Bisolvon Flu

Bisolvon flu adalah obat yang digunakan untuk mengobati gejala flu seperti demam, sakit kepala, disertai batuk dengan dahak/mukus yang berlebihan. Sediaan ini mengandung obat paracetamol yang dikombinasikan dengan bromhexine, chlorpheniramine maleate, dan phenylephrine.

Berikut ini adalah informasi lengkap obat Bisolvon flu yang disertai tautan merk-merk obat lain dengan nama generik yang sama.

pabrik


boehringer ingelheim

golongan


Bisa didapatkan tanpa resep dokter

kemasan


Bisolvon flu dipasarkan dengan kemasan sebagai berikut :

  • botol 60 ml syrup

Tersedia juga bisolvon tablet, bisolvon elixir, bisolvon injection, dan bisolvon oral solution. Selain itu terdapat juga sediaan kombinasi bromhexine dengan guaiphenesin dengan merk bisolvon extra.

kandungan


tiap 5 ml syrup Bisolvon flu mengandung zat aktif (nama generik) sebagai berikut :

  • bromhexine HCl setara bromhexine 4 mg
  • paracetamol 150 mg
  • chlorpheniramine maleate 2 mg
  • phenylephrine HCl 5 mg

Sekilas tentang zat aktif (nama generik)


bromhexine adalah obat yang digolongkan sebagai agen mukolitik, yaitu obat yang berfungsi mengencerkan dahak. Obat ini digunakan dalam pengobatan gangguan pada saluran pernafasan yang disebabkan oleh dahak/mukus yang berlebihan.

Sebagai agen mukolitik, obat ini meningkatkan produksi lendir surosa di saluran pernafasan dan membuat dahak menjadi lebih tipis/lebih cair dengan cara menghilangkan serat asam mukopolisakarida dan mengurangi adhesi lendir pada dinding tenggorokan sehingga mempermudah pengeluaran lendir pada saat batuk.

Paracetamol yang dikenal juga dengan nama acetaminophen adalah obat yang digunakan sebagai analgetic (pereda nyeri) dan antipiretik (penurun demam) yang bisa diperoleh tanpa resep dokter. Meskipun paracetamol memiliki efek anti inflamasi, obat ini tidak dimasukkan sebagai obat NSAID, karena efek anti inflamasinya dianggap tidak signifikan. Cara kerja paracetamol yang diketahui sekarang adalah dengan cara menghambat kerja enzim cyclooxygenase (COX). Enzim ini berperan pada pembentukan prostaglandin yaitu senyawa penyebab nyeri. Dengan dihambatnya kerja enzim COX, maka jumlah prostaglandin pada sistem saraf pusat menjadi berkurang sehingga respon tubuh terhadap nyeri berkurang. Paracetamol menurunkan suhu tubuh dengan cara menurunkan hipotalamus set-point di pusat pengendali suhu tubuh di otak.

chlorpheniramine maleate adalah antihistamin generasi pertama yang digunakan untuk mengatasi reaksi alergi seperti rhinitis dan urtikaria. Obat ini memiliki efek sedasi, meskipun paling lemah dibandingkan antihistamin generasi pertama lainnya.

Phenylephrine adalah obat yang digunakan sebagai dekongestan, sebagai agen untuk melebarkan pupil dan meningkatkan tekanan darah. Obat ini termasuk -adrenergik agonis reseptor selektif dari kelas phenethylamine. Phenylephrine juga dapat menyebabkan penurunan denyut jantung melalui refleks bradikardia.

Indikasi


Kegunaan Bisolvon flu adalah untuk meringankan gejala flu seperti sakit kepala, demam, hidung tersumbat, bersin-bersin dan disertai batuk yang diakibatkan oleh adanya dahak yang berlebihan pada saluran pernafasan.

Kontra indikasi


  • jangan menggunakan bisolvon flu untuk pasien yang memiliki riwayat alergi obat paracetamol, bromhexine, chlorpheniramine maleate, dan phenylephrine.
  • pasien yang menderita ulkus pada lambung penggunaan obat harus dilakukan secara hati-hati.

Efek Samping Bisolvon flu


berikut adalah beberapa efek samping Bisolvon flu yang umum terjadi :

  • Efek samping bisolvon flu yang relatif ringan yaitu gangguan pada saluran pencernaan misalnya mual, muntah, diare, rasa penuh di perut, dan nyeri pada ulu hati. Pada penggunaan dosis yang lebih tinggi diketahui meningkatkan resiko terjadinya perdarahan lambung.
  • Efek samping Bisolvon flu lainnya bisa berupa sakit kepala, vertigo, keringat berlebihan, dan kenaikan enzim transaminase.
  • Obat ini bisa menyebabkan kerusakan hati terutama jika penggunaanya melebihi dosis yang dianjurkan. Potensi efek samping ini meningkat pada orang-orang yang mengkonsumsi alkohol.
  • Efek samping pada ginjal relatif jarang. Namun pada penggunaan jangka panjang, obat yang mengandung paracetamol dapat meningkatkan resiko kerusakan ginjal termasuk gagal ginjal akut.
  • Efek samping pada kulit kejadiannya jarang. Pada tahun 2013, FDA (US Food and Drug Administration) memperingatkan kemungkinan terjadinya efek pada kulit seperti sindrom stevens-johnson dan nekrolisis epidermal toksik akibat pemakaian paracetamol, meski hal ini sangat jarang namun bisa fatal jika terjadi.
  • Beberapa ahli menyarankan untuk menghindari penggunaan obat yang mengandung paracetamol pada penderita asma terutama anak-anak, karena ada kemungkinan menyebabkan peningkatan resiko asma ataupun memperburuk penyakit asma yang telah diderita sebelumnya.
  • Reaksi hipersensitivitas akibat pemakaian obat ini sangat jarang, namun jika terjadi pertolongan medis harus segera diberikan karena bisa menyebabkan syok anafilaksis yang berakibat fatal

Perhatian


Hal-hal yang perlu diperhatikan pasien saat menggunakan obat bisolvon flu adalah sebagai berikut :

  • Keamanan pemakaian obat ini untuk ibu menyusui belum diketahui dengan jelas. Oleh karena itu, pemakaian selama menyusui sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter.
  • Pemakaian bisolvon flu harus dihentikan jika tanda-tanda awal reaksi alergi seperti ruam, gatal, sakit tenggorokan, demam, arthralgia, pucat, atau tanda-tanda lainnya muncul, karena jika terjadi bisa berakibat fatal.
  • Bisolvon flu harus digunakan secara hati-hati pada pasien yang mempunyai penyakit asma.
  • Meskipun efek obat paracetamol terhadap perdarahan lambung relatif lebih kecil daripada obat-obat golongan NSAID, ada baiknya obat ini dikonsumsi setelah makan. di samping itu, obat-obat golongan mukolitik seperti bromhexine bisa menembus sawar lambung, hati-hati menggunakan obat ini pada penderita tukak lambung.
  • Jika anda mengkonsumsi alkohol, potensi terjadinya kerusakan hati sangat tinggi terutama pada pemakaian jangka panjang dan dosis yang lebih tinggi.
  • Hati-hati menggunakan obat ini pada pasien dengan gangguan fungsi hati dan ginjal.
  • Bisolvon flu menyebabkan kantuk. jangan mengemudikan kendaraan atau menyalakan mesin selama menggunakan obat ini.

Penggunaan obat Bisolvon flu untuk ibu hamil


Jangan gunakan obat yang mengandung bromhexine untuk wanita hamil terutama pada trimester pertama.

FDA (badan pengawas obat dan makanan amerika serikat) mengkategorikan obat paracetamol dan Phenylephrine kedalam kategori C dengan penjelasan sebagai berikut :

Penelitian pada reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin dan tidak ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada manusia, namun jika potensi keuntungan dapat dijamin, penggunaan obat pada ibu hamil dapat dilakukan meskipun potensi resiko sangat besar.

Penelitian pada hewan memang tidak selalu bisa dijadikan dasar keamanan pemakaian obat terhadap wanita hamil. Namun fakta bahwa obat ini telah menunjukkan efek buruk pada janin hewan harus menjadi perhatian serius jika ingin menggunakan obat yang mengandung paracetamol dan Phenylephrine seperti bisolvon flu untuk ibu hamil. Disarankan hanya digunakan jika tidak ada pilihan lain yang lebih aman.

interaksi obat


Beikut interaksi dengan obat-obat lain jika digunakan secara bersamaan :

  • Jika bromhexine diberikan bersamaan dengan antibiotik seperti amoxicillin, cefuroxim, erythromycin, dan doxycycline, konsentrasi antiobiotik-antibiotik tersebut di dalam jaringan paru meningkat.
  • Metoclopramide : meningkatkan efek analgetic paracetamol.
  • Carbamazepine, fenobarbital dan fenitoin : meningkatkan potensi kerusakan hati.
  • Kolestiramin dan lixisenatide : mengurangi efek farmakologis paracetamol.
  • Antikoagulan warfarin : paracetamol meningkatkan efek koagulansi obat ini sehingga meningkatkan potensi resiko terjadinya perdarahan.

Dosis Bisolvon flu


Bisolvon flu diberikan dengan dosis berikut :

  • Dosis dewasa dan anak > 12 tahun :

3 x sehari 10 ml syrup

  • Dosis anak usia 6-12 tahun :

3 x sehari 5 ml syrup

Terkait


Dalam pemilihan obat, manfaat yang diperoleh harus dipastikan lebih besar daripada risiko yang mungkin dialami pasien. Oleh karena itu, penggunaan obat Bisolvon flu harus sesuai dengan yang dianjurkan.