renapepsa

Renapepsa adalah obat yang digunakan untuk mengobati penyakit-penyakit yang disebabkan oleh kelebihan produksi asam lambung, seperti sakit maag dan tukak lambung. Renapepsa termasuk obat golongan antagonis reseptor histamin H2 (histamin H2-receptor antagonist). Berikut ini adalah informasi lengkap renapepsa yang disertai tautan merk-merk obat lain dengan nama generik yang sama.

pabrik


Fahrenheit

golongan


Harus dengan resep dokter

kemasan


renapepsa dipasarkan dengan kemasan sebagai berikut :

  • Dos 30 tablet 20 mg

kandungan


tiap kemasan renapepsa mengandung zat aktif (nama generik) sebagai berikut :

  • Famotidine 20 mg / tablet

Sekilas tentang zat aktif (nama generik)


Famotidine adalah obat golongan antagonis reseptor histamin H2 (histamin H2-receptor antagonist). Famotidine berfungsi sebagai obat untuk penyakit-penyakit yang disebabkan oleh kelebihan produksi asam lambung, seperti sakit maag dan tukak lambung yang bekerja dengan cara menghambat secara kompetitif kerja reseptor histamin H2, yang sangat berperan dalam sekresi asam lambung. Penghambatan kerja reseptor H2 menyebabkan produksi asam lambung menurun baik dalam kondisi istirahat maupun adanya rangsangan oleh makanan, histamin, pentagastrin, kafein dan insulin. Tidak seperti cimetidine, famotidine tidak memiliki efek pada sistem enzim sitokrom P450.

Indikasi


Kegunaan renapepsa (famotidine) adalah untuk pengobatan kondisi-kondisi berikut :

  • Pengobatan gastroesophageal reflux disease (GERD) : penyakit yang terjadi karena iritasi oleh asam lambung dimana penderita mengalami sensasi terbakar pada area dada dan kerongkongan.
  • Untuk mengobati tukak lambung dan tukak usus duabelas jari.
  • Renapepsa (famotidine) digunakan juga untuk menangani erosif esophagitis, meskipun dibandingkan obat-obat golongan penghambat pompa proton seperti omeprazole atau lansoprazole, efektivitasnya lebih rendah.
  • Pengobatan zollinger ellison syndrome : penyakit langka karena adanya tumor di pankreas atau usus duabelas jari melepaskan hormon yang menyebabkan kelebihan sekresi asam lambung.
  • Pada pengobatan penyakit maag, antagonis H2 seperti renapepsa (famotidine) lebih baik dibandingkan antasida, karena durasi kerjanya lebih lama dan efektivitasnya lebih tinggi.
  • Pencegahan tukak lambung karena pemakaian obat-obat NSAID.
  • Mengurangi risiko aspirasi pneumonitis pada pasien sebelum menjalani operasi bedah.

Kontra indikasi


  • Jangan menggunakan obat ini untuk pasien yang memiliki riwayat hipersensitif pada famotidine atau obat golongan antagonis reseptor H2 lainnya.

Efek samping


Secara umum obat ini bisa ditoleransi dengan baik. Berikut adalah beberapa efek samping renapepsa (famotidine) yang mungkin terjadi :

  • sakit kepala, pusing, dan sembelit atau diare.
  • Ansietas, anoreksia, mulut kering, cholestatic jaundice meskipun kejadiannya sangat jarang.
  • Efek samping obat golongan antagonis reseptor H2 pada saluran kardiovaskular misalnya takikardia, bradikardia, hipotensi, perpanjangan interval QT, telah dilaporkan terjadi. Efek samping ini lebih sering terjadi pada penggunaan secara intravena. Sedangkan penggunaan secara oral maupun infus lebih jarang terjadi.
  • Efek samping hematologi seperti diskrasia darah kadang terjadi pada pemakaian obat ini. Jika pasien mengalami demam, menggigil, sakit tenggorokan, mudah memar, dan gejala lain dari diskrasia darah, pemakaian obat ini harus dihentikan.
  • Efek samping renapepsa (famotidine) pada organ hati secara umum jarang, namun tetap harus diwaspadai. Jika ciri-ciri toksisitas hati terjadi seperti demam, ruam, eosinofilia, dan ciri-ciri hipersensitivitas lainnya terjadi, obat ini harus dihentikan pemakaiannya.
  • Pasien yang pernah mengalami toksisitas hati akibat pemakaian antagonis reseptro H2 lain, harus hati-hati menggunakan obat ini.
  • Reaksi hipersensitivitas akibat pemakaian obat ini sangat jarang, namun jika terjadi bisa menyebabkan syok anafilaksis yang berakibat fatal.

Baca Dosis, efek untuk wanita hamil, dan hal-hal apa saja yang harus diperhatikan selama menggunakan obat ini di halaman berikutnya…

Perhatian


hal-hal yang perlu diperhatikan pasien jika menggunakan renapepsa (famotidine) adalah sebagai berikut :

  • Hentikan pemakaian renapepsa (famotidine) dengan segera jika anda mengalami reaksi alergi, seperti ruam, gatal, sakit tenggorokan, demam, arthralgia, pucat, atau tanda-tanda lainnya, karena bisa berakibat yang lebih fatal.
  • Hati-hati menggunakan obat ini pada pasien dengan gangguan fungsi hati dan ginjal.
  • obat ini bisa menyebabkan pusing. Jangan mengemudi atau menyalakan mesin selama menggunakan obat ini.
  • Renapepsa (famotidine) biasa digunakan pada bayi bahkan dengan dosis yang lebih tinggi daripada yang diekskresikan melaui air susu ibu (ASI). Lagipula obat ini didegradasi oleh kondisi asam sehingga jumlah yang terdapat dalam ASI sangat sedikit. Obat ini tidak menyebabkan efek yang terlalu serius pada bayi jika digunakan oleh ibu menyusui. Jika anda ragu konsultasilah dengan dokter anda, atau beri jarak yang cukup antara pemakaian obat dengan saat menyusui.

Penggunaan oleh ibu hamil


FDA (badan pengawas obat dan makanan amerika serikat) mengkategorikan famotidine kedalam kategori B dengan penjelasan sebagai berikut :

penelitian pada reproduksi hewan tidak menunjukkan resiko pada janin dan tidak ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada wanita hamil / Penelitian pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin, tapi studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada wanita hamil tidak menunjukkan resiko pada janin di trimester berapapun.

Penelitian pada hewan tidak bisa digunakan acuan keamanan obat ini jika digunakan oleh ibu hamil. Karena penelitian klinis pada manusia belum dilakukan sebaiknya penggunaan renapepsa (famotidine) oleh ibu hamil hanya jika sangat dibutuhkan.

interaksi obat


Belum diketahu secara tepat interaksi famotidine dengan obat-obat lain. Berikut adalah interaksi obat-obat antagonis reseptor histamin H2 dengan obat-obat lain yang perlu diwaspadai terjadi juga pada pemakaian obat-obat dengan kandungan zat aktif famotidine :

  • Obat-obat yang bioavailabilitasnya baik dalam kondisi asam seperti ketokonazole, itraconazole, atazanavir, dan ester ampicillin, penyerapannya akan menurun sehingga mengurangi efektivitasnya.
  • Sedangkan obat-obat yang labil dalam kondisi asam seperti erythromycin, dan digoxin penyerapannya akan meningkat.
  • antagonis histamin H2 menurunkan absorpsi sefpodoksim.

Dosis renapepsa


Renapepsa (famotidine) diberikan dengan dosis sebagai berikut :

  • tukak usus duabelas jari : 1 x sehari 40 mg sebelum tidur atau 2 x sehari 20 mg. pengobatan cukup selama 4 minggu, dan jarang digunakan lebih dari 6-8 minggu.
  • Pemeliharaan : 1 x sehari 20 mg sebelum tidur.
  • Hipersekresi patologis dan Sindrom zolliner ellison : 20 mg setiap 6 jam. Dosis dapat ditingkatkan sesuai kebutuhan.
  • Dosis selengkapnya lihat famotidine.

Terkait


Jika informasi ini berguna, bagikan ke teman – teman anda