Reglus 500 mg Tablet

Reglus adalah obat yang digunakan sebagai anti diabetes atau penyakit kencing manis. Reglus termasuk jenis obat anti diabetes yang diberikan secara oral.

Berikut ini adalah informasi lengkap reglus yang disertai tautan merk-merk obat lain dengan nama generik yang sama.

pabrik


Landson

golongan


Harus dengan resep dokter

kemasan


reglus dipasarkan dengan kemasan sebagai berikut :

  • Dos 6 x 19 tablet 500 mg

kandungan


tiap kemasan reglus mengandung zat aktif (nama generik) sebagai berikut :

  • Metformin hidroklorida 500 mg / tablet

Sekilas tentang zat aktif (nama generik)


Metformin adalah obat anti diabetes tipe 2 yang termasuk golongan biguanid. Obat ini adalah satu dari hanya dua obat yang dimasukkan sebagai obat esensial anti diabetes oleh WHO. Metformin adalah obat diabetes lini pertama khususnya untuk orang-orang yang memiliki kelebihan berat badan atau obesitas. Metformin bekerja dengan cara menekan produksi glukosa oleh hati. Selain itu, obat ini juga meningkatkan sensitivitas insulin, meningkatkan penyerapan glukosa perifer, menurunkan penekanan insulin yang diinduksi pada proses oksidasi asam lemak, dan mengurangi penyerapan glukosa pada saluran pencernaan.

Indikasi


Kegunaan reglus (metformin) adalah untuk pengobatan kondisi-kondisi berikut :

  • reglus (metformin) adalah obat lini pertama untuk pengobatan diabetes melitus tipe 2, terutama bagi pasien dengan kelebihan berat badan atau obesitas dan bila pengaturan gula darah dengan berolahraga dan pengaturan pola makan tidak memberikan hasil yang memuaskan.
  • reglus (metformin) juga digunakan sebagai terapi prediabetek yaitu, pengobatan bagi orang-orang yang beresiko terkena diabetes tipe 2. Tetapi latihan fisik secara intensif dan pengaturan diet memberikan hasil yang lebih baik untuk tujuan ini.

Kontra indikasi


  • Jangan diberikan pada pasien yang memiliki riwayat hipersensitif pada metformin atau obat golongan biguanid lainnya.
  • reglus (metformin) dikontraindikasikan untuk penderita gangguan ginjal, penyakit paru-paru, penyakit hati dan kondisi-kondisi lain yang bisa menyebabkan peningkatan resiko asidosis laktat.
  • Untuk penderita gagal jantung misalnya angina tidak stabil atau gagal jantung kongestif, meskipun penyakit ini meningkatkan resiko terjadinya asidosis laktat, obat yang mengandung metformin termasuk reglus, tetap merupakan obat anti diabetes oral pilihan pertama dibandingkan obat-obat antidiabetes oral lain.
  • Jangan diberikan jika terjadi hipoksia jaringan misalnya kegagalan pernafasan, menderita infark miokardial, sepsis atau gangguan hati.
  • Jangan memberikan reglus (metformin) untuk wanita hamil atau ibu menyusui.
  • Saat menjalani pemeriksaan radiologi yang menggunakan media iodin, pemakaian harus dihentikan. Bisa dilanjutkan setelah fungsi ginjal normal.
  • Jika anda harus menggunakan obat anestesi umum misalnya pembedahan, pemakaian harus dihentikan. Bisa dilanjutkan bila kondisi ginjal telah normal kembali.

Efek Samping


Berikut adalah beberapa efek samping reglus (metformin) :

  • Efek samping reglus (metformin) yang paling umum adalah iritasi pada saluran pencernaan misalnya diare, kram perut, mual, muntah, perut kembung dan lebih sering kentut. Efek samping obat ini pada saluran pencernaan lebih tinggi dibandingkan obat anti diabetes lainnya.
  • Efek samping yang lebih serius namun jarang terjadi adalah asidosis laktat. Kejadian lebih sering bila pasien juga menderita gangguan hati, ginjal paru, gangguan jantung kongestif atau mengkonsumsi alkohol secara berlebihan. Jika efek samping ini terjadi segera hentikan pemakaian obat dan hubungi pihak medis. Tanda-tanda asidosis laktat adalah : merasa sangat lemah, lelah, atau tidak nyaman, nyeri otot, kesulitan bernapas, gangguan perut, merasa kedinginan, pusing, detak jantung lambat atau tidak teratur.
  • Peda penggunaan jangka panjang, waspadai terjadinya malabsorpsi vitamin B12.
  • Efek samping lain eritema, pruritus, urtikaria dan bisa menyebabkan hepatitis jika diberikan pada dosis tinggi dan jangka waktu lama.

Perhatian


Berikut adalah hal-hal yang harus diperhatikan pasien jika menggunakan reglus (metformin) :

  • Obat ini digunakan setelah makan atau dengan makanan. Obat harus ditelan utuh, tidak dihancurkan, tidak dilarutkan dalam air, atau tidak dikunyah.
  • Tidak boleh digunakan sebagai obat anti diabetes tipe 1 atau ketoasidosis diabetik.
  • Jika digunakan untuk terapi jangka panjang, fungsi ginjal dan hati sebaiknya diperiksa setidaknya setahun sekali.
  • Jika anda ibu menyusui, sebaiknya tidak menggunakan obat ini mengingat efek hipoglikemik yang mungkin terjadi pada bayi. Sebaiknya anda menggunakan insulin untuk mengontrol gula darah anda.
  • kurangi atau hentikan konsumsi alkohol.
  • Keamanan dan efektivitas pada anak usia di bawah 18 tahun belum bisa dipastikan.

Penggunaan oleh wanita hamil


FDA (badan pengawas obat dan makanan amerika serikat) mengkategorikan metformin dalam kategori B dengan penjelasan sebagai berikut :

penelitian pada reproduksi hewan tidak menunjukkan resiko pada janin dan tidak ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada wanita hamil / Penelitian pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin, tapi studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada wanita hamil tidak menunjukkan resiko pada janin di trimester berapapun.

Hasil studi pada hewan tidak selalu equivalen dengan hasil pada manusia. Mengingat efek buruk yang mungkin terjadi, kebanyakan para ahli menyarankan untuk lebih memilih insulin.

Wanita yang menderita diabetes gestasional yang diobati dengan metformin mengalami kekurangan berat badan selama kehamilan dibandingkan mereka yang diobati dengan insulin. Bayi yang lahir dari wanita yang diobati dengan metformin telah diketahui memiliki sedikit lemak visceral, yang menyebabkan mereka menjadi kurang rentan terhadap resistensi insulin di kemudian hari.

interaksi obat


Obat dengan kandungan zat aktif metformin termasuk reglus berinteraksi dengan obat-obat berikut :

  • Cimetidine, antibiotik cefalexin mengurangi clearance metformin oleh ginjal sehingga menyebabkan peningkatan konsentrasinya dalam plasma.
  • Obat kationik misalnya amilorid, digoxin, morfin, procainamide, quinidine, kina, ranitidine, triamterene, trimetoprim, atau vankomisin, secara teoritik juga bisa menyebabkan peningkatan konsentrasi plasma metformin dengan mekanisme yang sama.

Dosis reglus


Dosis obat ini ditentukan secara individual untuk setiap pasien berdasarkan manfaat dan tolerabilitas masing-masing pasien. reglus (metformin) umumnya diberikan dengan dosis sebagai berikut :

  • Dosis awal : 2 x sehari 1 tablet 500 mg.
  • Dosis pemeliharaan : 3 x sehari 1 tablet 500 mg.
  • Bila hasil belum memuaskan dapat ditingkatkan sampai maksimal 3 x sehari 2 tablet 500 mg.
  • Bila perlu dikombinasikan dengan anti diabetes oral golongan sulfonilurea seperti glibenclamide.
  • Obat diberikan saat makan atau sesudah makan.
  • dosis lazim metformin klik di sini.

Terkait