otopain tetes telinga

Otopain tetes telinga adalah obat yang digunakan untuk mengobati radang pada telinga dan otitis eksterna yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Otopain tetes telinga mengandung fludrocortisone, obat yang termasuk kortikosteroid,  2 jenis antibiotik yaitu neomycin, dan polymixin dikombinasikan dengan lidocaine, obat yang bisa digunakan untuk anestesi lokal. Berikut ini adalah informasi lengkap Otopain tetes telinga yang disertai tautan merk-merk obat lain dengan nama generik yang sama.

pabrik


interbat

golongan


Harus dengan resep dokter

kemasan


Otopain tetes telinga dipasarkan dengan kemasan sebagai berikut :

  • botol 8 ml tetes telinga

kandungan


tiap ml Otopain tetes telinga mengandung zat aktif (nama generik) sebagai berikut :

  • fludrocortisone acetate 5 mg
  • neomycin sulphate 25 mg
  • polymixin B sulphate 50.000 IU
  • lidocaine HCl 200 mg

Sekilas tentang zat aktif (nama generik)


neomycin adalah antibiotik golongan aminoglikosida yang digunakan untuk mengobati infeksi-infeksi yang disebabkan terutama oleh bakteri gram negatif. neomycin bekerja dengan cara mengikat secara reversibel terhadap sub unit 30s dari ribosom bakteri sehingga menghambat sintesa protein yang pada akhirnya menghambat pertumbuhan bakteri itu. neomycin lebih banyak digunakan dalam sediaan seperti cream atau salep untuk mengobati infeksi pada kulit dan mukosa.

fludrocortison (9α-fluorocortisol atau 9α-fluorohydrocortisone) adalah obat yang termasuk kortikosteroid sintetik. obat ini digunakan untuk mengatasi kondisi insufisiensi adrenal, misalnya penyakit addison. Selain itu juga digunakan untuk mengobati kondisi intoleransi ortostatik dan postural sindrom ortostatik takikardia (POTS).

Lidocaine adalah obat yang termasuk anestesi. Obat ini bisa digunakan untuk anestesi topikal dalam pengobatan pruritus, dan mengobati takikardia ventrikel, blok saraf, dan kegunaan anestesi lainnya.

Polymixin B adalah antibiotik yang aktif terhadap bakteri gram negatif maupun gram positif. Antibiotik ini bekerja dengan cara mengikat membran sel dan mengubah strukturnya sehingga menyebabkan membran sel menjadi lebih permeabel.

Indikasi


Kegunaan otopain tetes telinga adalah untuk pengobatan kondisi-kondisi berikut :

  • Untuk mengobati otitis eksterna akut dan kronis yang disbebkan oleh infeksi bakteri yang peka terhadap neomycin dan polymixin.
  • Untuk mengobati radang pada telinga bagian luar.

Kontra indikasi


  • Jangan digunakan untuk penderita yang mengalami reaksi hipersensitivitas terhadap  komponen obat ini.
  • Hindarkan juga pemakaian antibiotik ini untuk bayi prematur ataupun bayi baru lahir.

Efek Samping


Berikut adalah beberapa efek samping otopain tetes telinga yang mungkin terjadi :

  • Pada penggunaan jangka panjang, bisa menyebabkan rasa gatal, iritasi, kering, dan infeksi sekunder.
  • Pada beberapa orang yang peka, kadang menimbulkan reaksi alergi atau hipersensitif.

Penggunaan oleh wanita hamil


FDA (badan pengawas obat dan makanan amerika serikat) mengkategorikan neomycin kedalam kategori D dengan penjelasan sebagai berikut :

Terbukti beresiko terhadap janin manusia berdasarkan bukti-bukti empiris yang didapatkan dari investigasi, pengalaman marketing maupun  studi terhadap manusia. namun jika benefit yang diperoleh dipandang lebih tinggi dari resiko yang mungkin terjadi, obat ini bisa diberikan.

Antibiotik golongan aminoglikosida mampu melewati plasenta. Adanya bukti empiris bahwa obat ini memiliki efek buruk terhadap janin manusia, harus menjadi peringatan serius bagi pasien yang sedang hamil, atau yang berencana untuk hamil.

perhatian


Hal-hal yang harus diperhatikan selama menggunakan obat ini, adalah sebagai berikut :

  • Jangan digunakan untuk mata.
  • penggunaan antibiotik dapat menyebabkan terjadinya pertumbuhan organisme patogen lain yang tidak peka, terutama jamur. hal ini disebut superinfeksi. Jika terjadi, penanganan yang tepat harus dilakukan dengan pengawasan dokter.

Dosis otopain tetes telinga


otopain tetes telinga diberikan dengan dosis berikut :

  • teteskan 4-5 tetes, 2-4 x sehari.

Terkait


Jika informasi ini berguna, bagikan ke teman-teman anda