nortasix

Ini adalah review terhadap obat dengan merk nortasix. di bagian akhir review ini juga disertakan tautan untuk mengetahui merk obat-obat lain dengan kandungan yang sama dengan nortasix.

pabrik  


ifars

golongan


obat keras

kemasan  


  • dos 5 x 10 kaplet 200 mg
  • 5 x 10 kaplet 400 mg

kandungan


norfloxacin 200 mg, 400 mg

Sekilas tentang zat aktif (nama generik)


norfloksasina (norfloxacin) adalah antibiotik golongan fluorokuinolon generasi pertama yang mempunyai spektrum luas, aktif terhadap bakteri gram negatif maupun gram positif. norfloksasina (norfloxacin) bekerja dengan cara menghambat dua tipe enzim II topoisomerase yaitu DNA Gyrase dan topoisomerase IV. topoisomerase IV memerlukan DNA terpisah yang telah direplikasi sebelum pembelahan sel bakteri. Dengan DNA yang tidak dipisahkan, proses terhenti dan bakteri tidak bisa membagi. Sedangkan DNA gyrase bertanggungjawab untuk supercoil DNA sehingga akan cocok di dalam sel yang baru terbentuk. kombinasi dari dua mekanisme di atas akan membunuh bakteri sehingga norfloksasina (norfloxacin) digolongkan sebagai bakterisida.

Indikasi nortasix


  • nortasix (norfloxacin) digunakan untuk infeksi saluran saluran kemih , gonokokus dan infeksi saluran gastrointestinal yang spesifik disebabkan oleh shigella. 
  • nortasix (norfloxacin) juga digunakan untuk prostatitis dan gonorrhoea tanpa komplikasi akut.

kontra indikasi 


  • nortasix (norfloxacin) harus dihindari pada pasien dengan hipersensitivitas terhadap nortasix (norfloxacin) atau antibiotik golongan kuinolon lainnya,
  • jangan memberikan nortasix (norfloxacin) untuk anak-anak, wanita hamil, dan ibu menyusui.
  • nortasix (norfloxacin) juga kontra indikasi pada pasien dengan epilepsi atau gangguan kejang lainnya.
  • nortasix (norfloxacin) sebaiknya tidak diberikan kepada pasien dengan riwayat tendon pecah.

Efek Samping nortasix


Kebanyakan efek samping nortasix (norfloxacin) bersifat ringan sampai sedang yang akan segera hilang ketika pemberian obat dihentikan. Namun, efek samping serius kadang terjadi.

  • Efek samping yang paling umum seperti mual, muntah, diare , tes fungsi hati yang abnormal, dispepsia, konstipasi, flatulen, heartburn, mulut kering, nyeri punggung, hiper hidrosis dan ruam pada kulit.
  • nortasix (norfloxacin) juga meningkatkan risiko tendonitis dan tendon pecah , terutama pada pasien > 60 tahun , pasien yang juga menggunakan kortikosteroid , dan pasien dengan transplantasi ginjal , paru-paru , atau jantung.
  • nortasix (norfloxacin), seperti fluoroquinolones lain, diketahui juga memicu kejang atau menurunkan ambang kejang, dan dapat menyebabkan efek samping terhadap sistem pusat lainnya.
  • Sakit kepala, pusing, dan insomnia juga dilaporkan cukup sering terjadi.
  • kejadian yang jauh lebih jarang seperti tremor, psikosis, kecemasan, halusinasi, paranoia, dan percobaan bunuh diri, terutama pada dosis yang lebih tinggi.
  • Berbagai efek samping yang sangat jarang namun berpotensi fatal seperti nekrolisis epidermal toksik, sindrom Stevens-Johnson, aritmia jantung (torsades des pointes atau perpanjangan QT), pneumonitis alergi, penekanan sumsum tulang, hepatitis atau gagal hati, dan phototoxicity / fotosensitifitas.
  • Obat harus dihentikan jika ruam, sakit kuning, atau tanda lain dari hypersentitivity terjadi.

perhatian  


  • hati-hati pemberian nortasix (norfloxacin) pada pasien dengan penyakit hati.
  • efektivitas dan keamanan pemakaian pada anak-anak, wanita hamil dan menyusui belum terbukti.

Toleransi terhadap kehamilan


penelitian pada reproduksi hewan menunjukkan norfloksasina (norfloxacin) memberikan efek buruk pada janin. Tidak ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada manusia , tetapi jika manfaat potensial terhadap ibu lebih besar daripada risiko pada janin maka obat ini bisa diberikan.

interaksi obat 


  • nortasix (norfloxacin) menghambat kerja enzim pada metabolisme anti koagulan oral seperti warfarin, derivatnya maupun anti koagulan sejenisnya, juga obat-obat seperti theophylline, methylxanthines, tizanidine. Akibatnya kerja obat-obat itu akan meningkat sehingga meningkatkan resiko efek samping.
  • Pemberian nortasix (norfloxacin) bersamaan dengan anti inflamasi non steroid (NSAID) akan meningkatkan resiko stimulasi sistem saraf pusat dan menyebabkan kejang.
  • nortasix (norfloxacin) juga meningkatkan level siklosporin dalam darah sehingga potensi efek samping akan meningkat.
  • Pada penderita diabetes yang menggunakan obat golongan sulfonilurea, pemberian bersamaan dengan nortasix (norfloxacin) beresiko menurunkan kadar glukosa dalam darah secara drastis meskipun kejadiannya relatif jarang.
  • resiko otot tendon pecah juga meningkat jika diberikan bersamaan dengan kortikosteroid oral.

Dosis nortasix


nortasix (norfloxacin) diberikan dengan dosis :

  • infeksi saluran kemih tanpa komplikasi : 2 x sehari 200 mg, dengan komplikasi 2 x sehari 400 mg,
  • infeksi saluran pencernaan : 2-3 sehari 400 mg,
  • gonorrhoeae tanpa komplikasi akut : 2 x sehari 600 mg atau 800 mg dalam dosis tunggal

 Terkait


Merk-merk obat dengan kandungan norfloksasina (norfloxacin)

merk-merk obat yang termasuk antibiotik kuinolon, derivat