Esperson Cream

Esperson adalah obat yang digunakan untuk mengobati berbagai tipe eksim,dermatitis, dan psoriasis yang peka terhadap kortikosteroid. Esperson mengandung desoximetasone, obat yang termasuk golongan kortikosteroid topikal.

Berikut ini adalah informasi lengkap obat esperson cream yang disertai tautan merk-merk obat lain dengan nama generik yang sama.

pabrik


Sanofi aventis

golongan


Harus dengan resep dokter

kemasan


Esperson dipasarkan dengan kemasan sebagai berikut :

  • Tube 5 gram dan 15 gram cream

kandungan


Tiap kemasan obat esperson cream mengandung zat aktif (nama generik) sebagai berikut :

  • Desoximetasone 0.25 %

Sekilas tentang zat aktif (nama generik)


Desoximetasone adalah obat kortikosteroid topikal yang digunakan sebagai anti inflamasi, anti alergi, anti eksudatif, anti proliferasi dan anti pruritus pada dermatosis yang peka terhadap kortikosteroid. kortikosteroid topikal tidak bisa digunakan untuk mengobati penyakit kulit yang disebabkan oleh infeksi. Obat ini digunakan bila cara lain seperti penggunaan emolien tidak efektif.

Indikasi


Kegunaan esperson (desoximetasone) adalah sebagai anti inflamasi, anti alergi, anti eksudatif, anti proliferasi dan anti pruritus pada dermatosis yang peka terhadap kortikosteroid, misalnya penyakit eksim, dermatitis kontak, gatal akibat gigitan serangga, dan eksim skabies dikombinasikan dengan obat anti skabies.

Kontra indikasi


  • jangan digunakan untuk pasien yang memiliki riwayat hipersensitif/alergi obat desoximetasone atau obat golongan kortikosteroid lainnya.
  • Bukan obat untuk mengobati luka pada kulit karena infeksi bakteri, jamur atau virus.
  • Tidak boleh digunakan untuk mengobati reaksi kulit akibat vaksinasi, TBC, sifilis, cacar, rosacea (jerawat rosacea), perioral dermatitis, dan akne vulgaris.

Efek samping esperson


Berikut adalah beberapa efek samping esperson (desoximetasone) yang mungkin terjadi :

  • Pada penggunaan jangka panjang, esperson (desoximetasone) bisa menyebabkan atrofi, striae, telangiectasias, sensasi kulit seperti terbakar, rasa gatal, iritasi, kulit kering, folikulitis, jerawat, hipopigmentasi, dermatitis perioral, dermatitis kontak alergi, infeksi sekunder, dan miliaria.
  • Pada beberapa orang yang peka, obat ini kadang menimbulkan reaksi hipersensitif.

Penggunaan esperson untuk ibu hamil


FDA (badan pengawas obat dan makanan amerika serikat) mengkategorikan desoximetasone kedalam kategori C dengan penjelasan sebagai berikut :

Penelitian pada reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin dan tidak ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada manusia, namun jika potensi keuntungan dapat dijamin, penggunaan obat pada ibu hamil dapat dilakukan meskipun potensi resiko sangat besar.

Fakta bahwa obat ini telah terbukti menyebabkan efek buruk terhadap janin hewan, harus menjadi perhatian serius. Namun jika ada alasan medis yang mengharuskan penggunaan obat ini, dan tidak ada pilihan obat lain, penggunaan obat yang mengandung desoximetasone pada wanita hamil bisa dilakukan.

Penggunaan obat ini pada area tubuh yang luas, penggunaan jangka panjang, penekanan pada tempat penggunaan baik oleh pemakaian verban atau pakaian ketat sebaiknya dihindari karena bisa meningkatkan penyerapan obat ini ke dalam darah. Penyerapan yang tinggi akan meningkatkan potensi terjadinya efek samping yang merugikan pada janin.

perhatian


Hal-hal yang harus diperhatikan selama menggunakan obat ini, adalah sebagai berikut :

  • Jangan menggunakan obat ini pada area mata atau dekat area mata.
  • Area kulit yang diolesi cream esperson (desoximetasone) sebaiknya tidak dibalut verban, karena bisa meningkatkan penyerapannya ke dalam darah dan menimbulkan efek samping sistemik.
  • Belum diketahui apakah kortikosteroid topikal bisa diekskresikan melalui air susu ibu (ASI), namun karena potensi bahaya yang mungkin timbul pada bayi, sebaiknya penggunaan obat ini oleh ibu menyusui dilakukan secara hati-hati.
  • Penyerapan ke dalam darah terjadi lebih besar pada pasien anak usia < 6 tahun, penggunaan pada area kulit yang luas, penggunaan jangka panjang, dan penggunaan pakaian ketat pada area kulit yang diobati. Pada situasi ini, kortikosteroid topikal akan menimbulkan efek samping sistemik yang lebih besar.

Dosis esperson


Dosis esperson (desoximetasone) akan ditentukan dokter sesuai kondisi masing-masing pasien. berikut adalah dosis yang lazim yang bisa digunakan :

  • Oleskan tipis-tipis 2 x sehari.
  • Pengobatan tidak boleh melebihi 4 minggu.
  • Jangan digunakan pada area tubuh yang luas ( lebih dari 10 % luas area tubuh).
  • Sebaiknya tidak diverban atau ditutup kecuali diarahkan oleh petugas medis.

Terkait


Dalam pemilihan obat, manfaat yang diperoleh harus dipastikan lebih besar daripada risiko yang mungkin dialami pasien. Oleh karena itu, penggunaan obat esperson cream harus sesuai dengan yang dianjurkan.