formyco cream

Formyco cream adalah obat anti jamur topikal untuk infeksi jamur pada kulit dan selaput mukosa. Formyco cream mengandung ketoconazole, obat yang termasuk golongan imidazole sintetik. Berikut ini adalah informasi lengkap formyco cream yang disertai tautan merk-merk obat lain dengan nama generik yang sama.

pabrik


Sanbe farma

golongan


Harus dengan resep dokter

kemasan


formyco cream dipasarkan dengan kemasan sebagai berikut :

  • Tube 10 gram cream

kandungan


tiap kemasan formyco cream mengandung zat aktif (nama generik) sebagai berikut :

  • Ketoconazole 20 mg / gram cream

Sekilas tentang zat aktif (nama generik)


Ketoconazole adalah obat anti jamur yang digunakan terutama untuk terapi lokal kandidiasis vagina dan untuk infeksi dermatofit. Obat ini termasuk golongan imidazole sintetik. Seperti semua agen antijamur azole, ketoconazole bekerja terutama dengan menghambat enzim sitokrom P450 14α-demethylase (P45014DM). Enzim ini berperan dalam jalur biosintesis sterol yang mengarah dari lanosterol ke ergosterol. Sebagai antiandrogen, mekanisme aksinya dibedakan menjadi dua. Pertama, memblokir biosintesis testicular dan adrenal androgen, sehingga terjadi penurunan tingkat sirkulasi testosteron. Kedua, ketoconazole adalah antagonis reseptor androgen, bersaing dengan androgen seperti testosteron dan dihidrotestosteron (DHT) untuk mengikat reseptor androgen. Namun efek ini dianggap cukup lemah, bahkan jika diberikan dalam dosis tinggi.

Indikasi


Berikut ini adalah beberapa kegunaan formyco cream (ketoconazole) :

  • Sebagai obat anti jamur topikal untuk infeksi jamur pada kulit dan selaput mukosa, seperti athlete’s foot, kurap, infeksi dermatofita pada kulit atau kuku tangan (tidak pada kuku kaki), kandidiasis (infeksi jamur atau sariawan), dan tinea versikolor. Ketoconazole topikal juga digunakan sebagai pengobatan untuk ketombe (dermatitis seboroik pada kulit kepala) dan untuk dermatitis seboroik pada area lain dari tubuh.

Kontra indikasi


  • Jangan menggunakan formyco cream untuk pasien yang memiliki riwayat hipersensitif pada ketoconazole atau obat golongan imidazole lainnya.

Efek samping


Berikut adalah beberapa efek samping formyco cream (ketoconazole) :

  • Efek samping yang umum diantaranya iritasi, rasa terbakar, gatal, dan perih.
  • Pada Juli 2013, FDA (badan pengawas obat dan makanan amerika serikat) mengeluarkan peringatan bahwa ketoconazole oral dapat menyebabkan kerusakan hati yang parah dan masalah kelenjar adrenal. mereka menyarankan untuk tidak menggunakan obat ini sebagai pengobatan lini pertama untuk infeksi jamur apapun. Gunakan obat ini hanya jika terapi antijamur alternatif tidak tersedia atau tidak memberikan hasil yang baik. Namun efek samping ini belum ditemukan pada sediaan topikal seperti formyco cream dan sediaan lain yang berupa krim, shampoo, busa, dan gel yang diaplikasikan pada kulit.

Perhatian


Hal-hal yang perlu diperhatikan pasien selama menggunakan obat ini adalah sebagai berikut :

  • Pemakaian harus dihentikan jika muncul ruam kulit atau tanda lain yang menunjukkan reaksi alergi.

Penggunaan oleh wanita hamil


FDA (badan pengawas obat dan makanan amerika serikat) mengkategorikan ketoconazole kedalam kategori C dengan penjelasan sebagai berikut :

Penelitian pada reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin dan tidak ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada manusia, namun jika potensi keuntungan dapat dijamin, penggunaan obat pada ibu hamil dapat dilakukan meskipun potensi resiko sangat besar.

Penelitian pada hewan memang tidak selalu bisa dijadikan dasar keamanan pemakaian obat terhadap wanita hamil. Namun fakta bahwa obat ini telah menunjukkan efek buruk pada janin hewan harus menjadi perhatian serius jika ingin menggunakan obat ini untuk wanita hamil. Disarankan sediaan oral hanya digunakan jika tidak ada pilihan lain yang lebih aman.

Namun pada sediaan topikal seperti krim, shampoo, busa, dan gel yang diaplikasikan pada kulit, obat ini relatif aman digunakan oleh wanita hamil.

Dosis formyco cream


Formyco cream (ketoconazole) diberikan dengan dosis sebagai berikut :

  • Oleskan pada tempat infeksi 1 x sehari.
  • lanjutkan pengobatan sampai beberapa hari setelah gejala hilang. Biasanya antara 2-4 hari.

Terkait


Jika informasi ini berguna, bagikan ke teman – teman anda