Vitiligo, Kenali Gejala, Penyebab, dan Cara Pengobatan

Vitiligo adalah gangguan kesehatan yang menyebabkan penderitanya kehilangan warna atau pigmen kulit sehingga kulit menjadi berwarna putih. Tingkat keparahan dari pudarnya warna kulit tersebut bervariasi tergantung dari seberapa lama penyakit ini telah berkembang. Kulit yang bisa terkena penyakit ini bisa di bagian mana saja dari anggota tubuh tanpa kecuali. Bahkan penyakit ini bisa menjangkiti rambut, bagian dalam mulut dan juga mata. Penyakit ini bisa dialami oleh orang-orang dengan tipe kulit apapun. Namun, penyakit ini lebih sering diderita oleh orang yang memiliki warna kulit gelap. Vitiligo sebenarnya tidak mengancam jiwa penderitanya, namun penderita biasanya mengalami stres berat karena kondisi yang ditimbulkan dan kehilangan rasa percaya diri akibat tampilan kulit yang tidak terlihat normal.

Penyebab Vitiligo

Vitiligo adalah penyakit jangka panjang yang sulit untuk disembuhkan dalam waktu singkat. Pengobatan penyakit ini hanya bertujuan untuk mengurangi efek yang ditimbulkannya.

Warna kulit seseorang yang didiagnosa menderita vitiligo semakin lama akan semakin memudar. Warna pada kulit ditentukan oleh melanin yang dihasilkan oleh sel-sel melanosit. Pada penderita vitiligo, melanosit yang dibutuhkan tidak mencukupi untuk dapat menghasilkan melanin. Maka yang muncul adalah warna bercak putih di kulit, begitupun di rambut.

Penyebab penyakit ini belum diketahui secara pasti. Namun para ahli menduga kemungkinan penyakit ini disebabkan oleh beberapa faktor berikut ini :

  • Keturunan

Jika ada anggota keluarga yang menderita vitiligo maka biasanya berpotensi untuk menurunkannya ke anggota keluarga lainnya.

  • Penyakit autoimun

Kondisi autoimun juga ditenggarai menjadi salah satu penyebab adanya penyakit ini. Autoimun sendiri adalah kondisi dimana sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang sel-sel tubuh yang masih sehat. Melanosit yang merupakan sel-sel pembentuk malanin atau warna kulit kemungkinan diserang oleh sistem kekebalan tubuh sehingga jumlahnya semakin sedikit.

  • Kondisi tertentu

Beberapa kondisi tertentu bisa memicu munculnya penyakit virtiligo. Kondisi tersebut seperti stres, terpapar bahan-bahan kimia berbahaya, serta terbakar sinar matahari secara terus menerus.

  • Kelainan pada melanin

Seperti yang telah disebutkan bahwa melanin merupakan penghasil warna kulit. Jika terjadi kelainan pada melanin seperti kurangnya jumlah melanosit penghasil melanin, maka penyakit virtiligo bisa menyerang.

Gejala Vitiligo

Vitiligo

By Produnis (PflegeWiki.de) [GFDL (http://www.gnu.org/copyleft/fdl.html) or CC-BY-SA-3.0 (http://creativecommons.org/licenses/by-sa/3.0/)], via Wikimedia Commons

Semua bagian kulit bisa terserang penyakit vitiligo. Penyakit ini juga bisa terjadi pada bagian tubuh lain, seperti rambut dan bagian dalam hidung serta mulut. Namun, kulit yang sering terpapar sinar matahari lebih beresiko terhadap penyakit ini seperti kulit dibagian bibir, wajah, tangan, kaki dan leher. Rambut juga bisa terkena efek dari penyakit ini misalnya alis, bulu mata, bahkan janggut sekalipun. Penyakit vitiligo bisa ditandai dengan beberapa gejala yang dapat terlihat pada seseorang, seperti :

  • Muncul bercak-bercak

Bercak-bercak pada awal kemunculannya akan terlihat memiliki warna yang sedikit lebih muda dari kulit normal. Setelah beberapa waktu, warna kulit akan semakin terlihat berwarna putih.

  • Inflamasi

Bercak-bercak yang terdapat dipermukaan kulit biasanya disertai dengan inflamasi, rasa gatal, serta berwarna kemerahan pada tepiannya.

Bercak-bercak berwarna putih pada kulit yang terkena penyakit ini tidak terasa sakit. Namun bercak tersebut bersifat permanen serta rentan terbakar sinar matahari. Rasa gatal pada bagian yang bercak akan semakin terasa seiring tingkat keparahan penyakit ini. Bercak yang lebih parah sebenarnya bisa dicegah jika penderita segera memeriksakan diri ke dokter saat mendeteksi adanya perubahan yang abnormal pada wana kulit.

Diagnosis Vitiligo

Untuk dapat mendiagnosis secara tepat, maka proses diagnosis seharusnya dilakukan oleh dokter, terutama dokter spesialis kulit. Berikut adalah proses diagnosis yang biasanya dilakukan :

  • Dokter akan menanyakan riwayat vitiligo atau autoimun yang mungkin dialami juga oleh anggota keluarga penderita.
  • Riwayat trauma pada area kulit yang terkena vitiligo juga akan ditanyakan dokter misalnya apakah kulit terbakar sinar matahari sebelumnya atau apakah sebelumnya diarea kulit tersebut pernah ada penyakit yang serius.
  • Dokter juga akan mencari tahu apakah ada area tertentu yang kondisinya lebih mudah terbakar atau lebih sensitif terhadap sinar matahari.
  • Dokter akan mencari tahu apakah ada kulit pada area tertentu yang dapat membaik tanpa terapi atau sebaliknya.
  • Riwayat pengobatan apa saja yang telah dilakukan untuk menangani kulit yang terkena penyakit vitiligo juga biasanya ditanyakan oleh dokter.
  • Pemeriksaan fisik akan dilakukan untuk mengetahui kondisi kulit yang dicurigai terkena penyakit vitiligo. Pemeriksaan bisa dilakukan menggunakan lampu ultraviolet jika diperlukan. Hal ini dilakukan untuk mempermudah tampilan bercak vitiligo di permukaan kulit. Hal ini juga dilakukan agar dokter mengetahui pasti apakah bercak memang disebabkan oleh vitiligo atau penyakit kulit lain seperti panu. (Baca Kenali penyakit panu dan cara mengobatinya)
  • Tes darah juga bisa dilakukan jika diperlukan. Hal ini dilakukan untuk mengetahui adanya autoimun lain yang diderita misalnya hipertiroidisme, diabetes, atau penyakit Addison.

Penanganan dan Pengobatan Vitiligo

Penanganan dilakukan untuk memperbaiki kondisi kulit yang terdampak vitiligo. Terapi yang dilakukan tidak menjamin kesembuhan penyakit. Dampak terapi hanya akan bersifat sementara dan hal yang dilakukan lebih pada terapi dan penanganan jangka panjang untuk menghindari faktor-faktor yang dapat memperparah kondisi dan memicu munculnya kembali gejala vitiligo. Berikut beberapa penanganan yang bisa dilakukan oleh penderita sendiri :

  • Tabir surya minimal dengan SPF 30 wajib digunakan penderita vitiligo untuk menjaga kulit dari paparan sinar matahari serta mencegah kerusakan kulit yang lebih serius.
  • Krim kamuflase bisa digunakan untuk meratakan warna kulit. Biasanya krim ini bersifat waterproof atau tahan air dan bisa menyamarkan bercak. Selain krim kamuflase, bisa juga menggunakan tanning lotion untuk menyamarkan bercak di permukaan kulit.

Prosedur Medis Untuk Menangani Penyakit Vitiligo

Berikut adalah beberapa prosedur yang harus dijalani penderita vitiligo yang memerlukan proses yang tidak sebentar, seperti :

  • Penggunaan obat oles seperti obat golongan kortikosteroid (misal betamethasone cream), pimecrolimus, atau tacrolimus dilakukan dengan pengawasan ketat dari dokter karena memiliki efek samping.
  • Konsumsi suplemen vitamin D akan dianjurkan dokter karena penderita tidak boleh terpapar sinar matahari langsung. Padahal sinar matahari adalah sumber vitamin D. Maka suplemen harus dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan vitamin D dalam tubuh.
  • Fototerapi merupakan terapi cahaya ketika bercak-bercak semkain parah dan meluas penyebarannya. Cahaya ultraviolet A dan B berfungsi untuk mengembalikan warna kulit.
  • Terapi laser dilakukan jika bercak akibat vitiligo masih tergolong ringan.
  • Operasi cangkok kulit dapat dilakukan jika bercak tidak mengalami perkembangan pada sebagian kecil area kulit.

Penyakit vitiligo bukanlah penyakit yang mematikan namun penderitanya dapat mengalami gangguan psikologis terkait kepercayaan diri yang semakin menurun karena penampilan kulit yang abnormal. Stigma yang berkembang akan menyebabkan stres pada penderitanya. Maka penanganan yang tepat harus dilakukan dan beberapa prosedur medis harus dijalani untuk setidaknya mengurangi efek dan mengembalikan kondisi kulit ke kondisi normal meskipun tidak menyembuhkan penyakit secara permanen.