Flu Singapura : Kenali Ciri-ciri, Penyebab, Dan Pengobatan Yang Tepat

Flu singapura adalah penyakit infeksi virus menular yang umum terjadi pada anak-anak. Penyakit ini ditandai dengan adanya luka di mulut dan ruam atau lepuhan di tangan dan kaki. Kadang-kadang lepuhan juga bisa terjadi di bokong penderita. Anak-anak yang berusia di bawah 10 tahun, adalah kelompok yang paling berisiko terjangkit flu singapura. Namun, penyakit ini juga bisa menjangkiti remaja dan orang dewasa.

Dalam bahasa kedokteran, flu singapura dinamai Hand foot and mouth disease (HFMD) merujuk pada area tubuh tempat luka atau lepuhan muncul. Di Indonesia, penyakit ini dinamai flu singapura karena orang pertama yang dinyatakan positif terinfeksi virus ini diketahui baru datang dari negara singapura yang saat itu sedang mewabah penyakit ini.

Penyebab Flu Singapura


Penyebab flu singapura adalah virus yang bernama Coxsackievirus A16 dan Enterovirus 71 yang merupakan virus dari kelompok nonpolio Enterovirus. Coxsackievirus adalah virus tersering yang menyebabkan terjadinya penyakit ini, namun gejala-gejala yang ditimbulkannya relatif ringan. Sedangkan flu singapura yang disebabkan oleh Enterovirus 71 menunjukkan gejala yang lebih berat, dan kadang-kadang bisa juga terjadi komplikasi.

Jika seseorang terjangkit virus singapura, dia akan dengan mudah menularkan penyakit ini ke orang lain. Bahkan penyakit ini termasuk sangat mudah menyebar dan mewabah dalam suatu lingkungan masyarakat. Anak-anak akan menularkan ke teman sepermainannya, bahkan orang dewasa juga bisa menjadi agen penular virus meskipun dia sendiri bisa saja tidak menunjukkan tanda-tanda atau gejala penyakit ini.

Virus biasanya akan menyebar melalui batuk, bersin, tinja dan cairan dari lepuhan yang pecah dari penderita. Cairan yang mengandung virus ini kemudian menempel pada benda-benda seperti mainan, meja, gagang pintu, atau benda apa saja di sekitar penderita. Bila anak-anak yang sedang bermain bersama, menyentuh benda-benda itu kemudian memasukkan tangannya ke mulut maka terjadilah penularan virus.

Gejala Dan Ciri-Ciri Flu Singapura


Setelah terjangkit virus, penderita mulai menunjukkan gejala-gejala khas penyakit ini. Semakin lemah sistem kekebalan tubuh anak, gejala akan muncul lebih cepat. Biasanya dibutuhkan waktu antara 3-6 hari untuk munculnya gejala awal. Hal ini disebut masa inkubasi.

ciri-ciri flu singapura

Luka di mulut dan tenggorokan, salah satu ciri-ciri flu singapura

ciri-ciri awal penyakit flu singapura adalah demam, diikuti oleh sakit tenggorokan, penurunan nafsu makan, dan rasa tidak enak badan atau malaise. Satu atau dua hari setelah terjadinya demam, mulai mucul luka di dalam mulut, lidah atau tenggorokan. Bersamaan dengan itu ruam mulai terlihat di telapak tangan atau telapak kaki, lutut, siku, atau bokong. Ruam ini dapat berubah menjadi lepuh atau luka. Perlu diingat penderita flu singapura tidak harus menunjukkan seluruh gejala di atas. Bisa hanya salah satu saja tetapi bisa juga muncul semuanya.

Apa yang harus diwaspadai jika anak anda menunjukkan gejala flu singapura


Flu singapura sebenarnya bukanlah suatu penyakit yang berat. Demam biasanya hanya berlangsung beberapa hari, sedangkan luka dan lepuhan biasanya hilang dalam seminggu atau lebih. Bahkan dalam beberapa kasus penyakit ini tidak menunjukkan gejala apapun.

Meskipun termasuk penyakit yang ringan, sebagai orang tua anda tetap harus waspada jika anak anda menunjukan ciri-ciri flu singapura. Adanya luka di dalam mulut, lidah, dan atau tenggorokan anak anda membuatnya merasakan sakit saat minum atau menelan makanan. Hal ini akan membuatnya malas makan dan minum sehingga rentan mengalami dehidrasi dan kekurangan kalori. Jika terjadi dehidrasi, sebaiknya anda segera membawanya ke fasilitas kesehatan. Jika dehidrasinya parah, dokter akan memberikan asupan cairan melalui infus intravena (IV).

Seperti dijelaskan di atas, flu singapura kadang-kadang bisa sangat berbahaya bahkan bisa menyebabkan kematian. Bahaya virus singapura ini adalah bisa menyebabkan komplikasi ke bagian otak penderita. Sejauh ini komplikasi yang diketahui adalah viral meningitis dan radang otak.

Pengobatan Flu Singapura


Bagaimana cara mengobati flu singapura pada anak anda? Sebenarnya penyakit ini tidak memerlukan pengobatan khusus. Tidak ada obat yang secara spesifik diindikasikan sebagai obat flu singapura. Pengobatan flu singapura pada anak atau pada dewasa sama saja. Yang dilakukan hanya menghilangkan gejala-gejalanya sambil berupaya menjaga asupan cairan dan kalori dalam jumlah yang cukup. Biasanya penderita akan membaik dalam 7 – 10 hari setelah gejala pertama penyakit ini muncul.

Namun karena penderita flu singapura kebanyakan adalah anak-anak, perawatan yang baik tetap harus dilakukan. Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan :

  • Pertama-tama yang harus dilakukan adalah beristirahat.
  • Asupan nutrisi terutama cairan harus menjadi perhatian utama. Seorang anak yang menderita flu singapura pasti akan menunjukan keenganan untuk makan karena mereka akan mengalami rasa sakit saat menelan. Oleh karena itu anda harus mencari cara untuk membantunya mengurangi ketidaknyaman itu. Jangan memberinya makanan pedas atau minuman yang asam seperti jus jeruk atau minuman bersoda. Lebih baik memberinya susu, atau bisa juga es cream. (Baca makanan-makanan untuk membantu meningkatkan efektivitas pengobatan flu singapura anak).
  • Untuk meredakan demam, anda bisa menggunakan obat-obat yang mengandung acetaminophen (paracetamol) atau ibuprofen. Berbagai merk sediaan yang mengandung paracetamol (misalnya sanmol), dan sediaan yang mengandung ibuprofen (misalnya proris) telah tersedia di pasaran, dan bisa anda dapatkan tanpa resep dokter. Secara umum sediaan obat penurun demam yang mengandung paracetamol lebih baik dibandingkan ibuprofen jika digunakan untuk anak. Harus diingat penggunaan obat-obat penurun panas sebaiknya digunakan bila memang benar-benar diperlukan. Rekomendasi WHO : penggunaan obat penurun panas, bila suhu tubuh lebih besar dari 38.5 °C (101,3 °F).

Jika penderita flu singapura adalah anak-anak di bawah usia 16 tahun, jangan menggunakan obat yang mengandung aspirin. Karena adanya potensi terjadinya sindrom reye (penyakit serius yang terkait dengan penggunaan aspirin atau salisilat lainnya pada anak-anak selama episode infeksi virus atau bakteri). Obat ini juga dikenal dengan nama acetosal (acetyl salicylic acid). (Baca : Obat Demam Anak : Pilih Paracetamol, Ibuprofen Atau Aspirin?)

  • Lotion penghilang gatal bisa digunakan untuk mengurangi gatal

Menghindari Penularan Flu Singapura


Flu singapura adalah penyakit yang sangat menular. Meskipun potensi menular paling besar terjadi pada 7 hari pertama infeksi virus, proses penularan masih bisa terjadi bahkan sampai beberapa minggu setelah gejala hilang. Hal ini bisa terjadi karena meskipun tanda-tanda penyakit ini sudah tidak terlihat, virus sebenarnya masih tetap ada dan bisa menular melalui ingus, bersin, batuk, atau tinja. Oleh karena itu, diperlukan tindakan-tindakan pencegahan. Berikut adalah hal-hal yang bisa dilakukan untuk mencegah penularan flu singapura :

  • Selalu mencuci tangan, terutama setelah menggunakan toilet atau mengganti popok anak dan sebelum menyiapkan makanan. Selain menggunakan sabun, bisa juga membersihkan tangan dengan cairan antiseptik.
  • Bersihkanlah selalu area rumah, terutama tempat-tempat berkumpul misalnya ruang keluarga. Bersihkan juga barang-barang seperti meja, kursi, dan gagang pintu. Yang paling sering menjadi sumber penularan pada anak seperti mainan dan dot bayi harus dipastikan kebersihannya.
  • Ajarkan anak-anak untuk menjaga kebersihan. Kalau anak sudah cukup mengerti dan bisa diajak berkomunikasi, ajarkan kepada mereka untuk tidak sering memasukan jari, tangan atau benda lain ke mulut mereka.
  • Penderita flu singapura harus dibatasi untuk kontak dengan orang lain. Ada baiknya untuk sementara anak-anak anda tidak pergi ke sekolah sampai tanda-tanda penyakit ini tidak tampak lagi.

Meskipun flu singapura umumnya tidak berbahaya, namun tetap saja menimbulkan ketidaknyamanan, terutama untuk anak-anak anda. Oleh karena itu, lebih baik melakukan pencegahan sebelum penyakit ini benar-benar menjangkiti mereka.