lasix

Ini adalah review terhadap obat dengan merk lasix. Di bagian akhir review ini juga disertakan tautan merk-merk obat lain dengan nama generik yang sama dengan lasix.

pabrik


aventis

golongan


Harus dengan resep dokter

kemasan


lasix dipasarkan dengan kemasan sebagai berikut :

  • Dos 10 x 10 tablet 40 mg
  • 5 ampul 2 ml injeksi
  • 25 ampul 2 ml injeksi

kandungan


tiap kemasan lasix mengandung zat aktif (nama generik) sebagai berikut :

  • Furosemide 40 mg / tablet
  • Furosemide 10 mg / ml injeksi

Sekilas tentang zat aktif (nama generik)


Furosemide adalah obat yang termasuk loop diuretic yang merupakan turunan asam antranilat. Obat ini bekerja dengan cara membuang cairan berlebih di dalam tubuh. Cairan berlebihan yang tidak bisa dikeluarkan dengan semestinya ini disebabkan oleh penyakit-penyakit seperti gagal jantung, penyakit ginjal maupun kelainan pada hati. Hal ini menyebabkan tubuh cepat lelah, sesak nafas, serta kaki dan pergelangan membengkak. Kondisi inilah yang disebut edema.

Indikasi lasix


  • Lasix (furosemide) adalah obat lini pertama pada pengobatan edema yang disebabkan oleh gagal jantung kongestif, sirosis hati, dan penyakit ginjal, termasuk sindrom nefrotik.
  • Sebagai terapi tambahan untuk edema serebral atau paru saat diuresis cepat diperlukan juga pengobatan hiperkalsemia.
  • Lasix (furosemide) digunakan juga untuk pengobatan hipertensi, baik tunggal maupun dikombinasikan dengan obat diuretik lain, seperti triamtene atau spironolactone.

Kontra indikasi 


  • jangan menggunakan lasix (furosemide) untuk pasien yang memiliki riwayat alergi terhadap  lasix (furosemide).
  • obat ini juga dikontraindikasikan untuk pasien dengan anuria.

Efek Samping lasix


  • efek samping lasix (furosemide) seperti loop diuretic lainnya adalah terjadi hipokalemia (kadar kalium yang rendah dalam tubuh). Hal ini biasanya diatasi dengan mengkombinasikan obat ini dengan produk-produk kalium.
  • Lasix (furosemide) juga diketahui menyebabkan peningkatan kadar asam urat (hiperurikemia) dan kadar gula darah (hiperglikemia).
  • Efek samping pada saluran gastrointestinal seperti mual, muntah, anoreksia, iritasi mulut dan lambung, diare, dan sembelit.
  • Efek samping yang umum lainnya misalnya gangguan pendengaran, pusing, sakit kepala, juga penglihatan kabur.
  • Obat ini juga menyebabkan efek samping yang cukup berat seperti anemia aplastik, anemia hemolitik, trombositopenia, agranulositosis, leukopenia, dan eosinofilia.
  • Efek samping pada kulit misalnya nekrolisis epidermal toksik, sindrom stevens-johnson, eritema, ruam, dermatitis eksfoliatif, dan bisa menyebabkan kulit menjadi lebih sensitif terhadap sinar matahari.
  • Lasix (furosemide) juga bisa menyebabkan hipotensi ortostatik yang akan bertambah buruk jika anda juga mengkonsumsi alkohol, barbiturat atau narkotika.

Perhatian  


  • Pasien yang mempunyai riwayat alergi terhadap obat-obat jenis sulfonamid harus memberitahukannya kepada dokter, karena ada kemungkinan alergi juga terhadap lasix (furosemide) sehingga dikhawatirkan terjadi eksaserbasi atau aktivasi lupus eritematosus sistemik.
  • Jika anda menderita sirosis hati, jangan menggunakan lasix (furosemide) tanpa pengawasan dokter karena lasix (furosemide) dapat menyebabkan perubahan tiba-tiba pada keseimbangan cairan dan elektrolit yang dapat memicu koma hepatik.
  • Penggunaan obat diuretik termasuk lasix (furosemide) bisa menyebabkan dehidrasi dan ganggguan elektrolit terutama pada pasien usia lanjut. Jika tanda-tanda seperti : mulut kering, haus, letih, lesu, mengantuk, gelisah, nyeri otot atau kram, detak jantung cepat dan tidak teratur atau gangguan pencernaan seperti mual dan muntah, konsultasikan dengan dokter anda. Suplemen kalium mungkin akan disarankan oleh dokter.
  • Jangan menggunakan lasix (furosemide) selama menyusui karena obat ini diketahui ikut keluar melalui air susu ibu (ASI).
  • Pemberian lasix (furosemide) pada bayi prematur atau anak di bawah 4 tahun, harus dipertimbangkan dengan sangat masak karena obat ini bisa menyebabkan nefrokalsinosis / nefrolitiasis. Jika obat ini harus diberikan fungsi ginjal harus dipantau dengan seksama.
  • Sebaiknya jangan menggunakan lasix (furosemide) jika anda menderita penyakit asam urat, penyakit ginjal, prostat, atau diabetes.
  • Jangan mengkonsumsi lasix (furosemide) terlalu malam karena obat ini menyebabkan anda akan sering buang air kecil sehingga mengganggu waktu tidur anda.

Toleransi terhadap kehamilan


Penelitian pada reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin dan tidak ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada manusia, namun jika potensi keuntungan dapat dijamin, penggunaan obat pada ibu hamil dapat dilakukan meskipun potensi resiko sangat besar.

interaksi obat 


Lasix (furosemide) berinteraksi dengan obat-obat berikut :

  • NSAID, Lithium, antibiotik aminoglikosida , asam ethacrynic, salisilat, cephalosporin : penggunaan obat-obat ini bersamaan dengan lasix (furosemide) dapat meningkatkan potensi toksisitasnya.
  • ACE inhibitor : penggunaan bersamaan antara lasix (furosemide) dan ACE inhibitor menyebabkan hipotensi berat dan penurunan fungsi ginjal.
  • Sukralfat : obat ini dapat menurunkan efek natriuretik dan antihipertensi dari lasix (furosemide). Jika tetap digunakan beri jarak setidaknya 2 jam.
  • Fenitoin : obat ini menyebabkan penurunan penyerapan lasix (furosemide) di usus, dan akibatnya menurunkan konsentrasi serum puncak lasix (furosemide). Akibatnya efektivitas lasix (furosemide) sedikit berkurang.
  • Indometasin : jika indometasin dan lasix (furosemide) digunakan bersamaan dapat mengurangi efek natriuretik dan antihipertensi dari lasix (furosemide).

Dosis lasix


lasix (furosemide) diberikan dengan dosis :

  • Edema, liver asites, hipertensi ringan sampai sedang, dosis awal : 2 x sehari. Pemeliharaan : 1 x sehari
  • Anak : 2 mg / kg BB, maksimum 40 mg sehari

dosis selengkapnya lihat furosemide

Terkait


 Jika informasi ini berguna, bagikan ke teman – teman anda