methylprednisolone

Methylprednisolone adalah obat yang digunakan sebagai anti alergi, imunosupresan, dan anti inflamasi. Obat ini adalah derivat prednisolon yang termasuk obat steroid jenis glukokortikoid sintetis.

Methylprednisolone bekerja dengan cara menembus membran sel sehingga akan terbentuk suatu kompleks steroid-protein reseptor. Di dalam inti sel, kompleks steroid-protein reseptor ini akan berikatan dengan kromatin DNA dan menstimulasi transkripsi mRNA yang merupakan bagian dari proses sintesa protein. Sebagai anti inflamasi, obat ini menekan migrasi neutrofil, mengurangi produksi prostaglandin (senyawa yang berfungsi sebagai mediator inflamasi), dan menyebabkan dilatasi kapiler. Hal ini akan mengurangi repon tubuh terhadap kondisi peradangan (inflamasi).

Obat ini biasanya dipasarkan berupa methylprednisolone 4 mg / tablet, 8 mg / tablet, dan 16 mg / tablet. Untuk sediaan injeksi diberikan dengan kadar 62.5 mg/ ml, dan 40 mg / 1 ml vial injeksi, biasanya diberikan dalam bentuk garamnya, misalnya methylprednisolone asetat.

Indikasi


Kegunaan methylprednisolone adalah untuk pengobatan kondisi-kondisi berikut :

  • Seperti glukokortikoid lainnya, methylprednisolone adalah obat yang digunakan sebagai obat anti inflamasi (radang), kondisi alergi, penyakit endokrin, gangguan hematologik, dan sindrom nefrotik.
  • Obat ini juga sangat umum digunakan dalam pengobatan arthritis (rematik) dan pengobatan jangka pendek peradangan bronkial atau bronkitis akut karena berbagai penyakit saluran pernafasan.
  • Pada terapi penyakit autoimun, misalnya lupus eritematosus sistemik pada periode akut dan terapi jangka panjang, anemia hemolitik dan eritoblastopenia.
  • Obat ini juga digunakan sebagai pengobatan multiple sclerosis, cedera tulang belakang nonpenetrating, sindrom steven johnson, dermatitis eksfoliatif, psoriasis, radang mata akut dan kronik, leukimia limfositik kronik dan akut, insufiensi korteks adrenal, trombositopenia purpura pada orang dewasa, dan neuritis vestibular.
  • Manfaat methylprednisolone untuk sakit kulit diantaranya adalah untuk mengobati penyakit-penyakit seperti eksim endogen (dermatitis atopik dan neurodermatitis), eksim kontak, eksim degeneratif, eksim dishidrotik, eksim vulgar, dan eksim pada anak-anak.

Kontra indikasi


  • Jangan menggunakan methylprednisolone jika anda memiliki riwayat hipersentif terhadap obat ini atau obat-obat glukokortikoid lainnya.
  • Obat ini juga dikontraindikasikan untuk penderita tuberculosis (TB), diabetes mellitus, infeksi jamur sistemik, herpes simpleks, varisela, dan penderita osteoporosis berat.
  • Selain itu, pemberian vaksin hidup ataupun vaksin yang dilemahkan juga dikontraindikasikan untuk seseorang yang sedang menggunakan obat imunosupresif seperti methylprednisolone. Pengecualian untuk aturan ini adalah pasien yang menjalani terapi pengganti kortikosteroid lengkap, misalnya, untuk penyakit addison, yang mungkin mengikuti protokol imunisasi standar.

Efek Samping


Efek samping methylprednisolone adalah sebagai berikut :

  • Efek samping Methylprednisolone pada penggunaan jangka pendek misalnya retensi cairan dan natrium, hiperglikemia dan intoleransi glukosa, hipokalemia, gangguan pada saluran pencernaan dan ulserasi, depresi reversibel dari hypothalamic-pituitary-adrenal (HPA) axis, dan perubahan suasana hati seperti euforia ringan, gugup, gelisah, depresi, delusi, halusinasi, dan perilaku kekerasan.
  • Efek penggunaan jangka panjang adalah semua efek samping pada penggunaan jangka pendek ditambah cushing syndrome (salah satu cirinya : pembengkakan wajah), hirsutisme atau virilisme, impotensi, menstruasi tidak teratur, penyakit ulkus peptikum, kenaikan berat badan, insufisiensi jantung kongestif, edema, hipertensi, katarak dan peningkatan tekanan intraokular mata / glaukoma, miopati, osteoporosis, gangguan penyembuhan luka, gangguan metabolisme karbohidrat, lemah otot, dan fraktur kompresi vertebral.
  • Penggunaan jangka panjang obat ini juga menyebabkan penurunan sistem imun sehingga lebih rentan terkena infeksi jamur atau virus.
  • Efek samping yang paling serius adalah kelenjar adrenal berhenti memproduksi kortisol alami.

baca hal-hal yang perlu diperhatikan pasien dan efek obat ini terhadap kehamilan di halaman berikutnya……