Hidroklorotiazid

Hidroklorotiazid atau disingkat HCT adalah obat diuretik yang termasuk ke dalam kelas tiazid. Hidroklorotiazid sering digunakan sebagai obat anti hipertensi yang bekerja dengan cara mengurangi kemampuan ginjal untuk menyerap terlalu banyak natrium yang bisa menyebabkan retensi cairan. Selain itu obat ini juga menurunkan resistensi pembuluh darah perifer sehingga terjadi penurunan tekanan darah.

Indikasi hidroklorotiazid


  • Hidroklorotiazid adalah anti hipertensi lini pertama baik terapi tunggal atau dikombinasikan dengan obat anti hipertensi lain untuk meningkatkan efektivitasnya.
  • Hidroklorotiazid digunakan juga untuk pengobatan diabetes insipidus, dan mengurangi resiko batu ginjal pada pasien yang memiliki level kalsium yang tinggi dalam urin.
  • Obat ini juga digunakan untuk mengobati osteoporosis karena obat-obat kelas tiazid bisa menurunkan kehilangan mineral sekaligus merangsang pembentukan mineral tulang.
  • Hidroklorotiazid penting dalam pengobatan edema yang disebabkan oleh gagal jantung kongestif, sirosis hati, pemakaian kortikosteroid atau terapi estrogen, dan berbagai bentuk disfungsi ginjal seperti sindrom nefrotik, asidosis tubulus, glomerulonefritis akut, termasuk gagal ginjal kronis.

Kontra indikasi 


  • Jangan menggunakan hidroklorotiazid pada pasien yang mempunyai riwayat alergi terhadap hidroklorotiazid atau obat-obat derivat sulfonamid.

Efek Samping hidroklorotiazid


  • Efek samping hidroklorotiazid pada saluran pencernaan misalnya mual, muntah, diare, kram pada perut, sembelit, iritasi lambung, dan
  • Efek samping lain yang sering terjadi seperti pusing, sakit kepala, gelisah dan vertigo.
  • Anemia aplastik, agranulositosis, leukopenia, anemia hemolitik, trombositopenia, efek pada kulit misalnya ruam, sindrom stevens-johnson, dermatitis eksfoliatif termasuk nekrolisis epidermal toksik, kadang terjadi terutama pada pemakaian melebihi dosis yang dianjurkan.
  • Pengguna alkohol, barbiturat, dan narkotika bisa meningkatkan efek samping hidroklorotiazid  berupa penurunan tekanan darah yang drastis.
  • Gangguan sistem metabolisme akibat pemakaian hidroklorotiazid seperti peningkatan level asam urat, gula darah dan kolestrol.

Perhatian  


  • Kadar elektrolit harus dipantau secara periodik terutama pada pasien usia lanjut atau pemakaian hidroklorotiazid dosis tinggi.
  • Gunakan hidroklorotiazid pada pagi hari. Jika dosis anda 2x sehari, dosis kedua harus digunakan sebelum jam 6 pagi.
  • Hidroklorotiazid harus digunakan dengan hati-hati pada pengobatan penyakit ginjal berat, penyakit hati yang progresif, atau jika dikombinasikan dengan obat anti hipertensi lain. Gunakan dengan pengawasan dokter.
  • Diuretik termasuk Hidroklorotiazid, harus dihentikan selama 2 – 3 hari sebelum dimulainya penggunaan obat-obat ACE inhibitor untuk mengurangi resiko hipotensi dosis pertama.
  • Hidroklorotiazid diekskresikan bersama ASI. Jangan menggunakan obat ini selama menyusui.
  • Penggunaan hidroklorotiazid dapat menyebabkan hipokalemia (kadar kalium yang rendah), dokter biasanya akan memberikan suplemen kalium atau dengan mengkombinasikan hidroklorotiazid dengan diuretik hemat kalium.

Toleransi terhadap kehamilan


penelitian pada reproduksi hewan tidak  menunjukkan resiko pada janin dan tidak ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada wanita hamil / Penelitian pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin, tapi studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada wanita hamil tidak menunjukkan resiko pada janin di trimester berapapun.

interaksi obat 


hidroklorotiazid berinteraksi dengan obat-obat berikut :

  • Jika digunakan bersamaan dengan barbiturat, atau anda pengguna alkohol dan narkotika, efek samping berupa hipotensi ortostatik dapat terjadi.
  • Penyesuaian dosis obat anti diabetes baik oral maupun insulin mungkin perlu dilakukan jika diberikan bersamaan dengan hidroklorotiazid.
  • Cholestyramine mengurangi penyerapan hidroklorotiazid di usus sehingga bisa mengurangi efektivitasnya.
  • Pemberian bersama obat kortikosteroid bisa meningkatkan gangguan elektrolit terutama hipokalemia.
  • Diuretik termasuk hidroklorotiazid mengurangi klirens lithium dari ginjal sehingga meningkatkan resiko toksisitasnya.
  • Hidroklorotiazid dan NSAID jika digunakan bersamaan, efek diuresis kemungkinan menurun.

Dosis hidroklorotiazid


hidroklorotiazid diberikan dengan dosis :

  • Dosis lazim dewasa untuk edema

Dosis umum : 25 mg – 100 mg 1-2 x sehari

  • Dosis lazim dewasa untuk hipertensi

Dosis awal : 25 mg 1 x sehari

Pemeliharaan : dapat ditingkatkan menjadi 50 mg / hari, sebagai dosis tunggal atau dibagi 2 x dosis.

  • Dosis lazim dewasa untuk nefrokalsinosis

Awal : 25 mg 1 x sehari

Pemeliharaan : dapat ditingkatkan menjadi 50 mg 2 x sehari.

  • Dosis lazim dewasa untuk osteoporosis

Awal : 25 mg 1 x sehari

Pemeliharaan : dapat ditingkatkan menjadi 50 mg / hari

  • Dosis lazim dewasa untuk diabetes insipidus

Awal : 50 mg 1 x sehari

Pemeliharaan : dapat ditingkatkan menjadi 100 mg / hari

Terkait


 Jika informasi ini berguna, bagikan ke teman – teman anda