Asam pipemidat (Pipemidic acid)

Asam pipemidat (Pipemidic acid) adalah suatu obat anti bakteri sintetik untuk mengobati penyakit infeksi saluran kemih, baik yang monomikrobial maupun yang polymikrobial. Asam pipemidat (Pipemidic acid) aktif terhadap bakteri gram negatif, serta beberapa bakteri gram positif.

Asam pipemidat (Pipemidic acid) adalah turunan pyrido-pirimidin. Seperti pyridones lainnya, mekanisme kerja obat ini adalah dengan menghambat DNA girase pada proses sintesis DNA. Obat ini termasuk golongan quinolone dan mempunyai struktur molekul yang berkaitan dengan golongan Nalidixic acid, Oxolinic acid dan Piromidic acid. Obat ini menunjukkan aktivitas yang lebih kuat dibandingkan Piromidic acid atau Nalidixic acid dan menunjukkan aktivitas moderat terhadap bakteri yang tahan terhadap Piromidic acid dan Nalidixic acid.

golongan


Harus dengan resep dokter

kemasan


Obat ini dipasarkan berupa Pipemidic acid 400 mg

Indikasi


Kegunaan Asam pipemidat (Pipemidic acid) adalah untuk mengobati infeksi saluran kemih baik akut maupun kronis, yang disebabkan oleh bakteri yang sensitif.

Kontra indikasi


  • Jangan menggunakan obat ini pada pasien dengan riwayat hipersensitif atau alergi terhadap  Asam pipemidat (Pipemidic acid) dan obat yang termasuk golongan kuinolon lainnya.
  • Tidak boleh digunakan untuk neonatus (bayi baru lahir), wanita hamil dan ibu menyusui.
  • Tidak boleh diberikan pada penderit gagal ginjal berat (CrCl <10 mL / menit) karena bisa menyebabkan peningkatan kadar obat dalam darah dan cairan serebrospinal.

Efek Samping


Asam pipemidat (Pipemidic acid) dapat ditolerir dengan baik oleh saluran pencernaan dan toksisitasnya rendah. Namun Obat ini tetap memiliki beberapa efek samping. Efek samping Asam pipemidat (Pipemidic acid) sebagai berikut :

  • Efek samping pada saluran pencernaan (Gastrointestinal) : efek samping yang paling umum seperti mual atau anoreksia, sakit perut atau distensi, muntah, diare, konstipasi atau stomatitis. Efek samping ini tidak memerlukan penghentian terapi karena biasanya akan hilang bila pengobatan diberikan setelah makan.
  • Reaksi hipersensitivitas : erupsi kulit, reaksi fotosensitivitas, urtikaria, pruritus dan demam. Kadang bisa disertai dengan angioedema, dyspnea, sianosis, bradikardia dan hipotensi (anafilaksis). Efek samping ini jarang terjadi namun bisa berakibat fatal. Jika reaksi hipersensitivitas terjadi, pemakaian obat harus dihentikan.
  • Efek samping pada organ ginjal : Bisa menyebabkan peningkatan BUN (urea nitrogen darah) dan kreatinin.
  • Efek samping pada organ hati : level SGOT dan SGPT yang tinggi kadang bisa terjadi, meskipun belum diketahui hubungan kausalitasnya.
  • Efek samping lain : Kelelahan, rasa haus, leukopenia, sakit kepala dan pusing.

Perhatian


Hal-hal yang harus diperhatikan saat menggunakan obat ini adalah sebagai berikut :

  • Obat ini menyebabkan penderita lebih sensitif terhadap paparan cahaya. Oleh karena itu, pasien yang sedang menggunakan Asam pipemidat (Pipemidic acid) sebaiknya menghindari paparan sinar matahari langsung maupun sinar buatan. Reaksi fotosensitifitas sangat langka, jika terjadi terapi harus dihentikan.
  • Keamanan pemakaian pada anak- anak belum ditetapkan. Sebaiknya anak-anak di bawah usia 12 tahun tidak menggunakan obat ini.
  • Obat ini ditemukan pada air susu ibu. Jangan menyusui bayi selama menggunakan obat ini.

Penggunaan oleh wanita hamil


Keamanan penggunaan Asam pipemidat (Pipemidic acid) oleh wanita hamil sehubungan dengan efek buruk pada janin atau bayi baru lahir belum ditetapkan. Jika tidak benar-benar dibutuhkan atau masih ada obat pilihan lain yang lebih aman, sebaiknya obat ini tidak digunakan.

interaksi obat


Asam pipemidat (Pipemidic acid) berinteraksi dengan obat-obat berikut :

  • Ada resistensi silang (cross resistance) dengan Nalidixic acid dan Oxolinic acid.
  • Obat ini menghambat metabolisme Teofilin sehingga meningkatkan konsentrasi Teofilin dalam darah.

Dosis Asam pipemidat (Pipemidic acid)


Asam pipemidat (Pipemidic acid) diberikan dengan dosis berikut :

  • Untuk pengobatan infeksi saluran kemih akut, termasuk Cystitis, Uretritis, Pielonefritis dan Pyelitis :

Direkomendasikan dosis harian : 800 mg diberikan dalam 2 dosis terbagi untuk jangka waktu 7-10 hari.

  • Untuk pengobatan infeksi saluran kemih kronis :

Direkomendasikan dosis harian : 800-1,200 mg diberikan dalam 2-3 dosis terbagi untuk jangka waktu minimal 2 minggu atau lebih jika diperlukan.

Obat digunakan saat perut kosong, 1 atau 2 jam sebelum/sesudah makan.

Terkait


Jika informasi ini berguna, bagikan ke teman-teman anda