Benutrion VE

Benutrion VE adalah nutrisi parenteral parsial yang mengandung asam amino, elektrolit, dan vitamin yang digunakan bila asupan nutrisi tidak memungkinkan diberikan secara oral. Berikut ini adalah informasi lengkap Benutrion VE yang disertai tautan merk-merk obat lain dengan nama generik yang sama.

pabrik


Sanbe Farma

golongan


Benutrion VE hanya bisa diperoleh dengan resep dokter

kemasan


Benutrion VE dipasarkan dengan kemasan sebagai berikut :

  • Botol kaca 250 mL infusion

kandungan


Setiap 1,000 mL Benutrion VE mengandung zat aktif (nama generik) sebagai berikut :

  • Amino acid 5 % (BCAA 14.8 %)
  • Vitamin B6
  • Na 30 mEq
  • K 25 mEq
  • Cl 10 mEq
  • Ca 10 mEq
  • Mg 5 mEq
  • Acetate 5 mEq
  • L-isoleucine 2.512 g
  • L-leucine 2.792 g
  • L-lysine 2.092 g
  • L-methionine 0.976 g
  • L-phenylalanine 1.816 g
  • L-threonine 1.744 g
  • L-tryptophan 0.56 g
  • L-valine 2.092 g
  • L-arginine 3.488 g
  • L-histidine 0.6 g
  • L-alanine 9.256 g
  • L-aspartate acid 4.048 g
  • N-acetylcysteine 0.16 g
  • L-glutamic acid 9.5 g
  • Glycine 3.848 g
  • L-proline 4.188 g
  • N-acetyl-L-tyrosine 0.344 g
  • Nicotinamide 0.06 g
  • Pyridoxine HCl 0.04 g
  • Riboflavin-5-phosphate Na 2.5 mg
  • Osmolarity : 600 mOsm
  • Energy : 200 kCal

Sekilas tentang zat aktif (nama generik)


Isoleusin adalah asam α-amino yang digunakan dalam biosintesis protein. Isoleusin termasuk asam amino esensial, yang berarti tubuh tidak dapat mensintesisnya, dan harus didapatkan dari asupan makanan. Makanan yang mengandung isoleusin tinggi misalnya telur, kedelai, rumput laut, dan keju.

Leusin adalah asam α-amino esensial yang digunakan dalam biosintesis protein. Leusin digunakan dalam hati, jaringan adiposa, dan jaringan otot. Adiposa dan jaringan otot menggunakan leusin dalam pembentukan sterol.

Lysine adalah asam α-amino esensial yang digunakan dalam biosintesis protein. Sebagai asam amino esensial, Lysine tidak bisa disintesis pada tubuh manusia, oleh karena itu harus didapatkan dari makanan. Pada tumbuhan dan kebanyakan bakteri, asam amino ini disintesis dari asam aspartat.

Pyridoxine (vitamin B6) adalah salah satu bagian dari vitamin B. Vitamin ini sebenarnya adalah sekelompok senyawa kimia yang sangat mirip dan dapat saling menggantikan (interconverted) dalam sistem biologi. Beberapa bentuk vitamin B6 yang telah dikenal misalnya, pyridoxine, pyridoxine 5-phosphate, pyridoxal, pyridoxal 5-phosphate, pyrodoxamine, pyridoxamine 5-phospahte, dan lain-lain. Bentuk aktif dari vitamin ini adalah pyridoxal 5-phosphate, yang kegunaanya antara lain membantu metabolisme makronutrien, sintesis neurotransmitter, sintesis histamin, sintesis hemoglobin, dan ekspresi gen.

Acetylcysteine adalah obat yang berfungsi mengencerkan dahak pada penyakit saluran pernafasan dimana terjadi banyak lendir atau dahak. Obat ini digunakan sebagai terapi pada orang dengan kondisi paru-paru tertentu seperti cystic fibrosis, emfisema, bronkitis, pneumonia, atau tuberkulosis. Obat ini adalah agen mukolitik yang juga dikenal sebagai N-acetylcysteine atau N-acetyl-L-cysteine (NAC). Obat Ini tersedia dalam bentuk sediaan intravena, sediaan oral (misalnya tablet), atau nebulasi/inhalasi. Obat ini juga berfungsi sebagai hepatoprotektif dalam kasus keracunan paracetamol.

Arginine adalah asam α-amino yang digunakan dalam proses biosintesis protein. Arginine diklasifikasikan sebagai asam amino semiessential, tergantung pada tahap dan status kesehatan perkembangan tiap individu. Bayi prematur tidak dapat mensintesis atau membuat arginine secara internal, sehingga asupan asam amino ini menjadi sangat penting bagi mereka. Sedangkan kebanyakan orang sehat tidak perlu arginine dari luar karena tubuh mereka menghasilkan jumlah yang cukup. Arginine memainkan peran penting dalam pembelahan sel, penyembuhan luka, menghilangkan amonia dari tubuh, fungsi kekebalan tubuh, dan pelepasan hormon.

Glycine adalah suatu jenis asam amino yang paling sederhana. Nama lain dari glycine adalah aminoacetic acid, aminoethanoic acid, dan glycocoll. Dalam suatu sediaan farmasi, asam amino ini bisa meningkatkan penyerapan obat dalam lambung.

Indikasi


Kegunaan Benutrion VE sebagai nutrisi parenteral parsial untuk anak terutama bayi atau bayi prematur. Suplemen ini juga berguna untuk memberikan suplai asam amino, elektrolit, vitamin dan air pada kondisi-kondisi seperti :

  • Kasus dimana asupan makanan secara oral tidak mencukupi atau tidak memungkinkan.
  • Kondisi yang menyebabkan peningkatan kebutuhan protein.
  • Penderita yang mengalami malnutrisi.

Kontra indikasi


  • Jangan menggunakan obat ini untuk pasien yang memiliki riwayat alergi / hipersensitivitas pada salah satu komponen di atas.
  • Tidak boleh diberikan pada penderita gangguan metabolisme asam amino, penderita hiperkalemia, gangguan fungsi hati stadium lanjut, gangguan fungsi ginjal dan hiperhidrasi.

Efek Samping Benutrion VE


Berikut adalah beberapa efek samping Benutrion VE yang umum terjadi :

  • Efek samping Benutrion VE yang relatif ringan yaitu gangguan pada saluran pencernaan misalnya mual, dan muntah.
  • Efek samping lainnya seperti gangguan fungsi ginjal akibat infus yang cepat, ruam kemerahan, demam, infeksi pada tempat injeksi infus, trombosis vena atau flebitis memanjang pada tempat injeksi infus, ekstravasasi dan hypervolemia.

Perhatian


Hal-hal yang perlu diperhatikan pasien selama menggunakan Benutrion VE adalah sebagai berikut :

  • Waspadai terjadinya dekompensasi insufisiensi jantung, shock, gangguan keseimbangan asam-basa, oliguria akibat gangguan pra-renal.
  • Jika pasien mengalami anuria, kondisi ini harus diatasi sebelum memulai nutrisi parenteral.
  • Pastikan fungsi ginjal memadai untuk menerima nutrisi secara parenteral.

Interaksi obat


Berikut adalah interaksi dengan obat-obat lain jika digunakan secara bersamaan :

  • Jika sediaan yang mengandung acetylcysteine diberikan bersamaan dengan antibiotik tetracycline sebaiknya diberi jarak minimal 2 jam.
  • Penggunaan bersamaan sediaan yang mengandung acetylcysteine dengan gliserol trinitrat (nitrogliserin) dapat menyebabkan peningkatan efek vasodilatasi dan aliran darah.

Dosis Benutrion VE


Benutrion VE diberikan dengan dosis sebagai berikut :

  • 2.5 g infus intravena (sesuai dengan 50 mL / kg berat badan / hari). Tingkat kecepatan infus (infusion rate) : 2-5 mL / kg berat badan / jam atau 2-5 tetes / kg berat badan / menit (60 tetes = 1 g ± 0.1 g).