Sancortmycin

Sancortmycin salep kulit adalah obat yang digunakan untuk mengobati dan mencegah infeksi kulit disertai radang, yang peka terhadap kortikosteroid. Sancortmycin salep kulit mengandung hydrocortisone, obat yang termasuk kortikosteroid, dan oxytetracycline, obat yang termasuk antibiotik golongan tetracycline. Berikut ini adalah informasi lengkap Sancortmycin salep kulit yang disertai tautan merk-merk obat lain dengan nama generik yang sama.

pabrik


caprifarmindo

golongan


Harus dengan resep dokter

kemasan


Sancortmycin salep kulit dipasarkan dengan kemasan sebagai berikut :

  • tube 10 gram salep kulit

kandungan


tiap gram Sancortmycin salep kulit mengandung zat aktif (nama generik) sebagai berikut :

  • oxytetracycline HCl 30 mg
  • hydrocortisone acetate 10 mg

Sekilas tentang zat aktif (nama generik)


hydrocortisone adalah obat kortikosteroid jenis glukokortikoid hormon yang digunakan sebagai agen anti inflamasi dan imunosupresan. Secara alami hormon ini dinamakan cortisol yang diproduksi oleh zona fasciculata pada korteks adrenal. hormon ini berfungsi meningkatkan kadar gula darah melalui glukoneogenesis, menekan sistem kekebalan tubuh, dan membantu proses metabolisme lemak, protein, dan karbohidrat. Sebagai anti inflamasi, hydrocortisone menekan migrasi leukosit polimorfonuklear dan pembalikan kenaikan permeabilitas kapiler. Untuk penggunaan topikal, obat ini berguna untuk mengobati manifestasi inflamasi seperti eksim.

oxytetracycline adalah antibiotik yang termasuk golongan tetracycline. Antibiotik ini mempunyai spektrum luas, aktif terhadap bakteri gram negatif mapun gram positif. Oxytetracycline bekerja dengan cara menghambat sintesis protein dengan mekanisme mengikat sub unit 30s ribosom bakteri sehingga introduksi asam amino pada rantai peptida yang baru terbentuk tidak terjadi.

Indikasi


Kegunaan Sancortmycin salep kulit adalah untuk pengobatan kondisi-kondisi berikut :

  • Sancortmycin salep kulit bisa digunakan secara topikal untuk mengobati penyakit kulit seperti pioderma, dan mencegah infeksi sekunder pada luka terbuka, dermatitis kontak atopik, dan pengobatan jerawat atau acne.

Kontra indikasi


  • jangan menggunakan obat ini untuk pasien yang memiliki riwayat hipersensitif pada hydrocortisone atau oxytetracycline.
  • Sancortmycin salep kulit, sebaiknya tidak diberikan pada pasien yang menderita infeksi jamur sistemik, penderita TBC aktif, herpes zoster, herpes simplex, dan infeksi virus lain.

Efek samping


Berikut adalah beberapa efek samping yang mungkin terjadi pada penggunaan Sancortmycin salep kulit :

  • Pada penggunaan jangka panjang, bisa menyebabkan atrofi, striae, telangiectasias, sensasi kulit seperti terbakar, rasa gatal, iritasi, kulit kering, folikulitis, jerawat, hipopigmentasi, dermatitis perioral, dermatitis kontak alergi, infeksi sekunder, dan miliaria.
  • Pada beberapa orang yang peka, kadang menimbulkan reaksi hipersensitif.

Perhatian


Hal-hal yang harus diperhatikan selama menggunakan obat ini, adalah sebagai berikut :

  • Jangan menggunakan obat ini pada area mata atau dekat area mata.
  • Area kulit yang diolesi cream Sancortmycin salep kulit sebaiknya tidak dibalut verban, karena bisa meningkatkan penyerapannya ke dalam darah dan menimbulkan efek samping sistemik.
  • Belum diketahui apakah kortikosteroid topikal bisa diekskresikan melalui air susu ibu (ASI), namun karena potensi bahaya yang mungkin timbul pada bayi, sebaiknya penggunaan obat ini oleh ibu menyusui dilakukan secara hati-hati.
  • Penyerapan ke dalam darah terjadi lebih besar pada pasien anak usia < 6 tahun, penggunaan pada area kulit yang luas, penggunaan jangka panjang, dan penggunaan pakaian ketat pada area kulit yang diobati. Pada situasi ini, kortikosteroid topikal akan menimbulkan efek samping sistemik yang lebih besar.
  • Pemakaian obat-obat antibiotik bisa menyebabkan superinfeksi berupa pertumbuhan bakteri yang tidak peka. Bila terjadi sebaiknya dilakukan pemeriksaan lanjutan.

Toleransi terhadap kehamilan


FDA (badan pengawas obat dan makanan amerika serikat) mengkategorikan hydrocortisone kedalam kategori C dengan penjelasan sebagai berikut :

Penelitian pada reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin dan tidak ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada manusia, namun jika potensi keuntungan dapat dijamin, penggunaan obat pada ibu hamil dapat dilakukan meskipun potensi resiko sangat besar.

Fakta bahwa obat ini telah terbukti menyebabkan efek buruk terhadap janin hewan, harus menjadi perhatian serius. Namun jika ada alasan medis yang mengharuskan penggunaan obat ini, dan tidak ada pilihan obat lain, penggunaan obat yang mengandung hydrocortisone pada wanita hamil bisa dilakukan.

Penggunaan obat yang mengandung kortikosteroid pada area tubuh yang luas, penggunaan jangka panjang, penekanan pada tempat penggunaan baik oleh pemakaian verban atau pakaian ketat sebaiknya dihindari karena bisa meningkatkan penyerapan obat ini ke dalam darah. Penyerapan yang tinggi akan meningkatkan potensi terjadinya efek samping yang merugikan pada janin.

FDA (badan pengawas obat dan makanan amerika serikat) mengkategorikan oxytetracycline kedalam kategori D dengan penjelasan sebagai berikut :

Terbukti beresiko terhadap janin manusia berdasarkan bukti-bukti empiris yang didapatkan dari investigasi, pengalaman marketing maupun  studi terhadap manusia . namun jika benefit yang diperoleh dipandang lebih tinggi dari resiko yang mungkin terjadi, obat ini bisa diberikan.

Kategori di atas adalah jika oxytetracycline digunakan secara sistemik. Belum diketahui seberapa besar penyerapan oxytetracycline bila digunakan secara topikal ke dalam darah, sehingga belum dapat dipastikan seberapa besar efeknya terhadap janin. Namun fakta bahwa obat ini telah terbukti memberikan efek buruk terhadap janin, harus menjadi perhatian serius.

Dosis Sancortmycin salep kulit


Sancortmycin salep kulit diberikan dengan dosis sebagai berikut :

  • dioleskan pada area kulit terinfeksi 2-4 x sehari.

Terkait


Jika informasi ini berguna, bagikan ke teman – teman anda