Chloramphecort cream

Chloramphecort cream adalah obat yang digunakan untuk mengobati penyakit kulit yang peka terhadap antibiotik dan disertai radang. Chloramphecort cream mengandung hydrocortisone, obat yang termasuk kortikosteroid, dan chloramphenicol, suatu obat yang termasuk antibiotik. Berikut ini adalah informasi lengkap chloramphecort cream yang disertai tautan merk-merk obat lain dengan nama generik yang sama.

pabrik


kimia farma

golongan


Harus dengan resep dokter

kemasan


chloramphecort dipasarkan dengan kemasan sebagai berikut :

  • tube 10 gram cream

tersedia juga chloramphecort H yang mengandung chloramphenicol dan prednisolone.

kandungan


tiap gram chloramphecort mengandung zat aktif (nama generik) sebagai berikut :

  • chloramphenicol 20 mg
  • hydrocortisone acetate 25 mg

Sekilas tentang zat aktif (nama generik)


hydrocortisone adalah obat kortikosteroid jenis glukokortikoid hormon yang digunakan sebagai agen anti inflamasi dan imunosupresan. Secara alami hormon ini dinamakan cortisol yang diproduksi oleh zona fasciculata pada korteks adrenal. hormon ini berfungsi meningkatkan kadar gula darah melalui glukoneogenesis, menekan sistem kekebalan tubuh, dan membantu proses metabolisme lemak, protein, dan karbohidrat. Sebagai anti inflamasi, hydrocortisone menekan migrasi leukosit polimorfonuklear dan pembalikan kenaikan permeabilitas kapiler. Untuk penggunaan topikal, obat ini berguna untuk mengobati manifestasi inflamasi seperti eksim.

chloramphenicol adalah  antibiotik yang digunakan secara luas pada infeksi bakteri. chloramphenicol termasuk antibiotika jenis bakteriostatik yang menggangu sistesis protein dengan cara menghambat aktivitas peptidil transferase dari ribosom bakteri. Obat ini secara spesifik mengikat residu A2451 dan A2452 dari 23s rRNA subunit ribosom 50s untuk mencegah terjadinya ikatan peptida.

Indikasi


Kegunaan Chloramphecort adalah untuk pengobatan kondisi-kondisi berikut :

  • Chloramphecort bisa digunakan secara topikal untuk mengobati penyakit eksim, dermatitis kontak, dan penyakit kulit lain yang peka terhadap chloramphenicol dan kortikosteroid.
  • hydrocortisone adalah satu-satunya kortikosteroid topikal yang direkomendasikan untuk bayi di bawah 1 tahun. Digunakan untuk mengatasi ruam kulit yang disertai manifestasi inflamasi berat akibat penggunaan popok, eksim atopik, dan gigitan atau sengatan serangga.

Kontra indikasi


  • jangan menggunakan obat ini untuk pasien yang memiliki riwayat hipersensitif pada obat golongan kortikosteroid.
  • jangan menggunakan obat ini untuk pasien yang memiliki riwayat hipersensitif pada chloramphenicol.
  • Chloramphecort, sebaiknya tidak diberikan pada pasien yang menderita infeksi jamur sistemik, penderita TBC aktif, herpes zoster, herpes simplex, dan infeksi virus lain.

Efek samping


Berikut adalah beberapa efek samping yang mungkin terjadi pada penggunaan chloramphecort :

  • Pada penggunaan jangka panjang, bisa menyebabkan atrofi, striae, telangiectasias, sensasi kulit seperti terbakar, rasa gatal, iritasi, kulit kering, folikulitis, jerawat, hipopigmentasi, dermatitis perioral, dermatitis kontak alergi, infeksi sekunder, dan miliaria.
  • Pada beberapa orang yang peka, kadang menimbulkan reaksi hipersensitif.

Perhatian


Hal-hal yang harus diperhatikan selama menggunakan obat ini, adalah sebagai berikut :

  • Jangan menggunakan obat ini pada area mata atau dekat area mata.
  • Area kulit yang diolesi cream chloramphecort sebaiknya tidak dibalut verban, karena bisa meningkatkan penyerapannya ke dalam darah dan menimbulkan efek samping sistemik.
  • Belum diketahui apakah kortikosteroid topikal bisa diekskresikan melalui air susu ibu (ASI), namun karena potensi bahaya yang mungkin timbul pada bayi, sebaiknya penggunaan obat ini oleh ibu menyusui dilakukan secara hati-hati.
  • Penyerapan ke dalam darah terjadi lebih besar pada pasien anak usia < 6 tahun, penggunaan pada area kulit yang luas, penggunaan jangka panjang, dan penggunaan pakaian ketat pada area kulit yang diobati. Pada situasi ini, kortikosteroid topikal akan menimbulkan efek samping sistemik yang lebih besar.

Toleransi terhadap kehamilan


FDA (badan pengawas obat dan makanan amerika serikat) mengkategorikan hydrocortisone dan chloramphenicol kedalam kategori C dengan penjelasan sebagai berikut :

Penelitian pada reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin dan tidak ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada manusia, namun jika potensi keuntungan dapat dijamin, penggunaan obat pada ibu hamil dapat dilakukan meskipun potensi resiko sangat besar.

Fakta bahwa obat ini telah terbukti menyebabkan efek buruk terhadap janin hewan, harus menjadi perhatian serius. Namun jika ada alasan medis yang mengharuskan penggunaan obat ini, dan tidak ada pilihan obat lain, penggunaan obat yang mengandung hydrocortisone dan chloramphenicol pada wanita hamil bisa dilakukan.

Penggunaan obat yang mengandung kortikosteroid pada area tubuh yang luas, penggunaan jangka panjang, penekanan pada tempat penggunaan baik oleh pemakaian verban atau pakaian ketat sebaiknya dihindari karena bisa meningkatkan penyerapan obat ini ke dalam darah. Penyerapan yang tinggi akan meningkatkan potensi terjadinya efek samping yang merugikan pada janin.

Dosis chloramphecort


chloramphecort diberikan dengan dosis sebagai berikut :

  • cream dioleskan pada area kulit terinfeksi 2 x sehari.

Terkait


Jika informasi ini berguna, bagikan ke teman – teman anda