ethiflox

Ini adalah review terhadap obat dengan merk ethiflox. di bagian akhir review ini juga disertakan tautan untuk mengetahui merk obat-obat lain dengan kandungan yang sama dengan ethiflox.

pabrik  


ethica

golongan


obat keras

kemasan  


dos 3 x 10 tablet 200 mg,

3 x 10 tablet 400 mg

kandungan


Ofloxacin 200 mg, 400 mg

Sekilas tentang zat aktif (nama generik)


ofloksasina (Ofloxacin) adalah antibiotik golongan fluorokuinolon generasi ke 2 yang mempunyai spektrum luas, aktif terhadap bakteri gram negatif maupun gram positif. ofloksasina (Ofloxacin) bekerja dengan cara menghambat dua tipe enzim II topoisomerase yaitu DNA Gyrase dan topoisomerase IV. topoisomerase IV memerlukan DNA terpisah yang telah direplikasi sebelum pembelahan sel bakteri. Dengan DNA yang tidak dipisahkan, proses terhenti dan bakteri tidak bisa membagi. Sedangkan DNA gyrase bertanggungjawab untuk supercoil DNA sehingga akan cocok di dalam sel yang baru terbentuk. kombinasi dari dua mekanisme di atas akan membunuh bakteri sehingga ofloksasina (Ofloxacin) digolongkan sebagai bakterisida.

Indikasi ethiflox


  • ethiflox (Ofloxacin) digunakan untuk eksaserbasi bakteri akut bronkitis kronis dan pneumonia
  • infeksi kulit dan jaringan lunak tidak terkomplikasi
  • penyakit radang panggul akut
  • cystitis tidak terkomplikasi yang disebabkan E.coli / pneumoniae maupun bakteri patogen lain,
  • infeksi saluran kemih terkomplikasi, prostatitis akut, uretra terkomplikasi dan gonore serviks, uretritis non gonococcal dan servisitis, infeksi campuran dari uretra dan serviks yang disebabkan C.trachomatis dan N.gonorrhoeae,
  • ethiflox (Ofloxacin) juga digunakan untuk infeksi saluran pernafasan bagian bawah dan infeksi saluran cerna.

kontra indikasi 


  • ethiflox (Ofloxacin) harus dihindari pada pasien dengan hipersensitivitas terhadap ethiflox (Ofloxacin) atau antibiotik golongan kuinolon lainnya
  • wanita hamil, dan ibu menyusui
  • ethiflox (Ofloxacin) juga kontra indikasi pada pasien dengan epilepsi atau gangguan kejang lainnya
  • ethiflox (Ofloxacin) juga dianggap kontraindikasi untuk pasien dengan penyakit kejiwaan.

Efek Samping ethiflox


Kebanyakan efek samping ethiflox (Ofloxacin) bersifat ringan sampai sedang yang akan segera hilang ketika pemberian obat dihentikan. Namun, efek samping serius kadang terjadi.

  • Efek samping yang paling umum seperti mual, muntah, diare , sakit kepala, susah tidur dan ruam pada kulit.
  • ethiflox (Ofloxacin) juga meningkatkan risiko tendonitis dan tendon pecah , terutama pada pasien > 60 tahun , pasien yang juga menggunakan kortikosteroid , dan pasien dengan transplantasi ginjal , paru-paru , atau jantung.
  • ethiflox (Ofloxacin), seperti fluoroquinolones lain, diketahui juga memicu kejang atau menurunkan ambang kejang, dan dapat menyebabkan efek samping terhadap sistem saraf pusat lainnya.
  • Sakit kepala, pusing, dan insomnia juga dilaporkan cukup sering terjadi.
  • kejadian yang jauh lebih jarang seperti tremor, psikosis, kecemasan, halusinasi, paranoia, dan percobaan bunuh diri, terutama pada dosis yang lebih tinggi.
  • Berbagai efek samping yang sangat jarang namun berpotensi fatal seperti nekrolisis epidermal toksik, sindrom Stevens-Johnson, aritmia jantung (torsades des pointes atau perpanjangan QT), pneumonitis alergi, penekanan sumsum tulang, hepatitis atau gagal hati, dan phototoxicity / fotosensitifitas.
  • Obat harus dihentikan jika ruam, sakit kuning, atau tanda lain dari hypersentitivity terjadi.

perhatian  


  • Hati-hati pada pasien dengan penyakit hati karena ekskresi ethiflox (Ofloxacin) dapat berkurang pada pasien dengan gangguan fungsi hati yang berat ( misalnya , sirosis dengan atau tanpa asites ).
  • efektivitas dan keamanan pemakaian pada anak-anak, wanita hamil dan menyusui belum terbukti.
  • Saat menggunakan ethiflox (Ofloxacin) usahakan pasien mendapatkan hidrasi yang baik dan hindari sinar matahari langsung.

Toleransi terhadap kehamilan


penelitian pada reproduksi hewan menunjukkan ofloksasina (Ofloxacin) memberikan efek buruk pada janin. Tidak ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada manusia , tetapi jika manfaat potensial terhadap ibu lebih besar daripada risiko pada janin maka obat ini bisa diberikan.

interaksi obat 


  • ethiflox (Ofloxacin), seperti beberapa fluoroquinolones lainnya, dapat menghambat kerja enzim dalam metabolisme obat sehingga meningkatkan kadar obat-obat seperti siklosporin, theophyline, dan warfarin. jika level obat darah meningkat maka dapat menyebabkan efek samping lebih besar.
  • Pemantauan serum glukosa hati dianjurkan bila ethiflox (Ofloxacin) digunakan oleh pasien yang menggunakan obat anti-diabetes golongan sulfonylurea.
  • Pemberian ethiflox (Ofloxacin) bersamaan dengan obat anti-inflamasi non-steroid (NSAID) dapat meningkatkan risiko stimulasi sistem saraf pusat dan kejang kejang.
  • Fluoroquinolones telah terbukti meningkatkan efek antikoagulan dari acenocoumarol, Anisindione, dan Dicumarol.
  • Selain itu ada peningkatan risiko cardiotoxicity dan aritmia ketika diberikan bersamaan dengan obat-obatan seperti Dihydroquinidine barbiturat, Quinidine, dan Quinidine barbiturat.
  • Pemakaian kortikosteroid oral bisa meningkatkan risiko otot tendon pecah, terutama pada pasien usia lanjut.

Dosis ethiflox


ethiflox (Ofloxacin) diberikan dengan dosis :

  • eksaserbasi bakteri akut bronkitis kronik, pneumonia terperoleh lazim, infeksi struktur kulit dan jaringan lunak tidak terkomplikasi : 2 x 400 mg selama 10 hari,
  • gonore serviks dan uretra tidak terkomplikasi, akut : 1 x 400 mg selama 1 hari,
  • servitis non gonococal , infeksi campuran pada uretra dan serviks : 2 x 300 mg selama 7 hari,
  • sakit radang panggul akut : 2 x 400 mg selama 10- 14 hari,
  • sistitis tidak terkomplikasi : 2 x 200 mg selama 3-7 hari,
  • infeksi saluran kemih terkomplikasi : 2 x 200 mg selama 10 hari,
  • prostatitis 2 x 300 mg selama 6 minggu.

Terkait


merk-merk obat dengan kandungan ofloxacin

merk-merk obat yang termasuk antibiotik kuinolon, derivat