Rifampicin adalah antibiotik yang digunakan untuk mengobati beberapa infeksi bakteri seperti tuberculosis (TBC), kusta, dan penyakit legionnaire. Obat ini bisa diberikan secara oral maupun intravena. Rifampicin termasuk golongan antibiotik rifamycin yang bekerja dengan cara menghambat pembentukan RNA bakteri.

Isonicotinylhydrazine (INH), dikenal juga dengan nama isoniazid adalah obat yang digunakan untuk mengobati penyakit tuberculosis (TBC). Obat ini adalah obat lini pertama untuk pencegahan maupun pengobatan TB laten ataupun TB aktif.  Obat ini efektif terhadap Mycobacterium tuberculosis, Mycobacterium kansasii, dan Mycobacterium xenopi. Isoniazid adalah obat yang masih berupa prodrug, yang kemudian diaktifkan oleh enzim katalase-peroksidase bakteri yang ada pada Mycobacterium tuberculosis.

Pyrazinamide adalah obat yang digunakan untuk mengobati tuberculosis (TBC). Obat ini bersifat bakteriostatik namun pada saat bakteri secara aktif melakukan replikasi, obat ini bisa bersifat bakterisida. Obat ini digunakan dalam 2 bulan pertama pengobatan dengan tujuan mengurangi durasi terapi penyembuhan TBC. Tanpa pyrazinamide, pengobatan TBC bisa membutuhkan waktu 9 bulan atau lebih. Dalam kombinasi dengan rifampicin, kedua obat ini adalah obat pilihan untuk mengobati TBC laten.

Ethambutol adalah obat yang digunakan untuk mengobati tuberkulosis (TBC), terutama bila diduga telah terjadi resistensi. Obat ini biasanya digunakan secara kombinasi dengan obat TBC lainnya, seperti isoniazid, rifampicin, dan pyrazinamide. Obat ini adalah anti tuberculosis yang bekerja dengan cara menghambat satu atau lebih metabolit bakteri rentan yang mengakibatkan gangguan metabolisme sel, menghambat multiplikasi, hingga kematian sel. Obat ini aktif terhadap bakteri yang rentan hanya saat bakteri itu sedang mengalami pembelahan sel.

Berikut merk-merk obat yang mengandung kombinasi obat di atas :