minidiab

Minidiab adalah obat diabetes mellitus tipe 2. Obat ini termasuk obat anti diabetes oral golongan sulfonilurea generasi kedua. Berikut ini adalah informasi lengkap minidiab yang disertai tautan merk-merk obat lain dengan nama generik yang sama.

pabrik


Kalbe farma

golongan


Harus dengan resep dokter

kemasan


minidiab dipasarkan dengan kemasan sebagai berikut :

  • Dos 30 tablet 5 mg
  • Dos 30 tablet 10 mg

kandungan


tiap kemasan minidiab mengandung zat aktif (nama generik) sebagai berikut :

  • Glipizide 5 mg / tablet
  • Glipizide 10 mg / tablet

Sekilas tentang zat aktif (nama generik)


Glipizide adalah obat anti diabetes mellitus tipe 2 yang termasuk ke dalam golongan sulfonilurea generasi kedua. Obat-obat sulfonilurea generasi kedua memiliki efek lebih kuat dan memiliki waktu paruh lebih pendek dari sulfonilurea generasi pertama. Oleh karena itu glipizide disebut juga rapid and short acting anti diabetic drug. Obat ini menurunkan kadar gula darah dengan cara memblokir sebagian potassium chanels antara sel-sel beta dari pulau langerhans pada organ pankreas. Dengan menghalangi potassium channels, sel mengalami depolarisasi yang menyebabkan pembukaan voltage-gated calcium channels. masuknya kalsium mendorong pelepasan insulin dari sel beta. Seperti sulfonilurea lainnya, glipizide juga menyebabkan penurunan serum glukagon dan mempotensiasi aksi insulin pada jaringan ekstra pankreatik.

Indikasi


Kegunaan minidiab (glipizide) adalah untuk pengobatan diabetes mellitus tipe 2 jika kadar gula darah tidak cukup dikendalikan dengan diet, latihan fisik dan penurunan berat badan saja.

Kontra indikasi


  • Jangan menggunakan minidiab (glipizide) jika anda mempunyai riwayat hipersensitif (alergi) terhadap glipizide atau obat-obat yang termasuk golongan sulfonilurea dan sulfonamide lainnya.
  • Orang-orang dengan defisiensi G6PD (enzim yang melindungi sel darah merah), sebaiknya tidak menggunakan obat golongan sulfonilurea, karena diketahui bisa menyebabkan hemolisis akut.
  • Orang-orang yang memiliki gangguan pada ginjal, hati, kelenjar adrenal atau kelenjar pituitari penggunaan obat ini harus dilakukan secara hati-hati.
  • Obat ini juga tidak disarankan jika anda akan menjalani operasi, memiliki infeksi berat, atau usia di atas 70 tahun.
  • Penderita diabetes mellitus tipe 1, prekoma dan koma diabetes atau pasien yang dalam urinenya terdapat senyawa keton (ketoasidosis) dilarang menggunakan obat ini.
  • Penderita diabetes gestasional (diabetes pada wanita hamil), dilarang menggunakan obat ini.

baca efek samping dan hal-hal yang harus diperhatikan pasien saat menggunakan obat ini di halaman berikutnya….