Nephrosteril infusion

Nephrosteril infusion adalah nutrisi parenteral yang mengandung berbagai asam amino untuk memberi suplai yang seimbang pada penderita gagal ginjal akut dan kronis. Berikut ini adalah informasi lengkap Nephrosteril infusion yang disertai tautan merk-merk obat lain dengan nama generik yang sama.

pabrik


Fresenius Kabi

golongan


Nephrosteril infusion hanya bisa diperoleh dengan resep dokter

kemasan


Nephrosteril infusion dipasarkan dengan kemasan sebagai berikut :

  • Botol kaca 250 mL infusion

kandungan


Setiap 1,000 mL Nephrosteril infusion mengandung zat aktif (nama generik) sebagai berikut :

  • L-isoleucine 5.1 g
  • L-leucine 10.3 g
  • L-lysine monoacetate 10.01 g (equiv to L-lysine 7.1 g)
  • L-methionine 2.8 g
  • Acetylcysteine 0.5 g (equiv to L-cysteine 0.37 g)
  • L-phenylalanine 3.8 g
  • L-threonine 4.8 g
  • L-tryptophan 1.9 g
  • L-valine 6.2 g
  • Arginine 4.9 g
  • L-histidine 4.3 g
  • Aminoacetic acid 3.2 g
  • L-alanine 6.3 g
  • L-proline 4.3 g
  • L-serine 4.5 g
  • L-malic acid 1.5 g
  • Glacial acetic acid 1.38 g
  • Total amino acids 70 g
  • Total nitrogen content 10.8 g
  • Energy 280 kCal

Sekilas tentang zat aktif (nama generik)


Isoleusin adalah asam α-amino yang digunakan dalam biosintesis protein. Isoleusin termasuk asam amino esensial, yang berarti tubuh tidak dapat mensintesisnya, dan harus didapatkan dari asupan makanan. Makanan yang mengandung isoleusin tinggi misalnya telur, kedelai, rumput laut, dan keju.

Leusin adalah asam α-amino esensial yang digunakan dalam biosintesis protein. Leusin digunakan dalam hati, jaringan adiposa, dan jaringan otot. Adiposa dan jaringan otot menggunakan leusin dalam pembentukan sterol.

Lysine adalah asam α-amino esensial yang digunakan dalam biosintesis protein. Sebagai asam amino esensial, Lysine tidak bisa disintesis pada tubuh manusia, oleh karena itu harus didapatkan dari makanan. Pada tumbuhan dan kebanyakan bakteri, asam amino ini disintesis dari asam aspartat.

Asam malat (Malic acid) adalah senyawa organik yang termasuk senyawa asam dikarboksilat. Asam malat terbentuk secara alami dalam semua buah-buahan dan sayur-sayuran, dan dihasilkan dalam proses metabolisme buah. Zat ini memberikan rasa asam pada buah-buahan, dan sering digunakan sebagai bahan tambahan pada produk makanan.

Acetylcysteine adalah obat yang berfungsi mengencerkan dahak pada penyakit saluran pernafasan dimana terjadi banyak lendir atau dahak. Obat ini digunakan sebagai terapi pada orang dengan kondisi paru-paru tertentu seperti cystic fibrosis, emfisema, bronkitis, pneumonia, atau tuberkulosis. Obat ini adalah agen mukolitik yang juga dikenal sebagai N-acetylcysteine atau N-acetyl-L-cysteine (NAC). Obat Ini tersedia dalam bentuk sediaan intravena, sediaan oral (misalnya tablet), atau nebulasi/inhalasi. Obat ini juga berfungsi sebagai hepatoprotektif dalam kasus keracunan paracetamol.

Arginine adalah asam α-amino yang digunakan dalam proses biosintesis protein. Arginine diklasifikasikan sebagai asam amino semiessential, tergantung pada tahap dan status kesehatan perkembangan tiap individu. Bayi prematur tidak dapat mensintesis atau membuat arginine secara internal, sehingga asupan asam amino ini menjadi sangat penting bagi mereka. Sedangkan kebanyakan orang sehat tidak perlu arginine dari luar karena tubuh mereka menghasilkan jumlah yang cukup. Arginine memainkan peran penting dalam pembelahan sel, penyembuhan luka, menghilangkan amonia dari tubuh, fungsi kekebalan tubuh, dan pelepasan hormon.

Glycine adalah suatu jenis asam amino yang paling sederhana. Nama lain dari glycine adalah aminoacetic acid, aminoethanoic acid, dan glycocoll. Dalam suatu sediaan farmasi, asam amino ini bisa meningkatkan penyerapan obat dalam lambung.

Indikasi


Kegunaan Nephrosteril infusion adalah untuk memberi suplai asam amino yang seimbang pada penderita gagal ginjal akut dan kronis, misalnya pada kondisi pasien mengalami kekurangan gizi, hypoproteinemia, dan saat sebelum dan sesudah menjalani tindakan operasi.

Kontra indikasi


  • Jangan menggunakan obat ini untuk pasien yang memiliki riwayat alergi / hipersensitivitas pada salah satu komponen di atas.
  • Tidak boleh diberikan pada penderita gangguan metabolisme asam amino, gangguan hati stadium lanjut, insufisiensi jantung berat, hiperhidrasi, hipokalemia, dan hiponatremia.
  • Kontraindikasi untuk penderita koma hepatik, memiliki riwayat metabolisme asam amino yang abnormal, gangguan ginjal berat atau azotemia, dan hiperamonemia.

Efek Samping Nephrosteril infusion


Berikut adalah beberapa efek samping Nephrosteril infusion yang umum terjadi :

  • Efek samping Nephrosteril infusion yang relatif ringan yaitu gangguan pada saluran pencernaan misalnya mual, dan muntah.
  • Efek samping pada kulit : erupsi kulit dan ruam kulit. Jika efek samping ini terjadi hentikan penggunaan Nephrosteril infusion.
  • Efek samping lain misalnya ketidaknyamanan pada dada, palpitasi, peningkatan SGOT, SGPT, bilirubin total, amonia, BUN dan kreatinin.
  • Beberapa pasien juga bisa mengalami asidosis, demam, sakit kepala, nyeri vaskular, edema ekstremitas bawah, hiperkalemia, dan mulut kering.

Perhatian


Hal-hal yang perlu diperhatikan pasien selama menggunakan Nephrosteril infusion adalah sebagai berikut :

  • Pastikan kecukupan pasokan Kalium.
  • Lakukan monitoring secara teratur terhadap metabolisme air-elektrolit, keseimbangan asam-basa dan serum urea.
  • Jika terjadi hiperamonemia atau gangguan kesadaran, segera hentikan penggunaan Nephrosteril infusion.
  • Waspadai terjadinya disfungsi cardiovaskular, gangguan hati, perdarahan pada saluran pencernaan, ketidakseimbangan elektrolit berat, keseimbangan asam-basa normal, dan asidosis berat.
  • Perhatian lebih ketat perlu diberikan jika pasien adalah wanita hamil, ibu menyusui, orang lanjut usia, serta anak-anak dan bayi.

Interaksi obat


Berikut adalah interaksi dengan obat-obat lain jika digunakan secara bersamaan :

  • Jika sediaan yang mengandung acetylcysteine diberikan bersamaan dengan antibiotik tetracycline sebaiknya diberi jarak minimal 2 jam.
  • Penggunaan bersamaan sediaan yang mengandung acetylcysteine dengan gliserol trinitrat (nitrogliserin) dapat menyebabkan peningkatan efek vasodilatasi dan aliran darah.

Dosis Nephrosteril infusion


Nephrosteril infusion diberikan dengan dosis sebagai berikut :

  • Dosis dewasa untuk gagal ginjal kronis : 200 mL / hari diinfuskan melalui vena perifer. Jika diberikan melalui vena sentral berikan dengan dosis 100 mL / jam (kira-kira 25 tetes / menit) atau 400 mL / hari.
  • Dosis dewasa untuk gagal ginjal akut : 600 mL / hari diinfuskan melalui vena sentral.