Penyakit Panu : Ciri-ciri, Gejala, Penyebab, Obat Dan Cara Pencegahan

Penyakit panu adalah salah satu penyakit kulit yang disebabkan oleh infeksi jamur. Dalam bahasa medis, penyakit kulit ini disebut dengan istilah Tinea versicolor atau pityriasis versicolor. Penyakit ini ditandai dengan adanya bercak-bercak kecil pada beberapa area kulit. Bercak-bercak tersebut bisa berwarna lebih terang atau lebih gelap dari warna kulit penderita. Pada beberapa penderita, bercak-bercak ini bisa berwarna merah muda atau merah.

Setiap orang bisa terkena penyakit panu. Penyakit ini adalah salah satu penyakit kulit yang paling umum di daerah tropis dan subtropis. Penyakit kulit ini disebabkan oleh jamur yang sebenarnya secara alami memang hidup pada kulit kita. Namun karena beberapa faktor pemicu, jamur tumbuh di luar kendali sehingga menyebabkan penyakit kulit yang sangat mengganggu aktivitas sehari-hari penderitanya.

Penyebab Panu


Penyebab panu adalah jamur yang bernama Malassezia. Jamur jenis ini bukanlah jamur berbahaya, karena secara normal memang sudah ada pada kulit manusia. Namun jika pertumbuhan jamur ini tidak terkendali, dia bisa menyebabkan munculnya bercak-bercak pada tubuh penderita. Belum diketahui apa sebenarnya pemicu terjadinya pertumbuhan jamur yang tidak terkendali. Beberapa hal berikut diduga berkaitan erat dengan hal itu :

  • Faktor cuaca : Cuaca yang panas dan lembab adalah situasi yang cocok bagi jamur untuk tumbuh optimal. Itulah sebabnya orang-orang yang hidup di daerah tropis lebih sering menderita penyakit panu.
  • Kondisi kesehatan : sistem kekebalan tubuh yang lemah juga memicu jamur tumbuh secara tidak normal.
  • Kondisi kulit : orang-orang yang memiliki jenis kulit berminyak lebih rentan terkena penyakit panu. Para remaja umumnya lebih sering terkena penyakit kulit ini karena lebih aktif beraktivitas yang menimbulkan banyak keringat.

Ciri-ciri dan Gejala Panu


Untuk membedakan dengan penyakit kulit lainnya, kita perlu mengenali ciri-ciri panu, gejala dan cara mengobatinya dengan tepat. Penyakit ini sering terlihat seperti ruam pada kulit. Ruam ini kemudian berkembang menjadi bercak-bercak dengan salah satu warna berikut : putih, merah muda, merah, atau coklat dan bisa lebih terang atau lebih gelap dari kulit di sekitarnya. Bercak-bercak ini memiliki garis tepi yang tegas dan kadang bersisik. Bercak-bercak ini bisa terjadi di semua bagian tubuh, tetapi bagian tubuh yang paling sering terkena adalah leher, dada, punggung, dan lengan. Bahkan penyakit panu di wajah bisa terjadi terutama pada seseorang yang memiliki jenis kulit berminyak.

Bercak-bercak pada kulit bisa menghilang bila cuaca dingin/sejuk dan biasanya menjadi lebih buruk saat cuaca hangat dan lembab. Munculnya keringat saat cuaca panas biasanya membuat penderita merasakan gatal yang sangat mengganggu aktivitasnya.

Jika anda tidak bisa mengenali ciri-ciri panu dan gejalanya dibandingkan dengan penyakit kulit lain, ada baiknya anda menemui seorang dokter kulit. Dokter biasanya akan langsung bisa mengenali penyakit kulit ini dengan memperhatikan ciri-ciri dan gejala-gejala yang anda rasakan. Jika diperlukan, dokter kulit akan melakukan salah satu hal berikut untuk membuat diagnosis yang akurat :

  • Mengambil sedikit sampel kulit dan memeriksanya di bawah mikroskop.
  • Menyorotkan sebuah alat yang disebut Wood’s lamp. Salah satu ciri-ciri panu adalah kulit yang disinari akan berwarna hijau kekuningan.

Obat Panu


Cara menghilangkan panu secara cepat adalah dengan melakukan pengobatan yang tepat. Cara mengobati panu sangat tergantung pada area mana yang terkena, seberapa luas area kulit yang terinfeksi, seberapa parah, dan juga termasuk kondisi iklim. Pengobatan dapat dilakukan dengan berbagai jenis obat panu seperti di bawah :

  • Obat panu topikal (sediaan obat yang dioleskan pada kulit) : obat jenis ini adalah yang paling banyak digunakan. Obat-obat ini digunakan bila penyakit panu termasuk ringan dan masih bisa dilakukan pengobatan sendiri. Sediaan-sediaan yang tersedia bisa berupa shampoo anti-jamur, sabun, cream atau salep panu, dan juga lotion. Bahan-bahan aktif dalam obat-obat ini, misalnya selenium sulfida, ketoconazole, miconazole, clotrimazole, terbinafine atau seng pyrithione. Untuk produk cream atau salep, pengobatan biasanya dilakukan paling tidak selama 2 minggu, dengan dosis pemberian 2 x sehari dengan cara dioleskan tipis-tipis secara merata di area yang terinfeksi. Sediaan yang berupa shampo digunakan seperti menggunakan shampo biasa, namun setelah aplikasi shampo ke rambut sebaiknya ditunggu selama 5 atau 10 menit sebelum dibilas.
  • Obat pembersih kulit : Penyakit kulit ini sering kambuh, bila kondisi kulit memungkinkan jamur untuk tumbuh optimal melebihi normalnya. Pertumbuhan jamur secara tidak terkendali biasanya sering terjadi pada orang-orang yang hidup di daerah-daerah yang bercuaca panas dan lembab. Menggunakan obat pembersih atau cairan antiseptik minimal1 x sebulan, dapat mencegah jamur tumbuh tidak terkendali.
  • Obat panu tablet (sediaan oral/minum) : bila penyakit ini mencakup area kulit yang luas, tebal, atau sering kambuh diperlukan penangan dengan sediaan obat yang bekerja secara sistemik. Obat-obat ini umumnya hanya bisa diperoleh dengan resep dokter. Karena kemungkinan terjadinya efek samping, dan adanya interaksi dengan obat-obat lain, obat-obat ini hanya digunakan untuk jangka waktu yang singkat dan dengan pengawasan dari seorang dokter kulit. Bahan-bahan aktif untuk sediaan yang digunakan sebagai obat anti jamur sistemik, misalnya ketoconazole, itraconazole, atau fluconazole.

Pengobatan Dengan Obat Panu Tradisional/Berbahan Alami


Selain menggunakan sediaan-sediaan berbahan kimiawi yang dijual di apotek, cara mengobati panu juga bisa dilakukan dengan menggunakan obat panu tradisional / berbahan alami. Bahan-bahan alam yang sering digunakan secara tradisional terutama di kampung-kampung misalnya bawang putih, lengkuas/laos, atau jeruk nipis.

Tips untuk efektivitas pengobatan dan pencegahan


panu

ilustrasi : Kulit sehat tanpa panu meningkatkan kepercayaan diri

Dengan melakukan pengobatan yang tepat, penyakit ini biasanya akan hilang dengan cepat. Namun biasanya akan membutuhkan waktu setidaknya beberapa minggu atau bulan untuk mengembalikan area bekas bercak panu ke warna asli kulit. penyakit kulit ini sangat rentan kambuh, terutama ketika udara panas dan lembab. Di bawah ini adalah beberapa tips yang bisa anda terapkan untuk meningkatkan efektivitas pengobatan sekaligus mencegah kambuhnya penyakit ini :

  • Jangan menggunakan produk-produk perawatan kulit yang mengandung minyak. Gunakan produk non-minyak atau non-comedogenic.
  • Gunakan pakaian longgar. Hal ini bagus untuk mencegah keringat berlebihan saat cuaca panas dan lembab.
  • Lindungi kulit anda dari sinar matahari. Anda bisa menggunakan tabir surya 20 menit sebelum bepergian ke luar rumah. Pastikan untuk menggunakan tabir surya yang menawarkan : UVA dan UVB (label mungkin mengatakan spektrum luas), faktor perlindungan matahari (SPF) 30 atau lebih, tidak mengandung minyak (non-comedogenic).

Meskipun penyakit panu bukan termasuk penyakit kulit yang berbahaya, namun penyakit ini tetap saja mengganggu aktivitas sehari-hari penderitanya. Penyakit ini juga bisa mengganggu penampilan jika area kulit yang terkena adalah area yang terlihat jelas, misalnya panu di wajah, di lengan, atau pundak yang akan menurunkan rasa percaya diri penderitanya. Oleh karena itu, melakukan pencegahan selalu lebih baik daripada mengobati. Lakukanlah hal-hal yang bisa mencegah pertumbuhan jamur menjadi tidak terkontrol agar terhindar dari penyakit infeksi kulit ini.