Polifrisin tetes mata

Polifrisin tetes mata adalah obat yang digunakan untuk pengobatan penyakit mata terutama karena infeksi bakteri. Polifrisin tetes mata mengandung phenylephrine HCl, obat yang termasuk α1-adrenergik agonis reseptor selektif dari kelas phenethylamine, dikombinasikan dengan neomycin sulphate dan polymixin B sulphate, obat yang termasuk antibiotik. Berikut ini adalah informasi lengkap Polifrisin tetes mata yang disertai tautan merk-merk obat lain dengan nama generik yang sama.

pabrik


sanbe farma

golongan


Harus dengan resep dokter

kemasan


Polifrisin tetes mata dipasarkan dengan kemasan sebagai berikut :

  • botol 5 ml tetes mata

kandungan


tiap ml Polifrisin tetes mata mengandung zat aktif (nama generik) sebagai berikut :

  • Neomycin sulphate setara neomycin base 3.5 mg
  • polymixin B sulphate 16.250 IU
  • phenylephrine HCl 2 mg

Sekilas tentang zat aktif (nama generik)


neomycin adalah antibiotik golongan aminoglikosida yang digunakan untuk mengobati infeksi-infeksi yang disebabkan terutama oleh bakteri gram negatif. Neomycin bekerja dengan cara mengikat secara reversibel terhadap sub unit 30s dari ribosom bakteri sehingga menghambat sintesa protein yang pada akhirnya menghambat pertumbuhan bakteri itu.

Polymixin B adalah antibiotik yang aktif terhadap bakteri gram negatif maupun gram positif. Antibiotik ini bekerja dengan cara mengikat membran sel dan mengubah strukturnya sehingga menyebabkan membran sel menjadi lebih permeabel.

Phenylephrine adalah obat yang digunakan sebagai dekongestan, sebagai agen untuk melebarkan pupil dan meningkatkan tekanan darah. Obat ini termasuk α1-adrenergik agonis reseptor selektif dari kelas phenethylamine. Phenylephrine juga dapat menyebabkan penurunan denyut jantung melalui refleks bradikardia.

Indikasi


Kegunaan Polifrisin tetes mata adalah untuk pengobatan kondisi-kondisi berikut :

  • Penyakit mata yang disebabkan oleh infeksi bakteri Staphilococcus aureus, E.coli, H.influenzae, Klebsiella sp, Enterobacter sp, neisseria sp, dan pseudomonas aeruginosa.

Kontra indikasi


  • jangan menggunakan obat ini untuk pasien yang memiliki riwayat hipersensitif pada salah satu komponen obat ini.
  • Polifrisin tetes mata, sebaiknya tidak diberikan pada pasien yang menderita glaukoma sudut sempit.

Efek samping


Berikut adalah beberapa efek samping yang mungkin terjadi pada penggunaan Polifrisin tetes mata :

  • Pada penggunaan jangka panjang, bisa menyebabkan rasa gatal, iritasi, dan infeksi sekunder.
  • bisa menyebakan sensitisasi kulit dan konjungtiva.
  • Pada beberapa orang yang peka, kadang menimbulkan reaksi hipersensitif.

Perhatian


Hal-hal yang harus diperhatikan selama menggunakan obat ini, adalah sebagai berikut :

  • Pemakaian obat-obat antibiotik bisa menyebabkan superinfeksi berupa pertumbuhan bakteri yang tidak peka. Bila terjadi sebaiknya dilakukan pemeriksaan lanjutan.
  • jika terjadi iritasi, hentikan pemakaian obat ini.

Toleransi terhadap kehamilan


FDA (badan pengawas obat dan makanan amerika serikat) mengkategorikan phenylephrine dan polymixin kedalam kategori C dengan penjelasan sebagai berikut :

Penelitian pada reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin dan tidak ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada manusia, namun jika potensi keuntungan dapat dijamin, penggunaan obat pada ibu hamil dapat dilakukan meskipun potensi resiko sangat besar.

Penelitian pada hewan memang tidak selalu bisa dijadikan dasar keamanan pemakaian obat terhadap wanita hamil. Namun fakta bahwa obat ini telah menunjukkan efek buruk pada janin hewan harus menjadi perhatian serius jika ingin menggunakan obat yang mengandung Phenylephrine seperti fortusin syrup untuk wanita hamil. Disarankan hanya digunakan jika tidak ada pilihan lain yang lebih aman.

FDA (badan pengawas obat dan makanan amerika serikat) mengkategorikan neomycin kedalam kategori D dengan penjelasan sebagai berikut :

Terbukti beresiko terhadap janin manusia berdasarkan bukti-bukti empiris yang didapatkan dari investigasi, pengalaman marketing maupun  studi terhadap manusia. namun jika benefit yang diperoleh dipandang lebih tinggi dari resiko yang mungkin terjadi, obat ini bisa diberikan.

Antibiotik golongan aminoglikosida mampu melewati plasenta. Adanya bukti empiris bahwa obat ini memiliki efek buruk terhadap janin manusia, harus menjadi peringatan serius bagi pasien yang sedang hamil, atau yang berencana untuk hamil.

Dosis Polifrisin tetes mata


Polifrisin tetes mata diberikan dengan dosis sebagai berikut :

  • teteskan obat pada mata, 1-2 tetes 2-4 x sehari selama 7-10 hari.
  • untuk infeksi akut : 1-2 tetes setiap 15-30 menit.

Terkait


Jika informasi ini berguna, bagikan ke teman – teman anda