hydrocortisone

Hydrocortisone adalah obat kortikosteroid jenis glukokortikoid hormon yang digunakan sebagai agen anti inflamasi dan imunosupresan. Secara alami hormon ini dinamakan cortisol yang diproduksi oleh zona fasciculata pada korteks adrenal. hormon ini berfungsi meningkatkan kadar gula darah melalui glukoneogenesis, menekan sistem kekebalan tubuh, dan membantu proses metabolisme lemak, protein, dan karbohidrat.

Sebagai anti inflamasi, hydrocortisone menekan migrasi leukosit polimorfonuklear dan pembalikan kenaikan permeabilitas kapiler.

golongan


Harus dengan resep dokter

Indikasi


Kegunaan Hydrocortisone adalah untuk pengobatan kondisi-kondisi berikut :

  • Kondisi kekurangan adrenokortikal : secara alami korteks adrenal menghasilkan hydrocortisone atau disebut cortisol. Jika terjadi kondisi defisiensi, hydrocortisone digunakan dengan dikombinasikan dengan fludrocortisone, karena secara tunggal hydrocortisone tidak menghasilkan efek mineralokortikoid untuk tercapainya sulih hormon yang sempurna.
  • Obat ini juga bisa digunakan untuk mengobati penyakit addison atau setelah prosedur adrenolektomi.
  • Pada kondisi insufisiensi korteks adrenal (acute adrenocortical), obat ini diberikan dalam bentuk garamnya yaitu natrium suksinat. Obat diberikan secara intravena dalam infus NaCl 0.9 %.
  • Digunakan untuk menangani kondisi darurat tertentu secara intravena.
  • Bisa digunakan untuk mengobati kondisi inflamasi pada usus besar seperti kolitis ulseratif, proktitis, dan proktosigmoiditis.
  • Bisa digunakan untuk mengobati penyakit rematik.
  • Mengatasi syok, termasuk syok anafilaktik.
  • Hydrocortisone bisa digunakan secara topikal untuk mengobati penyakit eksim, dermatitis kontak, gigitan/sengatan serangga, dan eksim skabies.
  • Obat ini adalah satu-satunya kortikosteroid topikal yang direkomendasikan untuk bayi di bawah 1 tahun. Digunakan untuk mengatasi ruam kulit yang disertai manifestasi inflamasi berat akibat penggunaan popok, eksim atopik, dan gigitan atau sengatan serangga.
  • Hydrocortisone dalam sediaan tetes mata, atau salep mata digunakan untuk pengobatan inflamasi segmen anterior, termasuk akibat pembedahan.

Kontra indikasi


  • jangan menggunakan obat ini untuk pasien yang memiliki riwayat hipersensitif pada obat golongan kortikosteroid.
  • Hydrocortisone, sebaiknya tidak diberikan pada pasien yang menderita tukak lambung, osteoporosis, diabetes melitus, infeksi jamur sistemik, glaukoma, psikosis, psikoneurosis berat, penderita TBC aktif, herpes zoster, herpes simplex, infeksi virus lain, sindroma Cushing dan penderita dengan gangguan fungsi ginjal.
  • Jangan menggunakan sediaan enema atau foam pada kasus obstruksi usus, perforasi usus besar dan fistula ekstensif.

Efek samping


Berikut adalah beberapa efek samping yang mungkin terjadi pada penggunaan hydrocortisone :

  • Obat-obat glukokortikoid termasuk hydrocortisone, meningkatkan pembentukan glukosa dari protein. Hal ini menyebabkan peningkatan kadar gula dalam darah sehingga pemberian obat ini pada penderita diabetes mellitus sebaiknya dihindari.
  • Penggunaan protein dalam proses pembentukan glukosa, juga menyebabkan pengeroposan tulang karena matriks protein penyusun tulang menyusut drastis. Oleh karena itu penggunaan obat ini pada pasien yang memiliki resiko besar seperti usia lanjut sangat tidak dianjurkan. Untuk anak-anak hal ini dapat menghambat pertumbuhan, khususnya pertumbuhan tulang dan mempengaruhi perkembangan pubertas.
  • Hydrocortisone seperti glukokortikoid lainnya, juga mempengaruhi proses metabolisme lemak termasuk distribusinya di dalam tubuh. Hal ini menyebabkan efek di beberapa bagian tubuh seperti wajah yang kelihatan lebih tembem. Efek samping ini, sering disalahgunakan dengan cara menambahkan obat ini ke dalam produk-produk penambah berat badan ilegal. Pemakai produk ilegal ini mengira dirinya mengalami kenaikkan berat badan, padahal hal itu adalah efek samping dari hydrocortisone, yang sangat berbahaya jika obat ilegal itu dikonsumsi dalam jangka waktu lama.
  • Obat ini menurunkan fungsi limfa yang mengakibatkan sel limfosit berkurang dan mengecil. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya penurunan sistem kekebalan tubuh akibat pemakaian hydrocortisone.
  • Secara umum kumpulan-kumpulan efek samping ini dikenal sebagai Cushing sindrom, yaitu gejala-gejala seperti muka tembem, penebalan seperti selulit pada punggung dan perut, hipertensi, penurunan toleransi terhadap karbohidrat dan gejala-gejala lainnya.

baca dosis, efek terhadap wanita hamil, dan hal-hal apa saja yang harus diperhatikan selama menggunakan obat ini di halaman berikutnya…