Pro TB 4 tablet

Pro TB 4 tablet adalah obat yang digunakan untuk mengobati tuberculosis (TBC) dan infeksi bakteri Mycobacterium tertentu. Pro TB 4 tablet mengandung kombinasi Rifampicin, isoniazid, pyrazinamide, dan ethambutol. Berikut ini adalah informasi lengkap Pro TB 4 tablet yang disertai tautan merk-merk obat lain dengan nama generik yang sama.

pabrik


Phapros

golongan


Harus dengan resep dokter

kemasan


Pro TB 4 tablet dipasarkan dengan kemasan sebagai berikut :

  • dos 1 x 28 film coated tablet

kandungan


Pro TB 4 tablet mengandung zat aktif (nama generik) sebagai berikut :

  • Rifampicin 150 mg
  • INH 75 mg
  • Pyrazinamide 400 mg
  • Ethambutol HCl 275 mg

Sekilas tentang zat aktif (nama generik)


Rifampicin adalah antibiotik yang digunakan untuk mengobati beberapa infeksi bakteri seperti tuberculosis (TBC), kusta, dan penyakit legionnaire. Obat ini bisa diberikan secara oral maupun intravena. Rifampicin termasuk golongan antibiotik rifamycin yang bekerja dengan cara menghambat pembentukan RNA bakteri.

Isonicotinylhydrazine (INH), dikenal juga dengan nama isoniazid adalah obat yang digunakan untuk mengobati penyakit tuberculosis (TBC). Obat ini adalah obat lini pertama untuk pencegahan maupun pengobatan TB laten ataupun TB aktif.  Obat ini efektif terhadap Mycobacterium tuberculosis, Mycobacterium kansasii, dan Mycobacterium xenopi. Isoniazid adalah obat yang masih berupa prodrug, yang kemudian diaktifkan oleh enzim katalase-peroksidase bakteri yang ada pada Mycobacterium tuberculosis.

Pyrazinamide adalah obat yang digunakan untuk mengobati tuberculosis (TBC). Obat ini bersifat bakteriostatik namun pada saat bakteri secara aktif melakukan replikasi, obat ini bisa bersifat bakterisida. Obat ini digunakan dalam 2 bulan pertama pengobatan dengan tujuan mengurangi durasi terapi penyembuhan TBC. Tanpa pyrazinamide, pengobatan TBC bisa membutuhkan waktu 9 bulan atau lebih. Dalam kombinasi dengan rifampicin, kedua obat ini adalah obat pilihan untuk mengobati TBC laten.

Ethambutol adalah obat yang digunakan untuk mengobati tuberkulosis (TBC), terutama bila diduga telah terjadi resistensi. Obat ini biasanya digunakan secara kombinasi dengan obat TBC lainnya, seperti isoniazid, rifampicin, dan pyrazinamide. Obat ini adalah anti tuberculosis yang bekerja dengan cara menghambat satu atau lebih metabolit bakteri rentan yang mengakibatkan gangguan metabolisme sel, menghambat multiplikasi, hingga kematian sel. Obat ini aktif terhadap bakteri yang rentan hanya saat bakteri itu sedang mengalami pembelahan sel.

Indikasi


Kegunaan Pro TB 4 tablet adalah untuk mengobati penyakit tuberculosis (TBC), dan infeksi oleh bakteri Mycobacterium oportunistik tertentu.

Kontra indikasi


  • Jangan digunakan untuk penderita yang mengalami reaksi hipersensitivitas terhadap salah satu komponen obat ini.
  • Tidak boleh diberikan kepada pasien yang menderita neuritis optik, kecuali ada penilaian klinis yang menyatakan obat ini bisa diberikan.
  • Jangan menggunakan obat ini kepada pasien yang tidak bisa mendeteksi dan melaporkan terjadinya gangguan penglihatan, misalnya anak-anak < 13 tahun.
  • Sebaiknya obat ini tidak diberikan kepada penderita gangguan hati yang diinduksi oleh isoniazid (INH).
  • Jangan digunakan untuk penderita hepatitis, menderita gangguan hati yang parah, gangguan ginjal, epilepsi dan pecandu alkohol kronis.

Efek Samping Pro TB 4 tablet


Berikut adalah beberapa efek samping Pro TB 4 tablet yang mungkin terjadi :

  • Efek samping yang sering dilaporkan akibat pemakaian obat yang mengandung ethambutol adalah terjadinya gangguan penglihatan (neuritis retrobulbar) yang disertai penurunan visus, skotoma sentral, buta warna hijau-merah, serta penyempitan pandangan. Efek samping ini lebih rentan dialami jika obat digunakan dengan dosis berlebihan atau penderita gangguan ginjal.
  • efek samping ethambutol yang juga sering adalah ruam kulit karena reaksi alergi, dan gangguan pada saluran pencernaan.
  • Efek samping ethambutol yang jarang adalah terjadinya masalah pada organ hati (penyakit kuning), neuritis perifer, efek samping pada sistem saraf pusat, kelainan darah, serta hiperurisemia.
  • Rifampicin dapat menyebabkan gangguan saluran pencernaan, gangguan fungsi hati, leukopenia, dan eosinofilia.
  • Isoniazid (INH) mempunyai efek samping berupa gangguan fungsi hati dan sistem saraf.
  • Efek samping lain dari Pro TB 4 tablet misalnya sakit kepala, pusing, kejang, anemia, arthralgia, sindrom rematik, purpurea, demam, dan shock syndrome.

Penggunaan oleh wanita hamil


FDA (badan pengawas obat dan makanan amerika serikat) mengkategorikan rifampicin, pyrazinamide, ethambutol dan INH kedalam kategori C dengan penjelasan sebagai berikut :

Penelitian pada reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin dan tidak ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada manusia, namun jika potensi keuntungan dapat dijamin, penggunaan obat pada ibu hamil dapat dilakukan meskipun potensi resiko sangat besar.

meskipun hasil studi pada hewan tidak selalu bisa dijadikan acuan keamanan obat pada manusia, fakta bahwa obat ini terbukti memiliki efek buruk terhadap janin hewan harus menjadi perhatian serius.

Telah ada laporan kelainan mata pada bayi yang lahir dari ibu yang menggunakan ethambutol. Jika tidak benar-benar dibutuhkan atau masih bisa menggunakan obat lain yang lebih aman, penggunaan Pro TB 4 tablet oleh wanita hamil sebaiknya tidak dilakukan.

Baca dosis, interaksi obat, dan hal-hal apa saja yang harus diperhatikan saat menggunakan Pro TB 4 tablet di halaman berikutnya…