien-pasien dengan kelainan ginjal, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter jika akan menggunakan obat ini.

Perhatian


  • Pemakaian harus dihentikan jika tanda-tanda awal reaksi alergi seperti ruam, gatal, sakit tenggorokan, demam, arthralgia, pucat, atau tanda-tanda lainnya muncul, karena jika terjadi bisa berakibat fatal.
  • Obat ini diketahui ikut keluar bersama air susu ibu (ASI). Meskipun obat ini didegradasi dengan sangat cepat oleh kondisi asam sehingga hanya sejumlah kecil obat yang masuk ke air susu ibu dan terminum oleh bayi, pemakaian tidifar (cimetidine) oleh ibu menyusui sebaiknya dihindari. Namun jika anda ragu, berkonsultasilah dengan dokter anda.
  • Sebaiknya tidak digunakan untuk anak-anak di bawah usia 16 tahun kecuali atas pertimbangan medis dari dokter.
  • Hati-hati menggunakan obat ini pada pasien dengan gangguan fungsi hati dan ginjal.
  • obat ini bisa menyebabkan pusing. Jangan mengemudi atau menyalakan mesin selama menggunakan obat ini.

Penggunaan tidifar oleh ibu hamil


penelitian pada reproduksi hewan tidak menunjukkan resiko pada janin dan tidak ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada wanita hamil / Penelitian pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin, tapi studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada wanita hamil tidak menunjukkan resiko pada janin di trimester berapapun.

Penelitian pada hewan tidak bisa digunakan acuan keamanan obat ini jika digunakan oleh ibu hamil. Karena penelitian klinis pada manusia belum dilakukan sebaiknya penggunaan oleh ibu hamil hanya jika sangat dibutuhkan.

interaksi obat


Berikut adalah interaksi tidifar (cimetidine) dengan obat-obat lain :

  • Tidifar (cimetidine) mengurangi metabolisme obat-obat seperti antikoagulan warfarin dan kumarin, fenitoin, propanolol, nifedipin, diazepam, tramadol dan metadon yang mengakibatkan peningkatan kadar obat-obat tersebut dalam plasma darah sehingga meningkatkan potensi terjadinya efek samping yang merugikan.
  • Obat-obat yang bioavailabilitasnya baik dalam kondisi asam seperti ketokonazole, atazanavir, dan ester ampicillin, penyerapannya akan menurun sehingga mengurangi efektivitasnya.
  • Sedangkan obat-obat yang labil dalam kondisi asam seperti erythromycin, dan digoxin penyerapannya akan meningkat.
  • Penggunaan dengan kontrasepsi hormonal sebaiknya dihindari karena tidifar (cimetidine) adalah antagonis kompetitif dihidrotestosteron (DHT) reseptor, yang menyebabkan efek farmakologis estrogen meningkat Hal ini dapat menyebabkan galaktorea pada wanita, sedangkan laki-laki bisa mengalami ginekomastia.

Dosis tidifar


Tidifar (cimetidine) diberikan dengan dosis sebagai berikut :

  • tukak usu 12 jari, dewasa : 3 x sehari 200 mg bersama makan dan 400 mg sebelum tidur. Dosis dapat dinaikkan menjadi 4 x sehari 400 mg selama 4-8 minggu.
  • Sindrom zollinerg-ellison, dewasa : 4 x sehari 400 mg bersama makan dan 400 mg sebelum tidur.
  • Radanf lambung dan usus 12 jari : 3 x sehari 200 mg dan 400 mg sebelum tiur selama 4-6 minggu.
  • Radang pada saluran pencernaan bagian atas : 4 x sehari 400 mg.
  • Refluks esofagus : 3 x sehari 400 mg dan 400 mg sebelum tidur.
  • Dosis maksimum 1.2 gram / hari.
  • Dosis lazim cimetidine klik di sini.

Terkait


Jika informasi ini berguna, bagikan ke teman – teman anda