Felosma

Felosma adalah obat yang digunakan untuk mengurangi kolesterol dan trigliserida (asam lemak) dalam darah. Felosma mengandung fenofibrate, obat hipolipidemia yang termasuk golongan fibrat. Berikut ini adalah informasi lengkap felosma yang disertai tautan merk-merk obat lain dengan nama generik yang sama.

pabrik


Bernofarm

golongan


Harus dengan resep dokter

kemasan


felosma dipasarkan dengan kemasan sebagai berikut :

  • Dos 3 x 10 capsul 300 mg

kandungan


tiap kemasan felosma mengandung zat aktif (nama generik) sebagai berikut :

  • Fenofibrate 300 mg / capsul

Sekilas tentang zat aktif (nama generik)


Fenofibrate adalah obat yang digunakan untuk mengurangi kadar kolesterol darah terutama pada pasien yang memiliki resiko penyakit kardiovaskular. Obat ini adalah obat penurun kolesterol yang termasuk paling banyak digunakan, baik secara tunggal maupun dikombinasikan dengan golongan statin.

Fenofibrate adalah turunan asam fibric, prodrug yang mengandung asam fenofibric, yang menurunkan trigliderida dengan cara mengaktifkan lipase lipoprotein sehingga mengakibatkan peningkatan katabolisme Very Low Density Lipoprotein (VLDL) sekaligus meningkatkan kadar High Density Lipoprotein (HDL).

Indikasi


Kegunaan felosma (fenofibrate) adalah sebagai berikut :

  • Felosma (fenofibrate) digunakan dalam pengobatan hiperkolesterolemia tipe IIa, IIb, III, IV dan hipertrigliseridemia tipe IIa dan III, jika diet dan olahraga saja sudah tidak memadai dan disertai faktor resiko.
  • Mengurangi risiko penyakit kardiovaskular seperti penyakit jantung koroner terutama pada pria dewasa usia 40 sampai 55 tahun tanpa riwayat pernah mengalami serangan atau gejala penyakit jantung koroner sebelumnya.
  • Meskipun obat-obat golongan fibrat dapat menurunkan risiko kejadian penyakit jantung koroner pada pasien dengan kolesterol HDL rendah atau yang kadar trigliseridanya tinggi, obat-obat golongan statin tetap merupakan obat pilihan pertama. Golongan fibrat dapat dipertimbangkan sebagai obat lini pertama untuk pasien yang memiliki kadar trigliserida serum lebih besar dari 10 mmol/L.
  • Felosma (fenofibrate) menurunkan resiko terjadinya retinopati diabetic pada penderita diabetes mellitus.

Kontra indikasi


Felosma (fenofibrate) dikontraindikasikan pada kondisi berikut :

  • Memiliki riwayat hipersensitif pada fenofibrate, asam fenofibric atau obat golongan fibrat lainnya.
  • Pasien yang menderita disfungsi hati dan ginjal berat, termasuk primary biliary cirrhosis.
  • Penderita penyakit kandung empedu. Felosma (fenofibrate) menurunkan asam empedu dan meningkatkan sekresi kolesterol sehingga meningkatkan lithogenicity empedu dan meningkatkan potensi pembentukan batu empedu.

Efek samping


Berikut adalah beberapa efek samping felosma (fenofibrate) :

  • Efek samping yang umum adalah gangguan pada saluran pencernaan diantaranya mual, muntah, dan nyeri perut.
  • Efek samping yang lebih jarang misalnya lemah, vertigo, eksim, trombositopenia, anemia, leukopenia, eosinopilia, ruam kulit, dermatitis, pruritus, urtikaria, impotensi, sakit kepala, pusing, pandangan kabur, sakit kuning kolestatik, angiodema, edema larings, fibrilasi atrium, pankreatitis, miastenia, miopati, rabdomiolisis, nyeri ekstremitas, mialgia disertai dengan meningkatnya kreatin kinase.
  • Obat ini juga mempunyai efek samping seperti impotensi, dan rambut rontok.
  • Obat-obat golongan fibrat menyebabkan efek samping miotoksik (miopati, rabdomiolisis), terutama bila fungsi ginjal terganggu.
  • Efek samping lain yang perlu diwaspadai adalah peningkatan pembentukan batu empedu, hipokalemia (kadar kalium dalam darah rendah), dan peningkatan risiko kanker.

Perhatian


Hal-hal yang perlu diperhatikan pasien selama menggunakan obat ini adalah sebagai berikut :

  • Obat digunakan bersama makanan.
  • Pemakaian harus dihentikan jika muncul ruam kulit atau tanda lain yang menunjukkan reaksi alergi.
  • Obat ini bisa menyebabkan pusing dan mengantuk, jangan mengemudi atau menyalakan mesin saat menggunakan obat ini.
  • Belum diketahui apakah fenofibrate diekskresikan ke dalam air susu ibu (ASI). Karena adanya potensi tumorigenicity akibat penggunaan obat ini pada hewan percobaan, sebaiknya jangan menggunakan obat ini selama menyusui.
  • Sebelum memutuskan menggunakan obat ini, sebaiknya dilakukan upaya lain untuk mengontrol kadar serum lipid seperti dengan diet yang tepat, olahraga, penurunan berat badan jika anda menderita obesitas, dan pengendalian masalah kesehatan seperti diabetes mellitus dan hipotiroidisme yang berkontribusi terhadap kelainan lipid.
  • Penentuan kadar transaminase serum harus dilakukan pada awal dan secara periodik (tiap 3 bulan selama 12 bulan) selama terapi untuk evaluasi fungsi hati.
  • Lakukan pemeriksaan kadar lipid secara periodik, dan hentikan pengobatan jika pengobatan tidak memberikan hasil yang memadai setelah tiga bulan pengobatan.
  • Penggunaan obat harus segera dihentikan jika pasien memiliki kadar kreatinin fosfokinase tinggi, miositis, dan jika terjadi pembentukan batu empedu.
  • Penggunaan bersamaan dengan obat golongan statin, pasien usia lanjut, penderita diabetes mellitus, gagal ginjal, dan hipotiroidisme meningkatkan resiko muskuloskeletal miopati dan rhabdomyolysis.

Baca dosis, interaksi obat dan efek felosma (fenofibrate) terhadap wanita hamil di halaman berikutnya…