fungiderm powder

Fungiderm powder adalah obat anti jamur yang digunakan terutama kandidiasis dan pitiriasis versicolor. Fungiderm powder mengandung zat aktif clotrimazole yang termasuk obat anti jamur golongan imidazole. Berikut ini adalah informasi lengkap fungiderm powder yang disertai tautan merk-merk obat lain dengan nama generik yang sama.

pabrik


Konimex

golongan


Bisa diperoleh tanpa resep dokter

kemasan


Fungiderm powder dipasarkan dengan kemasan sebagai berikut :

  • Botol 20 gram powder 1 %

kandungan


tiap kemasan fungiderm powder mengandung zat aktif (nama generik) sebagai berikut :

  • Clotrimazole 10 mg / g powder

Sekilas tentang zat aktif (nama generik)


Clotrimazole adalah obat yang digunakan untuk mengobati berbagai infeksi jamur, seperti infeksi jamur pada vagina, tenggorokan, sariawan, serta panu dan kurap. Obat ini termasuk golongan imidazole yang bekerja dengan cara mengubah permeabilitas dinding sel jamur. Clotrimazole mengikat fosfolipid dalam membran sel dan menghambat biosintesis ergosterol dan sterol lain yang diperlukan untuk produksi membran sel. Hal ini menyebabkan kematian sel melalui hilangnya unsur intraseluler.

Indikasi


Berikut ini adalah beberapa kegunaan fungiderm powder (clotrimazole) :

  • Fungiderm powder (clotrimazole) digunakan untuk mengobati infeksi jamur terutama kandidiasis dan trikomoniasis.
  • Sediaan topikal seperti cream lebih banyak digunakan untuk infeksi jamur pada kulit seperti jamur pada sela-sela jari kaki (athlete’s foot), jamur pada kuku (onkomikosis), jamur pada lipatan kulit, lipatan paha, kulit kepala, serta jamur pada tubuh (panu dan kadas).

Kontra indikasi


  • Jangan menggunakan obat ini untuk pasien yang memiliki riwayat hipersensitif pada clotrimazole atau obat golongan imidazole lainnya.

Efek samping


Berikut adalah beberapa efek samping fungiderm powder (clotrimazole) :

  • Sediaan cream yang digunakan pada kulit umumnya mempunyai efek samping seperti rasa panas, eritema, edema, gatal, rasa seperti terbakar, pedih, urtikaria, dan kejadian iritasi umum lain.

Perhatian


Hal-hal yang perlu diperhatikan pasien selama menggunakan obat ini adalah sebagai berikut :

  • Pemakaian harus dihentikan jika muncul ruam kulit atau tanda lain yang menunjukkan reaksi alergi.
  • Keamanan dan efektivitas pada anak-anak di bawah usia 3 tahun belum ditetapkan. Oleh karena itu, penggunaannya tidak dianjurkan.

Penggunaan oleh wanita hamil


FDA (badan pengawas obat dan makanan amerika serikat) mengkategorikan clotrimazole oral kedalam kategori C dengan penjelasan sebagai berikut :

Penelitian pada reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin dan tidak ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada manusia, namun jika potensi keuntungan dapat dijamin, penggunaan obat pada ibu hamil dapat dilakukan meskipun potensi resiko sangat besar.

Penelitian pada hewan memang tidak selalu bisa dijadikan dasar keamanan pemakaian obat terhadap wanita hamil. Namun fakta bahwa obat ini telah menunjukkan efek buruk pada janin hewan harus menjadi perhatian serius jika ingin menggunakan obat ini untuk wanita hamil. Disarankan hanya digunakan jika tidak ada pilihan lain yang lebih aman.

Namun pada sediaan topikal obat ini dikategorikan ke dalam kategori B dengan penjelasan sebagai berikut :

penelitian pada reproduksi hewan tidak  menunjukkan resiko pada janin dan tidak ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada wanita hamil / Penelitian pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin, tapi studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada wanita hamil tidak menunjukkan resiko pada janin di trimester berapapun.

Sejumlah kecil obat ini dapat diserap secara sistemik setelah pemberian topikal dan pada vagina. Namun, obat ini masih dapat digunakan untuk mengobati infeksi jamur pada wanita hamil.

interaksi obat


Tidak ada interaksi obat yang signifikan untuk sediaan topikal.

Dosis fungiderm powder


Fungiderm powder (clotrimazole) diberikan dengan dosis sebagai berikut :

  • Oleskan secukupnya pada tempat yang terinfeksi 2 x sehari, pagi dan malam.
  • Perkembangan positif dengan berkurangnya rasa gatal biasanya terjadi pada minggu pertama pemakaian.
  • Jika pasien tidak memperlihatkan perkembangan positif dalam 4 minggu, perlu dilakukan diagnosis ulang.

Terkait


Jika informasi ini berguna, bagikan ke teman – teman anda