Panadol Cold & Flu

Panadol Cold & Flu adalah obat yang digunakan untuk mengobati gejala flu seperti demam, sakit kepala, hidung tersumbat, bersin disertai batuk. Obat ini juga dikenal sebagai PanadolĀ  hijau karena warna kemasannya. Obat Panadol Cold & Flu mengandung paracetamol yang memiliki aktivitas sebagai antipyretic sekaligus analgetic, pseudoephedrine, obat golongan amina simpatomimetik, dalam sediaan obat ini bertindak sebagai nasal dekongestan, dan dextromethorphan, obat penekan batuk dari kelas morphinan.

Berikut ini adalah informasi lengkap Panadol Cold & Flu caplet yang disertai tautan merk-merk obat lain dengan nama generik yang sama.

pabrik


Glaxo smithkline/sterling

golongan


Bisa diperoleh tanpa resep dokter di apotek atau toko obat berijin resmi.

kemasan


Panadol Cold & Flu caplet dipasarkan dengan kemasan sebagai berikut :

  • dos 10 x 10 caplet

Tersedia juga sediaan-sediaan berikut :

kandungan


Obat Panadol Cold & Flu caplet mengandung zat aktif (nama generik) sebagai berikut :

  • paracetamol 500 mg
  • pseudoephedrine HCl 30 mg
  • dextromethorphan HBr 15 mg

Sekilas tentang zat aktif (nama generik)


Paracetamol yang dikenal juga dengan nama acetaminophen adalah obat yang digunakan sebagai analgetic (pereda nyeri) dan antipiretik (penurun demam) yang bisa diperoleh tanpa resep dokter. Meskipun paracetamol memiliki efek anti inflamasi, obat ini tidak dimasukkan sebagai obat NSAID, karena efek anti inflamasinya dianggap tidak signifikan.

pseudoephedrine adalah obat yang digunakan sebagai nasal dekongestan, stimulan, dan sebagai wakefulness promoting agent. Obat ini termasuk obat simpatomimetik dari kelas phenethylamine dan amfetamin. Obat ini biasanya digunakan dalam bentuk garamnya yaitu pseudoephedrine hydrochloride.

Dextromethorphan adalah obat yang termasuk kelas morphinan yang memiliki efek sebagai penenang, disosiatif dan stimulan. Obat ini digunakan sebagai obat penekan batuk, terutama batuk karena iritasi tenggorokan dan bronkial ringan.

Indikasi


Kegunaan Panadol Cold & Flu caplet adalah untuk mengobati gejal influenza seperti demam, sakit kepala, hidung tersumbat, bersin disertai batuk. (Baca juga pilihan obat penurun panas terbaik untuk anak).

Kontra indikasi


  • jangan diberikan untuk pasien yang memiliki riwayat hipersensitif/alergi obat paracetamol atau salah satu komponen obat ini.
  • Pasien yang memiliki kepekaan terhadap obat simpatomimetik lain seperti, efedrin, fenilefrin juga dikontraindikasikan menggunakan obat ini.
  • Kontraindikasi juga bagi pasien yang sedang menggunakan obat-obat golongan monoamine oksidase (MAO) inhibitors, karena bisa meningkatkan tekanan darah.
  • Obat-obat yang mengandung pseudoephedrine sebaiknya tidak digunakan untuk pasien : diabetes mellitus, penyakit jantung, hipertensi berat, penyakit arteri koroner berat, hipertrofi prostat, hipertiroid, dan closed angle galucoma.

Efek samping Panadol Cold & Flu caplet


Secara umum Panadol Cold & Flu caplet bisa ditoleransi dengan baik oleh sebagian besar orang, selama diberikan pada dosis yang dianjurkan. Berikut adalah beberapa efek samping Panadol Cold & Flu caplet yang mungkin terjadi :

  • Obat yang mengandung paracetamol bisa menyebabkan kerusakan hati terutama jika penggunaanya melebihi dosis yang dianjurkan. Potensi efek samping ini meningkat pada pengguna alkohol.
  • Efek samping ringan pada saluran pencernaan misalnya mual dan muntah. Pada penggunaan dosis yang lebih tinggi diketahui meningkatkan resiko terjadinya perdarahan lambung.
  • Efek samping pada ginjal relatif jarang. Namun pada penggunaan jangka panjang, dapat meningkatkan resiko kerusakan ginjal termasuk gagal ginjal akut.
  • Efek samping pada kulit kejadiannya jarang. Pada tahun 2013, FDA (US Food and Drug Administration) memperingatkan kemungkinan terjadinya efek pada kulit seperti sindrom stevens-johnson dan nekrolisis epidermal toksik akibat pemakaian obat yang mengandung paracetamol. Meski hal ini sangat jarang namun bisa fatal jika terjadi.
  • Obat ini juga menyebabkan efek samping berupa sakit kepala, mengantuk, vertigo, gangguan psikomotor, aritmia, takikardi, mulut kering, palpitasi, dan retensi urin.
  • Jika digunakan dengan dosis yang besar, dextromethorphan berpotensi menyebabkan kejang epilepsi.

Perhatian


Hal-hal yang harus diperhatikan selama menggunakan obat Panadol Cold & Flu caplet adalah sebagai berikut :

  • Pemakaian obat Panadol Cold & Flu caplet harus dihentikan jika tanda-tanda awal reaksi alergi seperti ruam, gatal, sakit tenggorokan, demam, arthralgia, pucat, atau tanda-tanda lainnya muncul, karena jika terjadi bisa berakibat fatal.
  • Obat ini harus digunakan secara hati-hati pada pasien yang mempunyai penyakit asma.
  • Paracetamol diketahui ikut keluar bersama air susu ibu (ASI) meskipun dalam jumlah yang kecil. Penggunaan Panadol Cold & Flu caplet oleh ibu menyusui sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter.
  • Meskipun efek paracetamol terhadap perdarahan lambung relatif lebih kecil daripada obat-obat golongan NSAID, ada baiknya Panadol Cold & Flu caplet dikonsumsi setelah makan.
  • Jika anda mengkonsumsi alkohol, potensi terjadinya kerusakan hati sangat tinggi terutama pada pemakaian jangka panjang dan dosis yang lebih tinggi.
  • Orang-orang yang punya resiko terkena hipertensi atau stroke, misalnya orang yang kelebihan berat badan (obesitas), dan orang usia lanjut, harus hati-hati menggunakan obat ini.
  • penderita disfungsi ginjal, hati, memiliki penyakit glaukoma, hipertrofi prostat, hipertiroid, harus hati-hati menggunakan obat ini.
  • Hati-hati menggunakan obat ini pada pasien dengan gangguan fungsi hati dan ginjal.
  • Pasien yang rentan mengalami kecemasan atau panik berlebihan, harus hati-hati menggunakan obat yang mengandung pseudoephedrine karena obat ini berefek stimulan yang umumnya mempunyai efek samping kecemasan dan kepanikan.
  • Obat ini menyebabkan kantuk. jangan mengemudikan kendaraan atau menyalakan mesin selama menggunakan obat ini.

Penggunaan obat Panadol Cold & Flu untuk ibu hamil


FDA (badan pengawas obat dan makanan amerika serikat) mengkategorikan paracetamol, pseudoephedrine dan dextromethorphan kedalam kategori C dengan penjelasan sebagai berikut :

Penelitian pada reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin dan tidak ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada manusia, namun jika potensi keuntungan dapat dijamin, penggunaan obat pada ibu hamil dapat dilakukan meskipun potensi resiko sangat besar.

Hasil studi pada hewan tidak selalu bisa dijadikan ukuran keamanan penggunaan obat pada manusia. Oleh karena penelitian secara klinis yang terkendali dengan baik belum dilakukan, penggunaan obat-obat yang mengandung paracetamol, pseudoephedrine atau dextromethorphan untuk ibu hamil harus dikonsultasikan dengan dokter.

interaksi obat


Berikut adalah interaksi jika digunakan bersamaan dengan dengan obat-obat lain :

  • Metoclopramide : meningkatkan efek analgetic paracetamol.
  • Carbamazepine, fenobarbital dan fenitoin : meningkatkan potensi kerusakan hati.
  • Kolestiramin dan lixisenatide : mengurangi efek farmakologis paracetamol.
  • Antikoagulan warfarin : paracetamol meningkatkan efek koagulansi obat ini sehingga meningkatkan potensi resiko terjadinya perdarahan.
  • Hati-hati penggunaan anacetin bersamaan dengan obat-obat jenis monoamine oksidase (MAO) inhibitors, karena MAO inhibitors karena bisa meningkatkan tekanan darah.
  • Dextromethorphan bisa mempotensiasi obat golongan depresan sistem saraf lain.

DosisĀ Panadol Cold & Flu caplet


Obat Panadol Cold & Flu caplet diberikan dengan dosis sebagai berikut :

  • Dosis dewasa dan anak usia di atas 12 tahun : 3 x sehari 1 caplet.
  • dosis anak usia 6-12 tahun : 3 x sehari 1/2 caplet.

Terkait


Dalam pemilihan obat, manfaat yang diperoleh harus dipastikan lebih besar daripada risiko yang mungkin dialami pasien. Oleh karena itu, penggunaan obat Panadol Cold & Flu caplet harus sesuai dengan yang dianjurkan.