Tenazide Tablet

Tenazide adalah obat yang digunakan untuk mengobati hipertensi (tekanan darah tinggi), gagal jantung kronis, dan nefropati diabetik. Obat ini digunakan jika anti hipertensi tunggal tidak memberikan respon yang memadai. Tenazide mengandung kombinasi Enalapril maleate, obat yang termasuk golongan angiotensin-converting enzyme (ACE) inhibitor dan hydrochlorothiazide, diuretik yang termasuk ke dalam kelas tiazid. Berikut ini adalah informasi lengkap Tenazide yang disertai tautan merk-merk obat lain dengan nama generik yang sama.

Pabrik


Combiphar

Golongan


Harus dengan resep dokter

Kemasan


Tenazide dipasarkan dengan kemasan sebagai berikut :

  • Dos 30 tablet

Kandungan


Tiap tablet Tenazide mengandung zat aktif (nama generik) sebagai berikut :

  • Enalapril maleate 10 mg
  • Hydrochlorothiazide 25 mg

Sekilas tentang zat aktif (nama generik)


Enalapril adalah obat yang digunakan untuk mengobati hipertensi (tekanan darah tinggi), nefropati diabetik, dan beberapa jenis gagal jantung kronis. Obat ini adalah obat anti hipertensi yang termasuk kelas angiotensin-converting enzyme (ACE) inhibitor. Enalapril adalah prodrug yang terhidrolisis di dalam hati menjadi enalaprilat. Enalaprilat mencegah konversi angiotensin I menjadi angiotensin II, suatu zat vasokonstriktor endogen. Penghambatan ini menyebabkan kadar angiotensin II menurun. Penurunan angiotensin II mengakibatkan peningkatan aktivitas renin plasma dan mengurangi sekresi aldosteron (hormon yang menyebabkan retensi air dan Natrium). Hal ini menyebabkan terjadinya vasodilatasi dan penurunan tekanan darah.

Hidroklorotiazid atau disingkat HCT adalah obat diuretik yang termasuk ke dalam kelas tiazid. Hidroklorotiazid sering digunakan sebagai obat anti hipertensi yang bekerja dengan cara mengurangi kemampuan ginjal untuk menyerap terlalu banyak natrium yang bisa menyebabkan retensi cairan. Selain itu obat ini juga menurunkan resistensi pembuluh darah perifer sehingga terjadi penurunan tekanan darah.

Indikasi


Berikut ini adalah beberapa kegunaan Tenazide :

  • Tenazide digunakan untuk menurunkan tekanan darah (hipertensi) untuk pasien yang tidak memberikan respon yang cukup memadai jika diobati dengan anti hipertensi tunggal.
  • Obat ini tidak digunakan sebagai terapi awal.

Kontra indikasi


  • Jangan menggunakan obat ini pada pasien yang memiliki riwayat hipersensitif terhadap Enalapril atau obat-obat yang termasuk ACE inhibitor lain.
  • Jangan menggunakan hidroklorotiazid pada pasien yang mempunyai riwayat alergi terhadap hidroklorotiazid atau obat-obat derivat sulfonamid.
  • Jangan menggunakan Tenazide jika Anda sedang hamil karena obat ini bisa membahayakan bayi yang belum lahir. Segera hentikan penggunaan obat ini jika Anda sedang hamil.
  • Pengobatan dengan Tenazide tidak boleh dilakukan terhadap orang-orang yang memiliki riwayat angioedema (herediter atau idiopatik).
  • Jangan menggunakan aliskiren dan Tenazide secara bersamaan pada pasien dengan diabetes melitus.

Efek Samping Tenazide


Efek samping Tenazide yang mungkin terjadi adalah sebagai berikut :

  • Efek samping yang paling umum adalah peningkatan serum kreatinin, pusing, dan sinkop.
  • Batuk juga sering terjadi karena peningkatan kadar bradikinin.
  • Efek samping lainnya adalah kemungkinan terjadinya hipotensi (tekanan darah rendah) dan gagal ginjal akut. Hentikan pemakaian obat ini bila tekanan darah sistolik turun menjadi < 90 mm Hg, atau kalium meningkat > 6 mmol/l, atau kreatinin meningkat 50% atau > 3 mg/dl.
  • Obat ini juga bisa menyebabkan hiperkalemia yang terjadi terjadi karena penurunan kadar aldosteron,  hormon steroid yang berfungsi menahan natrium dan mengekskresi kalium.
  • Efek samping yang jarang tetapi sangat berbahaya akibat pemakaian obat yang mengandung Enalapril adalah angioneurotik edema, yang biasanya timbul pada bulan pertama pemakaian.
  • Obat-obat ACE inhibitors diketahui bersifat teratogenik sehingga tidak boleh diberikan pada wanita hamil.
  • Anemia aplastik, agranulositosis, leukopenia, anemia hemolitik, trombositopenia, efek pada kulit misalnya ruam, sindrom stevens-johnson, dermatitis eksfoliatif termasuk nekrolisis epidermal toksik, kadang terjadi terutama pada pemakaian melebihi dosis yang dianjurkan.
  • Pengguna alkohol, barbiturat, dan narkotika bisa meningkatkan efek samping hidroklorotiazid  berupa penurunan tekanan darah yang drastis.
  • Gangguan sistem metabolisme akibat pemakaian hidroklorotiazid seperti peningkatan level asam urat, gula darah dan kolesterol.
  • Efek samping lainnya adalah :  Sakit kepala, kelelahan, nyeri perut dan dada, pusing, mual, muntah, diare, infeksi saluran pernafasan atas, asthenia, dan ruam.

Perhatian


Hal-hal yang harus diperhatikan pasien saat menggunakan Tenazide adalah sebagai berikut :

  • Gunakan obat pada pagi hari. Jika dosis anda 2x sehari, dosis kedua harus digunakan sebelum jam 6 pagi.
  • Segera hentikan pemakaian obat jika anda positif hamil, karena obat-obat yang termasuk ACE inhibitor dapat menyebabkan cedera dan kematian pada janin.
  • Baik enalapril ataupun Hidroklorotiazid disekresi dalam ASI dan tidak direkomendasikan untuk digunakan saat menyusui.
  • Keamanan dan efektivitas obat ini pada pasien anak belum ditetapkan. Penggunaan pada anak-anak bisa dilakukan jika pengendalian tekanan darah dengan cara lain tidak efektif.
  • Tenazide hanya digunakan dalam pengawasan dokter, terutama pada permulaan terapi untuk antisipasi terjadinya penurunan tekanan darah yang drastis. Penurunan tekanan darah secara drastis bisa menyebabkan pusing, sakit kepala dan penurunan kewaspadaan. Jangan mengemudi dan mengoperasikan mesin yang membutuhakn kewaspadaan tinggi.
  • Jika mengalami tanda-tanda atau gejala angioedema seperti : pembengkakan wajah, mata, bibir, lidah, laring dan ekstremitas, kesulitan dalam menelan atau bernapas, suara serak segera hubungi dokter anda.
  • Segera hubungi dokter jika mengalami infeksi (misalnya, sakit tenggorokan, demam) yang bisa saja merupakan tanda terjadinya neutropenia atau edema progresif yang berhubungan dengan proteinuria dan sindrom nefrotik.
  • Kadar elektrolit harus dipantau secara periodik terutama pada pasien usia lanjut atau pemakaian hidroklorotiazid dosis tinggi.
  • Hati-hati jika diberikan pada penderita penyakit ginjal berat, atau penyakit hati yang progresif.
  • Berkonsultasi dengan dokter jika anda berkeringat secara berlebihan, dehidrasi, muntah, atau diare karena dapat menyebabkan penurunan tekanan darah yang drastis akibat berkurangnya cairan tubuh.
  • Perhatian khusus perlu diberikan kepada pasien dengan bilateral renal artery stenosis atau pasien dengan ginjal tunggal penderita unilateral renal artery stenosis, penderita penyakit vaskular kolagen, aortic atau mitral valve stenosis, dan pasien dengan riwayat gangguan ginjal.
  • Jangan menghentikan pemakaian Tenazide tanpa diketahui dokter.

Penggunaan oleh wanita hamil


FDA (badan pengawas obat dan makanan amerika serikat) mengkategorikan Hidroklorotiazid kedalam kategori B dengan penjelasan sebagai berikut :

penelitian pada reproduksi hewan tidak  menunjukkan resiko pada janin dan tidak ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada wanita hamil / Penelitian pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin, tapi studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada wanita hamil tidak menunjukkan resiko pada janin di trimester berapapun.

Sedangkan Enalapril masuk kategori D dengan penjelasan sebagai berikut :

Terbukti beresiko terhadap janin manusia berdasarkan bukti-bukti empiris yang didapatkan dari investigasi, pengalaman marketing maupun  studi terhadap manusia. namun jika benefit yang diperoleh dipandang lebih tinggi dari resiko yang mungkin terjadi, obat ini bisa diberikan.

Beberapa bukti menunjukkan Enalapril bisa menyebabkan cedera dan kematian janin. Obat ini dapat mengakibatkan kerusakan ginjal janin dan oligohidramnion (tidak cukup cairan ketuban). Oleh karena itu, sebaiknya dipilih terapi penurun tekanan darah yang lain.

Interaksi obat


Di bawah ini adalah interaksi obat-obat yang mengandung Enalapril dan Hidroklorotiazid dengan obat-obat lain jika digunakan secara bersamaan :

  • Penggunaan bersamaan dengan obat-obatan antidiabetes (insulin, agen hipoglikemik oral) dapat menyebabkan peningkatan efek penurunan kadar glukosa. Penyesuaian dosis obat anti diabetes baik oral maupun insulin mungkin perlu dilakukan.
  • Penggunaan bersamaan dengan NSAID, termasuk selektif COX-2 inhibitor, dapat mengakibatkan kerusakan fungsi ginjal, termasuk mungkin gagal ginjal akut. NSAID juga menyebabkan efek antihipertensi Tenazide menurun.
  • Enalapril dan hidroklorotiazid dapat meningkatkan kadar serum dan toksisitas lithium.
  • Penggunaan bersamaan dengan obat-obat yang mempengaruhi renin-angiotensin system (RAS) seperti angiotensin receptor blocker, ACE inhibitor (termasuk captopril), atau aliskiren bisa meningkatkan terjadinya resiko hipotensi, hiperkalemia, dan kerusakan fungsi ginjal.
  • Jika digunakan bersamaan dengan barbiturat, atau anda pengguna alkohol dan narkotika, efek samping berupa hipotensi ortostatik dapat terjadi.
  • Cholestyramine mengurangi penyerapan hidroklorotiazid di usus sehingga bisa mengurangi efektivitasnya.
  • Pemberian bersama obat kortikosteroid bisa meningkatkan gangguan elektrolit terutama hipokalemia.

Dosis Tenazide


Tenazide diberikan dengan dosis sebgai berikut :

  • Dosis dewasa : 1 x sehari 1-2 tablet.

Terkait


Jika informasi ini berguna, bagikan ke teman – teman anda