Livamin infusion

Livamin infusion adalah nutrisi parenteral yang mengandung asam amino dan berbagai elektrolit yang digunakan untuk pasien penderita gangguan hati baik akut maupun kronis. Berikut ini adalah informasi lengkap Livamin infusion yang disertai tautan merk-merk obat lain dengan nama generik yang sama.

pabrik


Sanbe Farma

golongan


Livamin infusion hanya bisa diperoleh dengan resep dokter

kemasan


Livamin infusion dipasarkan dengan kemasan sebagai berikut :

  • Botol kaca 500 mL infusion

kandungan


Setiap 1,000 mL Livamin infusion mengandung zat aktif (nama generik) sebagai berikut :

  • Amino acid 5% (BCAA 45%)
  • (Na 30 meq, K 18 meq)
  • L-isoleucine 7.6 g
  • L-leucine 8.5 g
  • L-lysine monomalate 7.86 g
  • L-methionine 0.5 g
  • L-phenylalanine 0.25 g
  • L-threonine 1.2 g
  • L-tryptophan 0.1 g
  • L-valine 6.4 g
  • L-arginine 4.9 g
  • L-histidine 0.6 g
  • L-ornithine-L-aspartate 8.03 g
  • L-alanine 2.1 g
  • N-acetyl-L-cysteine 0.2 g
  • L-glutamic acid 1 g
  • glycine 0.7 g
  • L-proline 1.2 g
  • L-serine 2.75 g
  • Sorbitol 25 g
  • Xylitol 25 g
  • Na glycerophosphate pentahydrate 4.592 g
  • MgCl2 1.018 g
  • KCl 1.342 g
  • Osmolarity : 750 mOsm
  • Energy (N+NPC) : 400 kCal

Sekilas tentang zat aktif (nama generik)


Isoleusin adalah asam α-amino yang digunakan dalam biosintesis protein. Isoleusin termasuk asam amino esensial, yang berarti tubuh tidak dapat mensintesisnya, dan harus didapatkan dari asupan makanan. Makanan yang mengandung isoleusin tinggi misalnya telur, kedelai, rumput laut, dan keju.

Leusin adalah asam α-amino esensial yang digunakan dalam biosintesis protein. Leusin digunakan dalam hati, jaringan adiposa, dan jaringan otot. Adiposa dan jaringan otot menggunakan leusin dalam pembentukan sterol.

Lysine adalah asam α-amino esensial yang digunakan dalam biosintesis protein. Sebagai asam amino esensial, Lysine tidak bisa disintesis pada tubuh manusia, oleh karena itu harus didapatkan dari makanan. Pada tumbuhan dan kebanyakan bakteri, asam amino ini disintesis dari asam aspartat.

Acetylcysteine adalah obat yang berfungsi mengencerkan dahak pada penyakit saluran pernafasan dimana terjadi banyak lendir atau dahak. Obat ini digunakan sebagai terapi pada orang dengan kondisi paru-paru tertentu seperti cystic fibrosis, emfisema, bronkitis, pneumonia, atau tuberkulosis. Obat ini adalah agen mukolitik yang juga dikenal sebagai N-acetylcysteine atau N-acetyl-L-cysteine (NAC). Obat Ini tersedia dalam bentuk sediaan intravena, sediaan oral (misalnya tablet), atau nebulasi/inhalasi. Obat ini juga berfungsi sebagai hepatoprotektif dalam kasus keracunan paracetamol.

Arginine adalah asam α-amino yang digunakan dalam proses biosintesis protein. Arginine diklasifikasikan sebagai asam amino semiessential, tergantung pada tahap dan status kesehatan perkembangan tiap individu. Bayi prematur tidak dapat mensintesis atau membuat arginine secara internal, sehingga asupan asam amino ini menjadi sangat penting bagi mereka. Sedangkan kebanyakan orang sehat tidak perlu arginine dari luar karena tubuh mereka menghasilkan jumlah yang cukup. Arginine memainkan peran penting dalam pembelahan sel, penyembuhan luka, menghilangkan amonia dari tubuh, fungsi kekebalan tubuh, dan pelepasan hormon.

Glycine adalah suatu jenis asam amino yang paling sederhana. Nama lain dari glycine adalah aminoacetic acid, aminoethanoic acid, dan glycocoll. Dalam suatu sediaan farmasi, asam amino ini bisa meningkatkan penyerapan obat dalam lambung.

Indikasi


Kegunaan Livamin infusion adalah sebagai nutrisi parenteral untuk pasien terutama bila asupan makanan secara oral tidak mencukupi atau tidak memungkinkan. Nutrisi parenteral ini penting untuk  pasien yang menderita gangguan fungsi hati misalnya sirosis dekompensasi hati kronis yang parah, insufisiensi hati akibat penyebab lain (misalnya penyakit hati metastatik), dan hepatitis kronis.

Kontra indikasi


  • Jangan menggunakan obat ini untuk pasien yang memiliki riwayat alergi / hipersensitivitas pada salah satu komponen di atas.
  • Tidak boleh diberikan pada penderita gangguan metabolisme asam amino, penderita hiperkalemia, shock, insufisiensi jantung dekompensasi, gangguan fungsi hati stadium lanjut, gangguan fungsi ginjal dan hiperhidrasi.
  • Kontraindikasi untuk penderita atrofi hati disertai koma (endogen koma hepatik, atrofi hati akut) yang terjadi sebagai akibat dari penyakit hepatitis atau keracunan berat misalnya penyakit ginjal kronis dimana kinerja ginjal sudah sangat menurun.
  • Tidak boleh diberikan pada orang-orang yang mengalami intoleransi fruktosa atau sorbitol, defisiensi fruktosa-1,6-diphosphatase, atau mengalami keracunan metanol.

Efek Samping Livamin infusion


Berikut adalah beberapa efek samping Livamin infusion yang umum terjadi :

  • Efek samping Livamin infusion yang relatif ringan yaitu gangguan pada saluran pencernaan misalnya mual, dan muntah.
  • Efek samping lainnya seperti gangguan fungsi ginjal akibat infus yang cepat, ruam kemerahan, demam, infeksi pada tempat injeksi infus, trombosis vena atau flebitis memanjang pada tempat injeksi infus, ekstravasasi dan hypervolemia.

Perhatian


Hal-hal yang perlu diperhatikan pasien selama menggunakan Livamin infusion adalah sebagai berikut :

  • Waspadai terjadinya dekompensasi insufisiensi jantung, shock, gangguan keseimbangan asam-basa, oliguria akibat gangguan pra-renal.
  • Jika pasien mengalami anuria, kondisi ini harus diatasi sebelum memulai nutrisi parenteral.
  • Pastikan fungsi ginjal memadai untuk menerima nutrisi secara parenteral.
  • Keracunan akut bisa terjadi bila terjadi koma.
  • Pemberian pada pasien anak perlu perhatian lebih ketat.

Interaksi obat


Berikut adalah interaksi dengan obat-obat lain jika digunakan secara bersamaan :

  • Jika sediaan yang mengandung acetylcysteine diberikan bersamaan dengan antibiotik tetracycline sebaiknya diberi jarak minimal 2 jam.
  • Penggunaan bersamaan sediaan yang mengandung acetylcysteine dengan gliserol trinitrat (nitrogliserin) dapat menyebabkan peningkatan efek vasodilatasi dan aliran darah.

Dosis Livamin infusion


Livamin infusion diberikan dengan dosis sebagai berikut :

  • Infus intravena 0.7-1 g asam amino / kg berat badan / hari.
  • Dalam kasus khusus, dosis bisa dikurangi ± 0.5 g asam amino / kg berat badan / hari atau bisa ditingkatkan hingga 1.4 g asam amino / kg berat badan / hari.
  • Jika diambil dalam mL infus : 14-20 ml (10-28 mL) / kg berat badan / hari atau kira-kira 1.000-1.500 ml (700-2,000 mL) / kg berat badan / hari untuk pasien dengan berat badan 70 kg.
  • Infusion rate maksimal : 0.15 g asam amino / kg berat badan / jam (± 3.5 mL atau 70 tetes / menit) untuk pasien dengan berat badan 70 kg.