Glipizide

Glipizide adalah obat anti diabetes mellitus tipe 2 yang termasuk ke dalam golongan sulfonilurea generasi kedua. Obat-obat sulfonilurea generasi kedua memiliki efek lebih kuat dan memiliki waktu paruh lebih pendek dari sulfonilurea generasi pertama. Oleh karena itu glipizide disebut juga rapid and short acting anti diabetic drug.

Obat ini menurunkan kadar gula darah dengan cara memblokir sebagian potassium chanels antara sel-sel beta dari pulau langerhans pada organ pankreas. Dengan menghalangi potassium channels, sel mengalami depolarisasi yang menyebabkan pembukaan voltage-gated calcium channels. masuknya kalsium mendorong pelepasan insulin dari sel beta. Seperti sulfonilurea lainnya, glipizide juga menyebabkan penurunan serum glukagon dan mempotensiasi aksi insulin pada jaringan ekstra pankreatik.

Glipizide biasanya dipasarkan dengan kadar 5 mg / tablet atau 10 mg / tablet. Obat ini dapat digunakan sebagai terapi tunggal atau dikombinasikan dengan obat anti diabetes oral lain atau insulin.

Kombinasi dengan anti diabetes oral lain, beberapa tersedia sebagai dosis tetap dalam satu tablet, sehingga pemakaiannya lebih nyaman, daripada harus mengkonsumsi dua atau lebih tablet.

Indikasi


Kegunaan glipizide adalah untuk pengobatan diabetes mellitus tipe 2 jika kadar gula darah tidak cukup dikendalikan dengan diet, latihan fisik dan penurunan berat badan saja.

Kontra indikasi


  • Jangan menggunakan obat ini jika anda mempunyai riwayat hipersensitif (alergi) terhadap glipizide atau obat-obat yang termasuk golongan sulfonilurea dan sulfonamide lainnya.
  • Orang-orang dengan defisiensi G6PD (enzim yang melindungi sel darah merah), sebaiknya tidak menggunakan obat golongan sulfonilurea, karena diketahui bisa menyebabkan hemolisis akut.
  • Orang-orang yang memiliki gangguan pada ginjal, hati, kelenjar adrenal atau kelenjar pituitari penggunaan obat ini harus dilakukan secara hati-hati.
  • Obat ini juga tidak disarankan jika anda akan menjalani operasi, memiliki infeksi berat, atau usia di atas 70 tahun.
  • Penderita diabetes mellitus tipe 1, prekoma dan koma diabetes atau pasien yang dalam urinenya terdapat senyawa keton (ketoasidosis) dilarang menggunakan obat ini.
  • Penderita diabetes gestasional (diabetes pada wanita hamil), dilarang menggunakan obat ini.

Efek Samping


berikut adalah beberapa efek samping glipizide yang umum terjadi :

  • Efek samping glipizide pada saluran pencernaan seperti mual, muntah, diare, sembelit dan nyeri pada ulu hati.
  • Efek samping lain seperti sakit kepala, demam, kenaikkan berat badan, dan reaksi alergi pada kulit terutama pada orang-orang yang peka.
  • Hati-hati dengan resiko terjadinya hipoglikemia (kadar gula darah yang terlalu rendah), terutama jika digunakan untuk jangka waktu lama dan dengan dosis yang lebih tinggi. Resiko hipoglikemia lebih rentan pada orang-orang usia lanjut.

baca dosis, efek pemakaian obat terhadap wanita hamil, dan hal-hal yang perlu diperhatikan pasien selama menggunakan obat ini di halaman berikutnya….