Liveril Tablet

Liveril adalah nutrisi yang mengandung asam amino, vitamin, dan berbagai elektrolit yang digunakan untuk membantu memelihara kesehatan fungsi hati. Berikut ini adalah informasi lengkap Liveril yang disertai tautan merk-merk obat lain dengan nama generik yang sama.

pabrik


Vitabiotics

golongan


Liveril bisa diperoleh tanpa resep dokter

kemasan


Liveril dipasarkan dengan kemasan sebagai berikut :

  • Box 5 strip @ 6 tablet

kandungan


Setiap tablet Liveril mengandung zat aktif (nama generik) sebagai berikut :

  • Silymarin 140 mg
  • L-glutathione 15 mg
  • N-acetylcysteine 50 mg
  • L-carnitine tartrate 15 mg
  • Co-enzyme Q10 2.5 mg
  • L-ornithine 50 mg
  • L-lysine 25 mg
  • Choline bitartrate 50 mg
  • Inositol 50 mg
  • Artichoke 50 mg
  • Natural mixed carotenoids 1 mg
  • Vitamin D3 5 mcg
  • Vitamin E 15 mg
  • Vitamin C 75 mg
  • Selenium 75 mg
  • Zn 7.5 mg
  • Manganese 2 mg
  • Copper 0.5 mg
  • Fe 3 mg
  • Vitamin B1 5 mg
  • Vitamin B2 3 mg
  • Niacin 9 mg
  • Vitamin B6 5 mg
  • Folic acid 250 mcg
  • Vitamin B12 15 mcg
  • Pantothenic acid 10 mg

Sekilas tentang zat aktif (nama generik)


Silymarin adalah flavonoid kompleks yang mengandung silybin, silydianin, dan silychrisin. Silymarin berkhasiat untuk meregenerasi sel-sel hati yang rusak (misalnya oleh alkohol atau obat-obatan), merangsang aliran empedu melalui hati dan kantong empedu, sehingga mengurangi stagnasi dan mencegah pembentukan batu empedu dan kerusakan hati, dan membantu pengobatan hepatitis.

Lysine adalah asam α-amino esensial yang digunakan dalam biosintesis protein. Sebagai asam amino esensial, Lysine tidak bisa disintesis pada tubuh manusia, oleh karena itu harus didapatkan dari makanan. Pada tumbuhan dan kebanyakan bakteri, asam amino ini disintesis dari asam aspartat.

Pyridoxine (vitamin B6) adalah salah satu bagian dari vitamin B. Vitamin ini sebenarnya adalah sekelompok senyawa kimia yang sangat mirip dan dapat saling menggantikan (interconverted) dalam sistem biologi. Beberapa bentuk vitamin B6 yang telah dikenal misalnya, pyridoxine, pyridoxine 5-phosphate, pyridoxal, pyridoxal 5-phosphate, pyrodoxamine, pyridoxamine 5-phospahte, dan lain-lain. Bentuk aktif dari vitamin ini adalah pyridoxal 5-phosphate, yang kegunaanya antara lain membantu metabolisme makronutrien, sintesis neurotransmitter, sintesis histamin, sintesis hemoglobin, dan ekspresi gen.

Acetylcysteine adalah obat yang berfungsi mengencerkan dahak pada penyakit saluran pernafasan dimana terjadi banyak lendir atau dahak. Obat ini digunakan sebagai terapi pada orang dengan kondisi paru-paru tertentu seperti cystic fibrosis, emfisema, bronkitis, pneumonia, atau tuberkulosis. Obat ini adalah agen mukolitik yang juga dikenal sebagai N-acetylcysteine atau N-acetyl-L-cysteine (NAC). Obat Ini tersedia dalam bentuk sediaan intravena, sediaan oral (misalnya tablet), atau nebulasi/inhalasi. Obat ini juga berfungsi sebagai hepatoprotektif dalam kasus keracunan paracetamol.

Pantothenic acid (vitamani B5) adalah vitamin yang larut dalam air. Pantothenic acid adalah nutrisi penting untuk proses sintesis koenzim-A (CoA), serta untuk mensintesis dan metabolisme protein, karbohidrat, dan lemak. Vitamin ini umumnya digunakan dalam bentuk analog alkoholnya yaitu provitamin panthenol (panthenol), dan Calcium pantothenate.

Cyanocobalamin (vitamin B12) adalah vitamin yang bisa digunakan untuk mengobati anemia pernisiosa, defisiensi vitamin b12 akibat kurangnya asupan dari makanan, tirotoksikosis, perdarahan, penyakit hati, dan ginjal. Obat ini bisa diberikan baik secara oral maupun injeksi.

Folic acid (asam folat) atau disebut juga sebagai Vitamin B9 adalah  nutrisi yang sangat penting bagi tubuh. Manusia tidak mampu membuat folat, oleh karena itu, asam folat hanya bisa didapatkan melalui makanan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Asam folat berguna dalam proses pembentukan DNA, perbaikan DNA, serta bertindak sebagai kofaktor dalam reaksi biologis tertentu. Zat ini penting dalam membantu pertumbuhan dan pembelahan sel yang cepat seperti pada bayi dan masa kehamilan.  Folat juga dibutuhkan untuk menghasilkan sel darah merah yang sehat sehingga bisa mencegah anemia.

Indikasi


Kegunaan Liveril adalah sebagai nutrisi tambahan yang berguna untuk memberikan suplai asam amino, elektrolit, dan vitamin pada kondisi-kondisi seperti :

  • Ensefalopati hepatik
  • Penyakit hati, misalnya akibat penggunaan minuman beralkohol atau obat-obatan
  • Anemia karena kekurangan asam folat
  • Diet yang buruk
  • Penyerapan yang buruk pada nutrisi dari makanan
  • Peningkatan kebutuhan folat dalam tubuh selama masa kehamilan
  • Kondisi-kondisi lain akibat defisiensi folat
  • Kekurangan vitamin B12
  • Anemia pernisiosa
  • Defisiensi vitamin D
  • Kekurangan tiamin
  • Kelainan saraf
  • Dan kondisi-kondisi yang diakibatkan oleh kekurangan nutrisi lainnya.

Kontra indikasi


  • Jangan menggunakan Liveril untuk pasien yang memiliki riwayat alergi / hipersensitivitas pada salah satu komponen di atas.
  • Liveril tidak boleh digunakan untuk pasien-pasien dermatitis akut atau eksim akut.
  • Kontraindikasi untuk pasien yang alergi terhadap protein susu.

Efek Samping Liveril


Berikut ini adalah beberapa efek samping Liveril yang mungkin terjadi :

  • Efek samping Liveril yang relatif ringan yaitu gangguan pada saluran pencernaan misalnya perut kembung, mual, dan muntah.
  • Efek samping lain yang mungkin terjadi seperti reaksi alergi, rasa pahit di mulut, gangguan tidur, dan depresi.

Perhatian


Hal-hal yang perlu diperhatikan pasien selama menggunakan Liveril adalah sebagai berikut :

  • Sebaiknya penggunaan Liveril pada penderita asma, anak-anak dan orang lanjut usia tidak dilakukan
  • Sebaiknya tidak digunakan jika anda memiliki kelainan perdarahan.
  • Ibu menyusui sebaiknya tidak menggunakan Liveril.
  • Berkonsultasi dengan dokter jika anda memiliki penyakit ginjal kronis, tiroid kurang aktif atau kanker kulit.

Interaksi obat


Berikut adalah interaksi Liveril dengan obat-obat lain jika digunakan secara bersamaan :

  • Jika sediaan yang mengandung acetylcysteine diberikan bersamaan dengan antibiotik tetracycline sebaiknya diberi jarak minimal 2 jam.
  • Penggunaan bersamaan sediaan yang mengandung acetylcysteine dengan gliserol trinitrat (nitrogliserin) dapat menyebabkan peningkatan efek vasodilatasi dan aliran darah.

Dosis Liveril


Liveril diberikan dengan dosis sebagai berikut :

  • 2 kali sehari 1 tablet atau sesuai dengan petunjuk dokter. Lebih baik dikonsumsi dengan makanan atau sesudah makan.
  • Tablet jangan dikunyah.
  • Gunakan bersamaan atau setelah makan.