Coditam tablet

Coditam adalah obat yang digunakan untuk mengurangi gejal-gejala nyeri sedang sampai berat. Coditam mengandung paracetamol, obat yang memiliki aktivitas sebagai antipyretic sekaligus analgetic, dikombinasikan dengan codeine, obat penghilang nyeri golongan opiat. Berikut ini adalah informasi lengkap Coditam yang disertai tautan merk-merk obat lain dengan nama generik yang sama.

pabrik


Kimia Farma

golongan


  • Obat ini hanya bisa diperoleh dengan resep dokter
  • Obat-obat yang mengandung codeine berada di bawah pengawasan ketat oleh Kementrian Kesehatan Republik Indonesia

kemasan


Coditam dipasarkan dengan kemasan sebagai berikut :

  • dos 10 x 10 tablet

kandungan


tiap kemasan Coditam mengandung zat aktif (nama generik) sebagai berikut :

  • Paracetamol 500
  • Codeine 30 mg

Sekilas tentang zat aktif (nama generik)


Paracetamol yang dikenal juga dengan nama acetaminophen adalah obat yang digunakan sebagai analgetic (pereda nyeri) dan antipiretik (penurun demam) yang bisa diperoleh tanpa resep dokter. Meskipun paracetamol memiliki efek anti inflamasi, obat ini tidak dimasukkan sebagai obat NSAID, karena efek anti inflamasinya dianggap tidak signifikan. Cara kerja paracetamol yang diketahui sekarang adalah dengan cara menghambat kerja enzim cyclooxygenase (COX). Enzim ini berperan pada pembentukan prostaglandin yaitu senyawa penyebab nyeri. Dengan dihambatnya kerja enzim COX, maka jumlah prostaglandin pada sistem saraf pusat menjadi berkurang sehingga respon tubuh terhadap nyeri berkurang. Paracetamol menurunkan suhu tubuh dengan cara menurunkan hipotalamus set-point di pusat pengendali suhu tubuh di otak.

Codeine adalah obat yang digunakan sebagai pereda nyeri ringan sampai sedang golongan opiat. Obat ini juga dikenal dengan nama 3-methylmorphine. Codeine sering dikombinasikan dengan paracetamol atau aspirin untuk mendapatkan efek pereda nyeri yang lebih baik.

Indikasi


Kegunaan Coditam adalah untuk mengurangi gejala-gejala nyeri sedang sampai berat.

Kontra indikasi


  • jangan diberikan untuk pasien yang memiliki riwayat hipersensitif terhadap paracetamol atau codeine.

Efek samping


Berikut adalah beberapa efek samping Coditam yang mungkin terjadi :

  • Obat yang mengandung paracetamol bisa menyebabkan kerusakan hati terutama jika penggunaanya melebihi dosis yang dianjurkan. Potensi efek samping ini meningkat pada orang-orang yang mengkonsumsi alkohol.
  • Efek samping ringan pada saluran pencernaan misalnya mual dan muntah. Pada penggunaan dosis yang lebih tinggi diketahui meningkatkan resiko terjadinya perdarahan lambung.
  • Efek samping pada ginjal relatif jarang. Namun pada penggunaan jangka panjang, dapat meningkatkan resiko kerusakan ginjal termasuk gagal ginjal akut.
  • Efek samping pada kulit kejadiannya jarang. Pada tahun 2013, FDA (US Food and Drug Administration) memperingatkan kemungkinan terjadinya efek pada kulit seperti sindrom stevens-johnson dan nekrolisis epidermal toksik akibat pemakaian obat-obat yang mengandung paracetamol, meski hal ini sangat jarang namun bisa fatal jika terjadi.
  • Reaksi hipersensitivitas akibat pemakaian obat ini sangat jarang, namun jika terjadi pertolongan medis harus segera diberikan karena bisa menyebabkan syok anafilaksis yang berakibat fatal.
  • Efek samping yang umum setelah penggunaan obat-obat yang mengandung codeine misalnya mengantuk dan sembelit.
  • Penggunaan jangka panjang obat yang mengandung codeine bisa menyebabkan toleransi obat atau ketergantungan. Efek samping akibat pemakaian jangka panjang misalnya berkurangnya libido, bersifat apatis, penurunan daya ingat, kesulitan bernafas, gangguan jantung, syok, pusing, gangguan penglihatan, depresi mental, sedasi, euforia, dysphoria, rasa lelah, agitasi, rasa gelisah, delirium, insomnia, gangguan pencernaan, dan tekanan darah rendah.

baca dosis, efek jika digunakan wanita hamil, dan hal-hal apa saja yang harus diperhatikan pasien selama menggunakan coditam di halaman berikutnya…