Demam Berdarah : gejala | penyebab | obat dan pencegahan

demam berdarahDemam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit daerah tropis yang disebabkan oleh infeksi virus dengue, suatu virus yang termasuk ke dalam genus flavivirus, famili flaviviridae. Infeksi virus ini menular ke dalam tubuh manusia melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus betina yang sebelumnya telah membawa virus ini setelah menggigit penderita lain. penyakit demam berdarah tidak mengenal usia, bisa menjangkiti siapa pun bahkan sering menimbulkan korban yang sangat banyak terutama saat pergantian musim. Masalah yang ditimbulkan penyakit ini bisa bertambah buruk karena sering dibarengi oleh infeksi lain seperti flu atau tifus.

Gejala demam berdarah


 

Demam berdarah adalah penyakit yang bisa menimbulkan resiko kematian. Hal ini diakibatkan oleh terjadinya kebocoran plasma (keluarnya cairan di dalam pembuluh darah ke dalam ruangan antar sel). Kondisi ini sangat berbahaya karena bisa menyebabkan penderita mengalami syok dan bisa berujung kematian bila tidak ditangani dengan cepat dan tepat. Oleh karena itu, mengenali gejala-gejala demam berdarah sangat penting supaya dapat dilakukan penanganan yang cepat.

  • Gejala pada fase awal (fase demam) :

Demam berdarah biasanya berlangsung sekitar 6-7 hari. Pada fase awal, gejalanya adalah demam tinggi yang datang mendadak berkisar antara 38-40oC, nafsu makan menurun, sakit kepala, menggigil, lemas, nyeri di belakang mata, kulit kemerahan, nyeri otot dan sendi, mual, muntah dan sakit perut.

  • Gejala pada fase kritis :

Pada hari ke 4, 5 atau 6 penderita memasuki fase kritis. Pada fase ini penderita merasa seakan-akan sudah sembuh, padahal fase ini adalah saat yang paling berbahaya karena pada fase inilah syok bisa terjadi.  Syok dapat menyebabkan penderita menjadi sangat lemah bahkan jika tidak segera mendapat pertolongan bisa terjadi kematian.

Tanda-tanda pada fase ini adalah suhu tubuh menurun, berkeringat dingin terutama pada kaki dan telapak tangan, tekanan darah menurun, dan terjadi penurunan level trombosit secara drastis. Pada fase ini juga mulai timbul tanda-tanda perdarahan seperti mimisan, gusi berdarah, bintik-bintik merah pada kulit, dan kadang-kadang muntah darah.

Jika penderita mampu melewati fase ini, suhu tubuhnya akan naik lagi namun proses pemulihan biasanya akan segera terjadi.

Pemeriksaan klinis


Saat anda menderita demam berdarah, dokter akan melakukan serangkaian tes untuk diagnosis ataupun evaluasi. Tes-tes tersebut meliputi pemeriksaan tekanan darah, tes darah dan kadang-kadang foto rontgen dada.

Pada tes darah, hal-hal yang diperiksa misalnya leukosit, trombosit dan hematokrit. Saat fase awal, jumlah leukosit masih normal, dan akan cenderung menurun selama fase demam. Penurunan trombosit (platelet) sampai level < 100.000/mm3 biasanya baru terjadi antara hari ke 3 sampai 7. Level hematokrit (HCT) menunjukkan terjadinya kebocoran plasma. Level hematokrit yang terlalu rendah membuat penderita demam berdarah diwajibkan untuk dirawat inap, karena kebocoran plasma sangat berbahaya. Keadaan ini bisa menyebabkan syok yang bisa berujung kematian. Tes darah akan dilakukan berulang-ulang untuk memastikan kondisi penderita.

Penyebab dan faktor resiko


Demam berdarah disebabkan oleh infeksi virus yang termasuk ke dalam genus flavivirus, famili flaviviridae. Terdapat 4 jenis virus demam berdarah yaitu, tipe DEN 1, DEN 2, DEN 3 dan DEN 4. Untuk saat ini, virus yang diketahui paling banyak berkembang di masyarakat adalah tipe 1 dan tipe 3.

Penyakit demam berdarah ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus betina yang telah terinfeksi virus ini sebelumnya. Nyamuk ini biasanya sering menggigit manusia pada waktu pagi hari.

Demam berdarah  sering terjadi di daerah tropis dengan kelembaban udara yang tinggi seperti indonesia, terutama di daerah-daerah kumuh. Penyakit ini biasanya akan mulai muncul pada pergantian musim, dimana suhu udara sangat cocok untuk perkembangbiakan nyamuk penular penyakit ini.

Meskipun demam berdarah bisa menjangkiti siapa saja, terdapat kondisi-kondisi tertentu yang membuat seseorang terkena penyakit ini. Orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang rendah, orang lanjut usia serta bayi dan balita adalah orang-orang yang paling beresiko terkena infeksi virus demam berdarah ini.

Obat demam berdarah


Sampai saat ini belum ditemukan obat atau vaksin yang diketahui untuk menangani virus penyebab demam berdarah. Penanganan penderita penyakit ini lebih bersifat terapi suportif, yaitu mengatasi kehilangan cairan pada kasus kebocoran plasma dan pendarahan. Sedangkan obat-obatan yang diberikan hanya untuk mengatasi gejala.

Berikut adalah beberapa hal yang dilakukan untuk menangani demam berdarah :

  • Pemberian cairan dan elektrolit melalui infus secara intravena untuk mengatasi kebocoran plasma dan ketidakseimbangan elektrolit.
  • Pemberian obat-obatan penurun panas (misalnya paracetamol), atau obat-obat penghilang gejala lainnya misalnya obat anti mual atau mutah jika dibutuhkan.
  • Untuk penderita dengan kondisi yang lebih parah, transfusi darah dan terapi oksigen mungkin diperlukan.

Selama pengobatan, dokter akan terus memantau kondisi penderita dengan melakukan serangkaian tes yang diperlukan.

Kebutuhan cairan penderita bisa juga didapatkan dengan minum yang cukup. Minuman tidak harus air putih tetapi bisa juga berupa teh manis, susu, jus buah, oralit atau minuman lainnya misalnya minuman kaleng penambah elektrolit.

Berikut beberapa makanan atau minuman yang sering digunakan untuk penanganan demam berdarah :

  • Air kelapa muda

Selain mengandung cairan, air kelapa muda juga mengandung gula dan mineral (seperti kalium, natrium, magnesium dan lain-lain) yang merupakan elektrolit yang dibutuhkan tubuh. Cairan dan elektrolit ini sangat membantu proses kesembuhan  penderita demam berdarah.  Selain itu air kelapa muda juga mengandung vitamin B, vitamin C, serta protein.

  • Jus buah

Jus buah-buahan yang bisa digunakan untuk membantu pananganan penderita demam berdarah misalnya jambu, pepaya, jeruk, mangga dan buah-buahan lainnya. Selain mengandung banyak cairan, jus juga mengandung banyak vitamin dan mineral serta sangat mudah diserap usus.

Pencegahan


Pencegahan penyakit demam berdarah berfokus pada pengendalian penularnya yaitu nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Selama ini sering dilakukan pengasapan atau fogging jika di suatu tempat ada yang terkena penyakit demam berdarah. Namun usaha ini diketahui sangat tidak efektif mencegah perkembangbiakan nyamuk. Usaha yang lebih baik adalah menjaga kebersihan lingkungan untuk memberantas sarang nyamuk. Pemberantasan sarang nyamuk dapat dilakukan dengan 3M yaitu, menutup, menguras, dan menimbun.

Menutup tempat penampungan air untuk mengurangi tempat nyamuk berkembangbiak, menguras dan membersihkan bak mandi atau tempat penampungan air yang lain secara rutin, mengubur sampah-sampah yang berpotensi sebagai sarang nyamuk, menghindari adanya genangan air dengan cara menjaga saluran drainase tetap lancar dan lain-lain, adalah contoh-contoh yang bisa dilakukan.

Untuk perlindungan dari gigitan nyamuk penular demam berdarah, bisa dengan memakai lotion anti nyamuk terutama di pagi hari. Menggunakan kelambu di tempat tidur, jika kondisi anda mengharuskan untuk tidur/istirahat di pagi hari, misalnya sakit.