Obat Kutu Air Paling Ampuh, Cepat, dan Aman Digunakan

Banyak orang bertanya apa sih obat kutu air paling ampuh, cepat dan aman digunakan? Pada awalnya penyakit kutu air memang tidak berbahaya, namun jika dibiarkan penyakit ini bisa berkembang parah. Penyakit kulit ini bisa menyebar menginfeksi kuku, memakan keratin kuku, suatu kondisi yang disebut onikomikosis. Bahkan kutu air juga bisa menyebar ke bagian kulit yang lain seperti selangkangan dan bagian tubuh lainnya. Jika terjadi di selangkangan penyakit ini disebut Tinea cruris. Jika terjadi di badan disebut Tinea corporis atau dikenal dengan nama penyakit kurap oleh masyarakat awam. Kedua penyakit ini adalah penyakit yang disebabkan oleh jamur yang sama, namun hanya berbeda lokasi kulit yang terinfeksi.

Penyakit kulit ini sangat mengganggu penampilan dan menurunkan rasa percaya diri. Oleh karena itu, banyak orang kemudian mencari tahu bagaimana cara mengobati kutu air secara cepat, bagaimana memilih obat kutu air paling ampuh, dan merk-merk obat kutu air apa saja yang tersedia di apotek.

Untuk mendapatkan cara mengobati kutu air secara cepat namun tepat dan aman, tentu penderita harus bisa mengenali dan mencari tahu terlebih dahulu apa itu penyakit kutu air, penyebab, serta gejalanya. (Baca Kutu Air : Ciri-ciri, Gejala, Penyebab, Obat Dan Cara Pencegahan).

Kutu Air Itu Penyakit Apa?


Dalam bahasa medis, penyakit kutu air disebut dengan istilah Tinea pedis dan dalam bahasa inggris disebut Athlete’s foot. Meskipun namanya Athlete’s foot (kaki atlet), bukan berarti penyakit ini hanya menulari kaki seoarang atlet. Penyakit ini bisa mengenai siapa saja.

Penyakit ini ditandai dengan adanya rasa gatal, bersisik, dan kemerahan pada kulit. Kutu air paling sering terjadi di sela-sela jari kaki. Namun bisa juga terjadi kutu air di telapak kaki, kuku bahkan tangan.

Pada beberapa orang, bisa juga terjadi lepuhan atau vesikel yang muncul di tangan, dada, dan lengan. Kondisi ini biasanya terjadi karena alergi yang disebut reaksi id.

Ada beberapa faktor resiko yang membuat satu orang lebih rentan tertular penyakit kulit ini dibanding yang lain. Faktor resiko itu antara lain :

  • Orang yang sebelumnya pernah terinfeksi lebih mudah terinfeksi kembali daripada orang-orang yang belum.
  • Orang dewasa lebih rentan terkena daripada anak-anak.
  • Pria lebih mudah terkena daripada wanita.
  • Orang yang mempunyai sistem kekebalan tubuh yang lemah lebih mudah terkena penyakit-penyakit infeksi, termasuk penyakit kutu air.
  • Orang yang mempunyai kulit lembab, berkeringat sangat mudah terinfeksi dibandingkan yang lain.

Penyebab Kutu air


Penyebab kutu air adalah berbagai jenis jamur. Beberapa di antara jamur penyebab kutu air misalnya jamur spesies Trichophyton, Epidermophyton, dan Microsporum. Jamur-jamur ini hanya berkembang pada kondisi tertentu saja. Lingkungan yang lembab dan hangat merupakan tempat yang optimal bagi pertumbuhan jamur. Jika terjadi kontak dengan kulit, jamur ini kemudian menginfeksi kulit kita. (Baca juga Penyebab Kutu Air, Gejala, Dan Cara Mengobatinya Dengan Tepat).

Beberapa kebiasaan yang bisa menyebabkan anda terkena infeksi penyakit kulit menular ini :

  • Memakai sepatu terlalu lama. Untuk negara tropis seperti Indonesia, memakai sepatu terlalu lama akan membuat kulit kaki menjadi lembab. Kondisi ini memicu pertumbuhan jamur di kulit kaki anda.
  • Tidak melepas sepatu saat kehujanan. Memakai sepatu basah dalam waktu yang lama juga meningkatkan resiko terkena penyakit ini.
  • Kebiasaan berjalan tanpa menggunakan alas kaki di tempat-tempat yang lembab. Tempat-tempat umum seperti permandian umum dan kolam renang bisa juga menjadi tempat penularan penyakit ini.
  • Mencuci atau membilas pakaian tanpa menggunakan alas kaki. Kaki yang sering terendam air bekas cucian kulitnya akan menjadi lembab. Kondisi ini cocok bagi perkembangan jamur penyebab kutu air.

Bagaimana Cara Penularan kutu air?


Penyakit kulit ini sangat menular. Penularan penyakit ini bisa melalui kontak langsung maupun tidak langsung. Jika anda menyentuh bagian kulit penderita penyakit ini, anda bisa saja tertular. Penularan yang tidak melalui kontak langsung bisa terjadi melalui benda-benda seperti pakaian, handuk, sepatu, kaus kaki, sandal dan lain-lain. Berjalan tanpa alas kaki di lantai kamar mandi, pemandian umum, atau ruang ganti kolam renang juga bisa menjadi cara penularan kutu air secara tidak langsung.

Oleh karena penyakit ini menimbulkan rasa gatal, penderita juga sering menggaruk area kulit yang terinfeksi. Hal ini bisa menyebabkan luka yang rentan terjadinya infeksi bakteri. Garukan yang kuat juga membuat jamur tertinggal di kuku. Hal ini meningkatkan resiko penularan. Karena jamur mulai menyebar ke benda-benda yang disentuh penderita, misalnya pakaian, sepatu, kaus kaki, handuk, sprei dan lain-lain.

Jika penderita menggaruk bagian lain tubuhnya maka bagian itu bisa terinfeksi juga. Jika terjadi di selangkangan penyakit ini disebut Tinea cruris. Jika terjadi di badan disebut Tinea corporis atau dikenal dengan nama penyakit kurap oleh masyarakat awam. Kedua penyakit ini adalah penyakit yang disebabkan oleh jamur yang sama, namun hanya berbeda lokasi kulit yang terinfeksi.

Gejala Kutu air


Untuk membedakan dengan penyakit kulit lainnya, kita perlu mengenali ciri-ciri dan beberapa gejala kutu air. Gejala umum penyakit ini adalah kulit gatal dan merah, kulit kering dan bersisik, rasa panas di sela jari kaki dan di telapak kaki, lepuh yang mungkin berisi nanah, dan pembengkakan kulit.

Penyakit kulit ini dibedakan menjadi 4 jenis kategori. Kategori berdasarkan penyebab, gejalanya, dan keparahannya. Berikut pembagiannya :

  • Chronic interdigital athlete’s foot

Chronic interdigital athlete’s foot artinya kutu air di sela jari kaki. Jenis ini adalah yang paling umum. Biasanya infeksi terjadi  di sela jari keempat dan kelima. Penyebab kutu air jenis ini adalah Trichophyton rubrum. Gejala yang mungkin terjadi misalnya gatal, kulit kemerahan atau bersisik putih terutama saat basah. Kadang jenis ini malah tidak menimbulkan gejala sama sekali.

  • Plantar (chronic scaly) athlete’s foot/ moccasin foot

Plantar athlete’s foot artinya kutu air di telapak kaki. Penyebab jenis ini adalah Trichophyton rubrum. Gejala yang mungkin terjadi misalnya plak, kemerahan pada kulit, dan adanya area di telapak kaki yang dipenuhi sel-sel kulit yang rusak yang tampak seperti sisik-sisik halus.

  • Acute ulcerative tinea pedis

Acute ulcerative tinea pedis disebabkan oleh T. mentagrophytes ditandai dengan nyeri, maserasi kulit, erosi dan fissuring kulit, pengerasan kulit, dan bau akibat infeksi bakteri sekunder.

  • Vesiculobullous athlete’s foot

Vesiculobullous athlete’s foot ditandai dengan vesikel dan bulla (lepuh) biasanya muncul di telapak kaki. Vesikel dan bulla adalah lesi berisi cairan . Vesikel adalah lesi yang kurang dari 5-10 mm sedangkan bulla lebih besar dari 5-10 mm. Kutu air jenis ini disebabkan oleh T. mentagrophytes. Jenis ini tidak terlalu umum namun biasanya disertai komplikasi oleh infeksi bakteri sekunder seperti Streptococcus pyogenes atau Staphylococcus aureus.

Ketika penyakit kulit ini menjadi sangat parah, anda mungkin perlu menemui dokter kulit. Dokter biasanya bisa mengenali penyakit ini dengan melakukan inspeksi visual kulit dan dengan mengidentifikasi gejala dan ciri-ciri  pada area kulit yang terkena.

Jika dengan inspeksi visual dokter belum merasa yakin, akan dilakukan tes KOH. Dengan mengamati sampel kulit + Kalium hidroksida di bawah mikroskop, dokter akan bisa memastikan penyakit ini dari kemungkinan penyakit lain seperti candidiasis, piited keratolysis, erythrasma, contact dermatitis, eczema, atau psoriasis. Dermatofit penyebab kutu air akan menunjukkan ciri berupa beberapa septate hifa bercabang pada mikroskop.

Memilih Obat Kutu air Paling Ampuh, Tepat, dan Aman Digunakan


Cara mengobati kutu air secara cepat adalah dengan melakukan pengobatan yang tepat. Ada data bahwa penyakit kulit ini bisa saja sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan. Namun untuk menghindari terjadinya komplikasi, sebaiknya dilakukan pengobatan.

Bagaimana cara mengobati kutu air? Apa obat kutu air paling ampuh? Apa yang harus dilakukan jika penyakit ini berkembang parah? Pengobatan kutu air akan efektif hanya jika dilakukan secara menyeluruh. Pengobatan harus dilakukan pada seluruh area kulit yang terinfeksi, seperti sela jari kaki, telapak kaki, kuku kaki, tangan, badan, dan lain-lain. Selain itu barang-barang penderita seperti handuk, kaus kaki, baju dan lain-lain harus dibersihkan juga.

Pengobatan dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai jenis obat seperti salep kutu air, cream, shampo anti jamur, tablet, bahkan bisa juga menggunakan obat kutu air tradisional/alami. Keampuhan suatu obat harus diimbangi oleh aspek keamanan obat tersebut terhadap kulit. Untuk sediaan obat anti jamur yang digunakan secara sistemik, aspek keamanan terhadap organ-organ dalam penderita juga harus diperhatikan. Pengaruhnya terhadap organ hati atau ginjal, termasuk efek apa yang ditimbulkan jika digunakan oleh wanita hamil atau ibu menyusui harus diperhatikan.

obat kutu air

ilustrasi : penggunaan obat kutu air secara topikal

Yang paling dasar dari cara mengobati kutu air adalah dengan membersihkan atau mencuci kulit yang terinfeksi secara menyeluruh setiap hari atau dua kali sehari. Selanjutnya bisa dilakukan pengobatan menggunakan obat anti jamur. Berikut adalah beberapa uraian singkat terhadap jenis-jenis obat anti jamur yang bisa anda gunakan sebagai dasar untuk memilih obat kutu air paling ampuh, cepat, dan aman digunakan :

  • Obat kutu air topikal (dioleskan ke kulit)

Obat kutu air topikal bisa berupa salep, cream, semprotan, bubuk, atau gel. Obar-obat ini bisa mengandung salah satu zat-zat seperti miconazole, clotrimazole, tolnaftate, terbinafine hydrochloride, butenafine hydrochloride dan undecylenic acid.

Obat salep kutu air yang mengandung terbinafine atau  butenafine dianggap lebih ampuh dibandingkan anti jamur golongan azoles (miconazole, clotrimazole).

Plantar athlete’s foot (kutu air di telapak kaki), lebih sulit diobati dengan obat anti jamur topikal seperti cream atau salep. Hal ini terjadi karena kutu air jenis ini disertai penebalan kulit sehingga mengurangi penetrasi obat. Obat yang berfungsi sebagai keratolitik dan humektan seperti urea, asam salicyclic, dan asam laktat bisa digunakan sebagai obat-obat tambahan yang berguna dan meningkatkan penetrasi obat antijamur ke dalam kulit yang mengalami penebalan. Jika terjadi radang, obat-obat golongan glukokortikoid topikal seperti betamethasone juga kadang-kadang diresepkan oleh dokter kulit.

Alternatif lain adalah larutan kalium permanganat 1% dilarutkan dalam air panas.

Pengobatan secara topikal sebaiknya dilanjutkan sampai sekitar 2-6 minggu setelah gejala hilang. Atau sampai sampai semua lapisan kulit yang rusak telah berganti lapisan kulit baru.

  • Obat kutu air oral (obat minum berupa tablet)

Jika kutu air sangat parah atau berkepanjangan mungkin anda memerlukan pengobatan dengan obat anti jamur oral. Sediaan-sediaan obat anti jamur oral yang mengandung terbinafine, griseofulvin, ketoconazole, fluconazole, atau itraconazole bisa anda gunakan.

Sediaan obat anti jamur oral yang mengandung terbinafine diketahui lebih efektif daripada griseofulvin.

Perlu diingat obat-obat ini memiliki berbagai efek samping, terutama jika digunakan dalam jangka panjang. Beberapa efek samping yang umum dari obat-obat ini adalah gangguan pada saluran pencernaan. Penggunaan obat-obat ini hanya melalui resep dokter.

  • Obat Kutu air Tradisional/Berbahan Alami

Selain menggunakan sediaan-sediaan berbahan kimiawi yang dijual di apotek, cara mengobati kutu air juga bisa dilakukan dengan menggunakan obat tradisional / berbahan alami. Bahan-bahan alam yang sering digunakan secara tradisional terutama di kampung-kampung misalnya air garam, cuka atau minyak kelapa.

Cara mengobati kutu air dengan air garam sangat mudah, cukup rendam kaki anda pada sebuah wadah (misalnya ember) yang telah diisi air bercampur garam. Lakukan selama 15 menit setiap hari sampai kutu air hilang. Cara yang sama bisa dilakukan dengan menggunakan cuka.

Minyak kelapa telah lama diketahui memiliki khasiat sebagai anti jamur. Cukup oleskan minyak kelapa di area kulit yang terkena 3 x sehari. Lakukan secara rutin sampai sembuh.

Tips untuk efektivitas dan keamanan obat


Kutu air sangat menular dan sangat rentan kambuh. Pengobatan dengan obat kutu air paling ampuh sekalipun tidak akan ada artinya jika anda membiarkan penyakit ini kembali lagi. Disamping itu cara mengobati kutu air yang cepat dengan menggunakan obat berbahan kimia, terutama yang digunakan secara oral (diminum) akan menimbulkan efek samping yang bisa jadi lebih buruk daripada hanya sekedar merasakan gatal. Oleh karena itu daripada bingung mencari cara mengobati kutu air lebih baik melakukan pencegahan penyakit ini. Beberapa hal yang bisa dilakukan diantaranya :

  • Jagalah kaki anda tetap kering.
  • Potong kuku kaki dan tangan. Bila perlu gunakan gunting kuku terpisah untuk kuku kaki yang terinfeksi.
  • Pilih kaus kaki berbahan katun atau yang memiliki sirkulasi udara yang baik untuk mencegah kaki anda lembab.
  • Pastikan sepatu anda dalam kondisi kering ketika anda memakainya.
  • Pakailah selalu alas kaki saat berjalan kaki terutama saat melalui daerah becek atau tempat-tempat umum seperti pemandian umum atau WC umum.
  • Gunakan bedak atau lotion anti jamur pada kaki.
  • Jagalah selalu kebersihan diri dan tempat tinggal anda. Anda bisa menggunakan cairan desinfektan untuk mengepel lantai rumah anda untuk membersihkan dari jamur.
  • Jika Anda tinggal dengan seseorang yang menderita penyakit kulit ini, jangan sekali-kali berbagi handuk, seprai, atau sepatu.

Karena penyakit ini memiliki tingkat keparahan berbeda-beda, cara mengobatinya pun berbeda-beda. Kita tidak boleh terlalu fokus dengan memilih obat kutu air paling ampuh saja namun juga harus mempertimbangkan aspek keamanannya. Jangan sampai hanya karena tidak tahan dengan rasa gatal, kita menggunakan obat secara sembarangan. Akibatnya bisa fatal, karena banyak obat anti jamur terutama obat kutu air tablet menimbulkan efek samping yang berat. Obat kutu air topikal (yang digunakan dengan cara dioleskan pada kulit), misalnya cream, atau salep memang relatif aman, namun penggunaannya tetap harus dalam batas wajar. Obat anti jamur topikal bisa didapatkan di apotek atau toko obat berijin tanpa resep dokter.