Neladryl DMP syrup

Neladryl DMP syrup adalah obat yang digunakan untuk mengobati batuk yang disertai gejala flu seperti demam, sakit kepala, hidung tersumbat, dan bersin-bersin. Neladryl DMP syrup mengandung paracetamol, obat yang memiliki aktivitas sebagai antipyretic sekaligus analgetic, diphenhydramine HCl, obat yang termasuk golongan antihistamin generasi pertama, phenylephrine, obat yang berfungsi sebagai decongestan, dextromethorphan, obat penekan batuk dari kelas morphinan, ammonium chloride, senyawa anorganik yang berfungsi sebagai ekspektoran dan natrium citrate, obat yang berfungsi menetralkan kondisi asam. Berikut ini adalah informasi lengkap Neladryl DMP syrup yang disertai tautan merk-merk obat lain dengan nama generik yang sama.

pabrik


Galenium

golongan


Bisa diperoleh tanpa resep dokter di apotek atau toko obat berijin resmi.

kemasan


Neladryl DMP syrup dipasarkan dengan kemasan sebagai berikut :

  • botol 60 ml syrup

kandungan


tiap 5 ml Neladryl DMP syrup mengandung zat aktif (nama generik) sebagai berikut :

  • paracetamol 125 mg
  • diphenhydramine HCl 13.5 mg
  • phenylephrine HCl 6 mg
  • dextromethorphan HBr 8 mg
  • ammonium chloride 131.5 mg
  • natrium citrate 55 mg

Sekilas tentang zat aktif (nama generik)


Paracetamol yang dikenal juga dengan nama acetaminophen adalah obat yang digunakan sebagai analgetic (pereda nyeri) dan antipiretik (penurun demam) yang bisa diperoleh tanpa resep dokter. Meskipun paracetamol memiliki efek anti inflamasi, obat ini tidak dimasukkan sebagai obat NSAID, karena efek anti inflamasinya dianggap tidak signifikan.

Diphenhydramine adalah obat yang termasuk golongan antihistamin generasi pertama. Obat ini memiliki efek antikolinergik, antitusif, antiemetik, dan terutama digunakan untuk mengobati alergi. Obat ini juga memiliki efek hipnotis yang kuat, yang membantu pasien untuk tidur untuk tujuan beristirahat.

Phenylephrine adalah obat yang digunakan sebagai dekongestan. Obat ini adalah α1-adrenergik agonis reseptor selektif kelas phenethylamine. Selain sebagai dekongestan, phenylephrine juga berfungsi sebagai obat untuk melebarkan pupil dan meningkatkan darah.

Dextromethorphan adalah obat yang termasuk kelas morphinan yang memiliki efek sebagai penenang, disosiatif dan stimulan. Obat ini digunakan sebagai obat penekan batuk, terutama batuk karena iritasi tenggorokan dan bronkial ringan.

Ammonium chloride adalah senyawa anorganik yang banyak digunakan sebagai agen ekspektoran dalam obat batuk. Efek ekspektoran ini terjadi dengan cara mengiritasi mukosa bronkial yang mempermudah pengeluaran dahak. Namun karena obat ini mengiritasi mukosa lambung, dapat menyebabkan mual dan muntah.

Natrium citrate adalah obat yang yang termasuk agen alkalizing, yaitu obat yang berfungsi untuk menetralkan kondisi asam yang berlebihan pada darah dan urin.

Indikasi


Kegunaan Neladryl DMP syrup adalah untuk mengobati gejala influenza seperti demam, sakit kepala, hidung tersumbat, dan bersin-.bersin, sekaligus meredakan batuk tidak berdahak, kering dan terasa sakit di tenggorokan.

Kontra indikasi


  • jangan diberikan untuk pasien yang memiliki riwayat hipersensitif terhadap salah satu komponen obat ini.
  • Pasien yang memiliki kepekaan terhadap obat simpatomimetik lain seperti, efedrin, pseudoefedrin juga dikontraindikasikan menggunakan obat ini.
  • Pasien penderita hipertensi parah, penyakit jantung, diabetes mellitus, dan gangguan fungsi hati yang parah tidak boleh menggunakan obat ini.
  • Kontraindikasi juga bagi pasien yang sedang menggunakan obat-obat golongan monoamine oksidase (MAO) inhibitors, karena bisa meningkatkan tekanan darah.

Efek samping Neladryl DMP syrup


Secara umum Neladryl DMP syrup bisa ditoleransi dengan baik oleh sebagian besar orang, selama diberikan pada dosis yang dianjurkan. Berikut adalah beberapa efek samping Neladryl DMP syrup yang mungkin terjadi :

  • Obat yang mengandung paracetamol bisa menyebabkan kerusakan hati terutama jika penggunaanya melebihi dosis yang dianjurkan. Potensi efek samping ini meningkat pada pengguna alkohol.
  • Efek samping ringan pada saluran pencernaan misalnya mual dan muntah. Pada penggunaan dosis yang lebih tinggi diketahui meningkatkan resiko terjadinya perdarahan lambung.
  • Efek samping pada ginjal relatif jarang. Namun pada penggunaan jangka panjang, dapat meningkatkan resiko kerusakan ginjal termasuk gagal ginjal akut.
  • Efek samping pada kulit kejadiannya jarang. Pada tahun 2013, FDA (US Food and Drug Administration) memperingatkan kemungkinan terjadinya efek pada kulit seperti sindrom stevens-johnson dan nekrolisis epidermal toksik akibat pemakaian obat yang mengandung paracetamol. Meski hal ini sangat jarang namun bisa fatal jika terjadi.
  • Obat ini juga menyebabkan efek samping berupa sakit kepala, mengantuk, vertigo, gangguan psikomotor, aritmia, takikardi, mulut kering, palpitasi, dan retensi urin.
  • Jika digunakan dengan dosis yang besar, dextromethorphan berpotensi menyebabkan kejang epilepsi.

baca dosis, efek jika digunakan oleh wanita hamil, dan hal apa saja yang harus diperhatikan selama menggunakan Neladryl DMP syrup di halaman berikutnya…