Ximex optixitrol

Ximex Optixitrol tetes mata adalah obat yang digunakan untuk pengobatan penyakit mata terutama karena radang yang disertai infeksi bakteri. Ximex Optixitrol tetes mata mengandung Dexamethasone Sodium phosphate, obat yang termasuk golongan kortikosteroid, dikombinasikan dengan neomycin sulphate dan polymixin B sulphate, obat yang termasuk antibiotik. Berikut ini adalah informasi lengkap Ximex Optixitrol tetes mata yang disertai tautan merk-merk obat lain dengan nama generik yang sama.

pabrik


konimex

golongan


Harus dengan resep dokter

kemasan


Ximex Optixitrol tetes mata dipasarkan dengan kemasan sebagai berikut :

  • botol 5 ml tetes mata

kandungan


tiap ml Ximex Optixitrol tetes mata mengandung zat aktif (nama generik) sebagai berikut :

  • Dexamethasone sodium phosphate 1 mg
  • Neomycin sulphate setara neomycin base 3.5 mg
  • polymixin B sulphate 6.000 IU

Sekilas tentang zat aktif (nama generik)


Dexamethasone adalah obat steroid jenis glukokortikoid sintetis yang digunakan sebagai agen anti alergi, imunosupresan, anti inflamasi dan anti shock yang sangat kuat. Obat ini 20-30 kali lebih kuat daripada hidrokortison dan 5-7 kali lebih kuat daripada prednison. Dexamethasone bekerja dengan cara menembus membran sel sehingga akan terbentuk suatu kompleks steroid-protein reseptor. Di dalam inti sel, kompleks steroid-protein reseptor ini akan berikatan dengan kromatin DNA dan menstimulasi transkripsi mRNA yang merupakan bagian dari proses sintesa protein. Sebagai anti inflamasi, obat ini menekan migrasi neutrofil, mengurangi produksi prostaglandin (senyawa yang berfungsi sebagai mediator inflamasi), dan menyebabkan dilatasi kapiler. Hal ini akan mengurangi repon tubuh terhadap kondisi peradangan (inflamasi).

neomycin adalah antibiotik golongan aminoglikosida yang digunakan untuk mengobati infeksi-infeksi yang disebabkan terutama oleh bakteri gram negatif. Neomycin bekerja dengan cara mengikat secara reversibel terhadap sub unit 30s dari ribosom bakteri sehingga menghambat sintesa protein yang pada akhirnya menghambat pertumbuhan bakteri itu.

Polymixin B adalah antibiotik yang aktif terhadap bakteri gram negatif maupun gram positif. Antibiotik ini bekerja dengan cara mengikat membran sel dan mengubah strukturnya sehingga menyebabkan membran sel menjadi lebih permeabel.

Indikasi


Kegunaan Ximex Optixitrol tetes mata adalah untuk pengobatan kondisi-kondisi berikut :

  • Kondisi radang pada mata yang disertai oleh infeksi oleh bakteri tertentu.
  • Uveitis anterior kronis dan luka pada kornea mata yang disebabkan oleh iritasi oleh bahan kimia, radiasi, panas, dan benda-benda asing.
  • inflamasi segmen anterior yang disertai infeksi.

Kontra indikasi


  • jangan menggunakan obat ini untuk pasien yang memiliki riwayat hipersensitif pada obat golongan kortikosteroid, dan antibiotik aminoglikosida.
  • Ximex Optixitrol tetes mata, sebaiknya tidak diberikan pada pasien yang menderita glaukoma, epitheial herpes simplex keratitis, dan penyakit yang disebabkan oleh virus lainnya.
  • Tidak boleh diberikan pada penyakit mata yang disebabkan oleh infeksi jamur.

Efek samping


Berikut adalah beberapa efek samping yang mungkin terjadi pada penggunaan Ximex Optixitrol tetes mata :

  • Pada penggunaan jangka panjang, bisa menyebabkan sensasi seperti terbakar, rasa gatal, iritasi, dan infeksi sekunder.
  • Pada beberapa orang yang peka, kadang menimbulkan reaksi hipersensitif.

Perhatian


Hal-hal yang harus diperhatikan selama menggunakan obat ini, adalah sebagai berikut :

  • Penggunaan jangka panjang obat-obat golongan kortikosteroid dapat menyebabkan katarak subkapsular posterior, glaukoma dengan kemungkinan kerusakan pada saraf optik, dan dapat meningkatkan terjadinya infeksi okular sekunder oleh jamur atau virus.
  • Pemakaian obat-obat antibiotik bisa menyebabkan superinfeksi berupa pertumbuhan bakteri yang tidak peka. Bila terjadi sebaiknya dilakukan pemeriksaan lanjutan.
  • Kombinasi kortikosteroid bisa menyebabkan masking effect (kondisi dimana penderita merasakan penurunan gejala, namun terjadi peningkatan infeksi)
  • Penggunaan lebih dari 10 hari, sebaiknya dilakukan pemeriksaan tekanan okular mata.

Toleransi terhadap kehamilan


FDA (badan pengawas obat dan makanan amerika serikat) mengkategorikan dexamethasone dan polymixin kedalam kategori C dengan penjelasan sebagai berikut :

Penelitian pada reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin dan tidak ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada manusia, namun jika potensi keuntungan dapat dijamin, penggunaan obat pada ibu hamil dapat dilakukan meskipun potensi resiko sangat besar.

Dexamethasone dengan mudah dapat menembus plasenta. Jika pemberian obat-obat kortikosteroid dalam jangka panjang atau diulang selama kehamilan, resiko penghambatan pertumbuhan intrauterin dapat meningkat. Namun tidak ada bukti terjadinya gangguan pertumbuhan intra uterin selama pengobatan jangka pendek (contohnya pada pengobatan profilaksis untuk neonatal respiratory distress syndrome).

Beberapa gejala supresi adrenal pada janin akibat penggunaan obat ini selama kehamilan, biasanya akan hilang setelah bayi lahir dan tidak begitu bermakna klinis.

FDA (badan pengawas obat dan makanan amerika serikat) mengkategorikan neomycin kedalam kategori D dengan penjelasan sebagai berikut :

Terbukti beresiko terhadap janin manusia berdasarkan bukti-bukti empiris yang didapatkan dari investigasi, pengalaman marketing maupun  studi terhadap manusia. namun jika benefit yang diperoleh dipandang lebih tinggi dari resiko yang mungkin terjadi, obat ini bisa diberikan.

Antibiotik golongan aminoglikosida mampu melewati plasenta. Adanya bukti empiris bahwa obat ini memiliki efek buruk terhadap janin manusia, harus menjadi peringatan serius bagi pasien yang sedang hamil, atau yang berencana untuk hamil.

Dosis Ximex Optixitrol tetes mata


Ximex Optixitrol tetes mata diberikan dengan dosis sebagai berikut :

  • teteskan obat pada mata, 1-2 tetes setiap 1 jam pada siang hari dan setiap 2 jam pada waktu malam hari.
  • Setelah gejala berkurang, dosis dapat diturunkan menjadi, 1 tetes setap 4 jam.

Terkait


Jika informasi ini berguna, bagikan ke teman – teman anda