Paramex Flu & Batuk

Paramex Flu & Batuk adalah obat yang digunakan untuk meringankan gejala flu seperti demam, sakit kepala, hidung tersumbat, bersin-bersin yang disertai batuk tidak berdahak. Paramex Flu & Batuk mengandung paracetamol, obat yang memiliki aktivitas sebagai antipyretic sekaligus analgetic, propyphenazone, obat anti inflamasi, analgetik sekaligus mempunyai efek antipiretik, pseudoephedrine, obat amina simpatomimetik, dalam sediaan obat ini bertindak sebagai nasal dekongestan, dan dextromethorphan, obat penekan batuk dari kelas morphinan. Berikut ini adalah informasi lengkap Paramex Flu & Batuk yang disertai tautan merk-merk obat lain dengan nama generik yang sama.

pabrik


Konimex

golongan


Bisa diperoleh tanpa resep dokter

kemasan


Paramex Flu & Batuk dipasarkan dengan kemasan sebagai berikut :

  • strip isi 4 tablet

Tersedia juga sediaan paramex untuk sakit kepala dan sakit gigi.

kandungan


tiap tablet Paramex Flu & Batuk mengandung zat aktif (nama generik) sebagai berikut :

  • Paracetamol 250 mg
  • propyphenazone 150 mg
  • Pseudoephedrine HCl 30 mg
  • Dextromethorphan HBr 15 mg

Sekilas tentang zat aktif (nama generik)


Paracetamol yang dikenal juga dengan nama acetaminophen adalah obat yang digunakan sebagai analgetic (pereda nyeri) dan antipiretik (penurun demam) yang bisa diperoleh tanpa resep dokter. Meskipun paracetamol memiliki efek anti inflamasi, obat ini tidak dimasukkan sebagai obat NSAID, karena efek anti inflamasinya dianggap tidak signifikan. Cara kerja paracetamol yang diketahui sekarang adalah dengan cara menghambat kerja enzim cyclooxygenase (COX). Enzim ini berperan pada pembentukan prostaglandin yaitu senyawa penyebab nyeri. Dengan dihambatnya kerja enzim COX, maka jumlah prostaglandin pada sistem saraf pusat menjadi berkurang sehingga respon tubuh terhadap nyeri berkurang. Paracetamol menurunkan suhu tubuh dengan cara menurunkan hipotalamus set-point di pusat pengendali suhu tubuh di otak.

propyphenazone adalah obat antiinflamasi, analgetik sekaligus antipiretik turunan phenazone. Efek samping yang umum dari obat ini adalah terjadinya diskrasia darah. Di beberapa negara obat ini telah dibatasi bahkan dilarang, sedangkan di beberapa negara lain masih tersedia bahkan bisa diperoleh tanpa resep dokter.

pseudoephedrine adalah obat yang digunakan sebagai nasal dekongestan, stimulan, dan sebagai wakefulness promoting agent. Obat ini termasuk obat simpatomimetik dari kelas phenethylamine dan amfetamin. Obat ini biasanya digunakan dalam bentuk garamnya yaitu pseudoephedrine hydrochloride.

Dextromethorphan adalah obat yang termasuk kelas morphinan yang memiliki efek sebagai penenang, disosiatif dan stimulan. Obat ini digunakan sebagai obat penekan batuk, terutama batuk karena iritasi tenggorokan dan bronkial ringan.

Indikasi Paramex Flu & Batuk


Kegunaan Paramex Flu & Batuk adalah untuk meringankan gejala flu seperti demam, sakit kepala, hidung tersumbat, bersin-bersin yang disertai batuk tidak berda

Kontra indikasi


  • jangan diberikan untuk pasien yang memiliki riwayat hipersensitif terhadap paracetamol, propyphenazone, dan komponen lain obat ini.
  • Jangan digunakan untuk pasien yang mempunyai gangguan fungsi hati yang berat.
  • Pasien yang memiliki kepekaan terhadap obat simpatomimetik lain seperti, efedrin, fenilefrin juga dikontraindikasikan menggunakan obat ini.
  • Kontraindikasi juga bagi pasien yang sedang menggunakan obat-obat golongan monoamine oksidase (MAO) inhibitors, karena bisa meningkatkan tekanan darah.
  • Obat-obat yang mengandung pseudoephedrine sebaiknya tidak digunakan untuk pasien : diabetes mellitus, penyakit jantung, hipertensi berat, penyakit arteri koroner berat, hipertrofi prostat, hipertiroid, dan closed angle galucoma.

Efek samping Paramex Flu & Batuk


Berikut adalah beberapa efek samping Paramex Flu & Batuk yang mungkin terjadi :

  • Obat ini bisa menyebabkan kerusakan hati terutama jika penggunaanya melebihi dosis yang dianjurkan. Potensi efek samping ini meningkat pada orang-orang yang mengkonsumsi alkohol.
  • Efek samping pada saluran pencernaan misalnya mual dan muntah. Pada penggunaan dosis yang lebih tinggi diketahui meningkatkan resiko terjadinya perdarahan lambung.
  • Efek samping pada ginjal relatif jarang. Namun pada penggunaan jangka panjang, dapat meningkatkan resiko kerusakan ginjal termasuk gagal ginjal akut.
  • Efek samping pada kulit kejadiannya jarang. Pada tahun 2013, FDA (US Food and Drug Administration) memperingatkan kemungkinan terjadinya efek pada kulit seperti sindrom stevens-johnson dan nekrolisis epidermal toksik akibat pemakaian paracetamol, meski hal ini sangat jarang namun bisa fatal jika terjadi.
  • Beberapa ahli menyarankan untuk menghindari penggunaan obat-obat yang mengandung paracetamol pada penderita asma terutama anak-anak, karena ada kemungkinan menyebabkan peningkatan resiko asma ataupun memperburuk penyakit asma yang telah diderita sebelumnya.
  • Reaksi hipersensitivitas akibat pemakaian obat ini sangat jarang, namun jika terjadi pertolongan medis harus segera diberikan karena bisa menyebabkan syok anafilaksis yang berakibat fatal.
  • Obat yang mengandung propyphenazone bisa menyebabkan diskrasia darah, suatu kondisi dimana sel darah berkembang secara berlebihan sehingga DNA memproduksi antibodi yang abnormal.
  • Obat ini juga menyebabkan efek samping berupa sakit kepala, mengantuk, vertigo, gangguan psikomotor, aritmia, takikardi, mulut kering, palpitasi, dan retensi urin.
  • Jika digunakan dengan dosis yang besar, dextromethorphan berpotensi menyebabkan kejang epilepsi.

baca dosis, efek jika digunakan oleh wanita hamil, dan hal apa saja yang harus diperhatikan selama menggunakan obat ini di halaman berikutnya…