ovurila gel

Ovurila gel adalah obat yang umumnya digunakan untuk mengobati nyeri ringan sampai sedang seperti nyeri arthritis atau nyeri pasca trauma. Ovurila gel termasuk obat golongan nonsteroidal anti-inflammatory drug (NSAID) derivat asam propionat. Berikut ini adalah informasi lengkap ovurila gel yang disertai tautan merk-merk obat lain dengan nama generik yang sama.

pabrik


Nufarindo

golongan


Harus dengan resep dokter

kemasan


ovurila gel dipasarkan dengan kemasan sebagai berikut :

  • ovurila gel : Tube 15 g

kandungan


tiap kemasan ovurila gel mengandung zat aktif (nama generik) sebagai berikut :

  • ovurila gel : Ketoprofen 25 mg

Sekilas tentang zat aktif (nama generik)


Ketoprofen adalah obat yang umumnya digunakan untuk mengobati nyeri arthritis atau sakit gigi yang parah yang mengakibatkan radang gusi. Obat ini adalah nonsteroidal anti-inflammatory drug (NSAID) derivat asam propionat yang mempunyai aktivitas antiinflamasi, analgesik, dan antipiretik. Aktivitas anti inflamasi ketoprofen setara dengan ibuprofen tetapi efek sampingnya lebih banyak. Tetapi ketoprofen oral terbukti lebih baik dalam mengurangi nyeri sedang sampai berat, meningkatkan status fungsional dan kondisi umum dibandingkan dengan ibuprofen atau diclofenac.

Indikasi


Kegunaan ovurila gel (ketoprofen) adalah untuk mengobati nyeri ringan sampai sedang seperti nyeri dan radang pada penyakit reumatik yang ringan dan gangguan otot skelet lainnya, nyeri sendi, nyeri setelah operasi terutama pembedahan ortopedik, gout akut dan nyeri post traumatic.

Kontra indikasi


  • jangan digunakan untuk pasien yang memiliki riwayat alergi terhadap ketoprofen.
  • jangan digunakan jika anda memiliki hipersensitivitas, dermatitis, eksim, infeksi.
  • Jangan digunakan pada selaput lendir (mucous membranes) atau mata.

Efek Samping


Berikut adalah beberapa efek samping ovurila gel (ketoprofen) yang mungkin terjadi :

  • Reaksi dermatologis yang jarang seperti dermatitis eksfoliatif, sindrom Stevens-Johnson, dan nekrolisis epidermal toksik, yang dapat berakibat fatal, dapat terjadi selama pemakaian NSAID. Pengobatan harus dihentikan jika tanda – tanda seperti ruam atau hipersensitivitas muncul.

Perhatian


Hal-hal yang perlu diperhatikan pasien jika menggunakan ovurila gel (ketoprofen) adalah sebagai berikut :

Penggunaan oleh wanita hamil


FDA (badan pengawas obat dan makanan amerika serikat) mengkategorikan ketoprofen kedalam kategori C dengan penjelasan sebagai berikut :

Penelitian pada reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin dan tidak ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada manusia, namun jika potensi keuntungan dapat dijamin, penggunaan obat pada ibu hamil dapat dilakukan meskipun potensi resiko sangat besar.

Pada trimester akhir dikategorikan ke dakam kategori D :

Terbukti beresiko terhadap janin manusia berdasarkan bukti-bukti empiris yang didapatkan dari investigasi, pengalaman marketing maupun  studi terhadap manusia . namun jika benefit yang diperoleh dipandang lebih tinggi dari resiko yang mungkin terjadi, obat ini bisa diberikan.

Ketoprofen sebaiknya dihindari dipakai oleh wanita hamil. Namun pada pemakaian topikal, obat ini relatif aman.

interaksi obat


Berikut adalah interaksi ketoprofen dengan obat-obat lain :

  • ketoprofen tidak boleh dikombinasikan dengan NSAID lain atau kortikosteroid, karena hal ini meningkatkan resiko perdarahan saluran pencernaan.
  • Resiko yang sama juga terjadi pada penggunaan bersamaan dengan antikoagulan (misalnya warfarin).
  • NSAID dapat mengurangi efek antihipertensi ACE-inhibitor seperti captopril dan enalapril.
  • Sama dengan NSAID lainnya, pemberian bersamaan dengan aspirin umumnya tidak dianjurkan karena potensi efek samping meningkat.
  • NSAID dapat mengurangi efek natriuretik furosemide dan tiazid.
  • hidroklorotiazid, saat diberikan bersamaan dengan ketoprofen, menghasilkan penurunan kalium urin dan ekskresi klorida lebih tinggi dibandingkan dengan hidroklorotiazid saja. Oleh karena itu pasien yang memakai diuretik dan ketoprofen memiliki resiko lebih besar terkena gagal ginjal sekunder.
  • NSAID menyebabkan meningkatkan kadar plasma lithium dan mengurangi klirens lithium. Jika obat-obat golongan NSAID dan lithium diberikan bersamaan, harus diamati secara seksama terhadap adanya tanda-tanda toksisitas lithium.
  • ketoprofen, seperti NSAID lainnya, dapat menyebabkan penurunan klirens methotrexate yang menyebabkan kadar serum meningkat sehingga terjadi peningkatan toksisitas.
  • Probenesid meningkatkan kadar plasma ketoprofen sehingga meningkatkan efek sampingnya.

Dosis ovurila gel


ovurila gel (ketoprofen) diberikan dengan dosis :

  • 3-4 x sehari dioleskan secukupnya secara merata di area yang sakit.

Terkait


 Jika informasi ini berguna, bagikan ke teman – teman anda