Arthrifen Plus

Arthrifen Plus adalah obat yang digunakan untuk meredakan demam, sakit kepala, sakit gigi, sakit pada telinga, nyeri haid, dan nyeri ringan lainnya. Arthrifen Plus mengandung paracetamol (obat yang digunakan sebagai analgetic dan antipiretic) dan ibuprofen (obat yang termasuk nonsteroidal anti-inflammatory drug (NSAID). Berikut ini adalah informasi lengkap Arthrifen Plus yang disertai tautan merk-merk obat lain dengan nama generik yang sama.

pabrik


Armoxindo Farma

golongan


Bisa diperoleh tanpa resep dokter

kemasan


Arthrifen Plus dipasarkan dengan kemasan sebagai berikut :

  • dos 25 x 4 tablet

Tersedia juga sediaan Arthrifen yang mengandung ibuprofen tanpa paracetamol.

kandungan


tiap tablet Arthrifen Plus mengandung zat aktif (nama generik) sebagai berikut :

  • (Paracetamol 325 mg + ibuprofen 200 mg) / tablet

Sekilas tentang zat aktif (nama generik)


Paracetamol yang dikenal juga dengan nama acetaminophen adalah obat yang digunakan sebagai analgetic (pereda nyeri) dan antipiretik (penurun demam) yang bisa diperoleh tanpa resep dokter. Meskipun paracetamol memiliki efek anti inflamasi, obat ini tidak dimasukkan sebagai obat NSAID, karena efek anti inflamasinya dianggap tidak signifikan.

Ibuprofen adalah obat yang termasuk nonsteroidal anti-inflammatory drug (NSAID). Dibandingkan dengan NSAID lainnya, obat ini salah satu anti inflamasi yang paling lemah sekaligus mengakibatkan efek samping yang paling ringan.

Indikasi Arthrifen Plus


Kegunaan Arthrifen Plus adalah untuk pengobatan kondisi-kondisi berikut :

  • Arthrifen Plus digunakan untuk menurunkan demam pada segala usia, termasuk demam setelah imunisasi. Namun obat ini sebaiknya digunakan bila suhu tubuh sudah benar-benar tinggi dan membutuhkan terapi obat penurun panas. Rekomendasi WHO : penggunaan obat penurun panas dilakukan bila suhu tubuh lebih besar dari 38.5 °C (101.3 °F).
  • Untuk meredakan sakit kepala, sakit gigi, sakit pada telinga dan nyeri ringan lainnya.
  • Bisa juga untuk meredakan nyeri yang lebih berat seperti migrain, nyeri haid, nyeri akibat batu ginjal, nyeri pasca operasi, nyeri otot dan sendi termasuk nyeri akibat penyakit asam urat dan rematik

Kontra indikasi


  • jangan diberikan untuk pasien yang memiliki riwayat hipersensitif terhadap paracetamol dan ibuprofen, aspirin atau obat-obat NSAID lain.
  • pasien yang akan atau telah menjalani operasi by-pass jantung sebaiknya jangan menggunakan Arthrifen Plus.
  • obat ini juga dikontraindikasikan untuk pasien yang memiliki masalah ginjal, hati, pasien yang menderita asma, urtikaria, atau radang / tukak pada lambung atau usus.

Efek samping Arthrifen Plus


Secara umum obat ini bisa ditoleransi dengan baik oleh sebagian besar orang, selama diberikan pada dosis yang dianjurkan. Berikut adalah beberapa efek samping Arthrifen Plus yang mungkin terjadi :

  • Obat ini bisa menyebabkan kerusakan hati terutama jika penggunaanya melebihi dosis yang dianjurkan. Potensi efek samping ini meningkat pada orang-orang yang mengkonsumsi alkohol.
  • Efek samping ringan pada saluran pencernaan misalnya mual dan muntah. Pada penggunaan dosis yang lebih tinggi diketahui meningkatkan resiko terjadinya perdarahan lambung.
  • Efek samping yang lebih serius dapat berupa diare, hematemesis (muntah darah), hematuria (darah dalam urin), penglihatan kabur, ruam kulit, gatal dan bengkak.
  • Efek samping pada ginjal relatif jarang. Namun pada penggunaan jangka panjang, dapat meningkatkan resiko kerusakan ginjal termasuk gagal ginjal akut.
  • seperti obat golongan NSAID lainnya, ibuprofen bisa meningkatkan resiko hipertensi, infark miokardial (serangan jantung), dan stroke terutama jika digunakan dalam jangka panjang dan dosis yang lebih tinggi. Oleh karena itu obat yang mengandung ibuprofen harus diberikan secara hati-hati pada pasien yang memiliki faktor resiko ini.
  • Sindrom Stevens-Johnson, dan nekrolisis epidermal toksik, yang dapat berakibat fatal, dapat terjadi selama pemakaian NSAID termasuk ibuprofen meskipun kejadian ini sangat jarang. FDA juga memperingatkan paracetamol bisa menyebabkan hal yang sama, dengan kejadian yang sangat jarang.
  • Reaksi hipersensitivitas akibat pemakaian obat ini sangat jarang, namun jika terjadi pertolongan medis harus segera diberikan karena bisa menyebabkan syok anafilaksis yang berakibat fatal.

Baca dosis, efek terhadap wanita hamil, dan hal apa saja yang harus diperhatikan pasien selama menggunakan obat ini di halaman berikutnya…